Dalam ritme lari yang terlihat sederhana, ada kerja kompleks dari berbagai kelompok otot. Betis, yang terdiri dari gastrocnemius dan soleus, memegang peran penting layaknya mesin dorong setiap langkah. Setiap kali kaki menapak dan mendorong tubuh ke depan, betis bekerja tanpa jeda.
Namun, kelemahan pada otot ini jarang terasa sebagai masalah besar di awal. Biasanya kemunculannya pelan-pelan, seperti langkah terasa lebih berat, lebih cepat lelah, atau nyeri ringan yang sering diabaikan. Padahal, di baliknya mungkin ada potensi gangguan yang bisa berkembang menjadi cedera jika tidak dikenali.
Agar kamu lebih aware, yuk kenali tanda-tanda betis lemah pada pelari yang dipaparkan di bawah ini.
