ilustrasi ibu hamil yang sedang makan (freepik.com/gpointstudio)
Risiko infeksi Salmonella menjadi perhatian khusus bagi kelompok yang lebih rentan mengalami dampak serius akibat infeksi. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah termasuk kelompok yang perlu lebih berhati-hati saat mengonsumsi telur mentah atau setengah matang. Jadi, pilihan telur matang bukan cuma soal selera, tetapi juga bisa berkaitan dengan keamanan pangan.
Kalau kamu termasuk kelompok yang lebih rentan atau sedang menyiapkan makanan untuk mereka, pilih telur yang dimasak sampai matang, ya. Untuk makanan yang biasanya menggunakan telur mentah, kamu bisa mempertimbangkan telur yang sudah dipasteurisasi jika tersedia dan memang cocok digunakan. Nah, kebiasaan sederhana seperti lebih teliti memilih dan mengolah telur ini bisa membantu mengurangi risiko Salmonella tanpa harus bikin repot.
Telur mentah memang gak selalu berarti akan menyebabkan infeksi Salmonella, tetapi risikonya tetap perlu diperhatikan, terutama bagi kelompok yang lebih rentan. Mulai dari cara menyimpan, mengolah, sampai memastikan telur matang dengan baik, semuanya bisa membantu membuat konsumsi telur jadi lebih aman. Jadi, sebelum menikmati olahan telur setengah matang atau mentah, pastikan kamu sudah tahu risikonya, ya!
Referensi
“Salmonella and Eggs: From Production to Plate.” International Journal of Environmental Research and Public Health. Diakses Oktober 2026.
“A Review of Temperature, pH, and Other Factors that Influence the Survival of Salmonella in Mayonnaise and Other Raw Egg Products.” Microorganisms. Diakses Oktober 2026.
An Investigation About the Historic Global Foodborne Outbreaks of Salmonella spp. in Eggs: From Hatcheries to Tables.” Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety. Diakses Oktober 2026.
“Salmonella (non-typhoidal).” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.
“Five Keys to Safer Food Manual.” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.