Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Telur Mentah Mengandung Salmonella? Ini yang Perlu Diketahui
ilustrasi telur ayam (freepik.com/jcomp)
  • Telur yang terlihat bersih tetap dapat terkontaminasi Salmonella pada cangkang maupun bagian dalam, sehingga keamanan tidak bisa dinilai dari warna, aroma, atau rasa.
  • Telur mentah atau setengah matang berisiko lebih tinggi karena tidak mendapat pemanasan yang membantu membunuh bakteri; telur matang menjadi pilihan lebih aman.
  • Penyimpanan dan penanganan higienis mencegah kontaminasi silang; anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan imunitas lemah perlu memilih telur matang atau pasteurisasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kadang telur mentah digunakan begitu saja dalam makanan atau minuman karena dianggap lebih praktis dan tetap aman selama telurnya terlihat bersih. Padahal, telur yang tampak baik dari luar belum tentu bebas dari bakteri Salmonella, karena kontaminasi gak selalu bisa dikenali hanya dari warna, aroma, atau kondisi cangkangnya. Nah, hal ini yang bikin konsumsi telur mentah perlu lebih diperhatikan, terutama kalau gak melalui proses pemanasan.

Risikonya bukan berarti semua telur mentah pasti mengandung Salmonella, kok. Namun, cara menyimpan dan mengolah telur tetap perlu diperhatikan, apalagi kalau telur akan dikonsumsi mentah atau setengah matang. Nah, sebenarnya seberapa besar risiko Salmonella dari telur mentah dan apa yang bisa dilakukan untuk menguranginya? Yuk, simak penjelasannya!

1. Salmonella bisa ada di cangkang maupun bagian dalam telur

ilustrasi bakteri Salmonella (pixabay.com/WikiImages)

Telur mungkin tampak bersih dari luar, tetapi itu belum menjamin bakteri Salmonella tidak ada di dalamnya. Bakteri ini dapat mencemari permukaan cangkang dan, dalam kondisi tertentu, bisa masuk ke dalam telur sebelum cangkang sepenuhnya terbentuk. Jadi, telur terlihat normal bukan berarti risikonya bisa diabaikan begitu saja.

Masalahnya, keberadaan Salmonella tidak dapat diketahui hanya dengan melihat warna, bau, atau rasa telur. Artinya, kita gak bisa memastikan keamanan telur hanya dengan menilai penampilannya sebelum dimakan. Inilah sebabnya telur mentah atau setengah matang perlu diperhatikan lebih teliti saat diolah.

2. Telur mentah lebih berisiko karena tidak melalui pemanasan

ilustrasi telur (magnific.com/jcomp)

Saat telur dimasak sampai matang, panas membantu membunuh bakteri Salmonella yang mungkin ada di dalamnya. Sebaliknya, telur yang dikonsumsi mentah atau dimasak sebentar gak mendapatkan suhu yang diperlukan untuk mengurangi bakteri tersebut. Oleh karena itu, olahan yang menggunakan telur mentah atau setengah matang memiliki risiko kontaminasi yang harus diperhatikan.

Namun, ini bukan berarti setiap kali makan telur mentah seseorang pasti sakit, ya. Risiko ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tingkat kontaminasi dan keadaan orang yang memakannya. Akan tetapi, kalau ada kesempatan memilih telur yang sudah dimasak sampai matang, langkah sederhana ini bisa membantu menjadikan konsumsi telur lebih aman.

3. Penyimpanan dan penanganan telur juga berpengaruh

ilustrasi telur (pixabay.com/JillWellington)

Setelah membeli telur, penting untuk tidak mengabaikan cara penyimpanannya, karena penanganan yang kurang hati-hati dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kontaminasi. Telur harus disimpan dengan benar dan penting untuk menjaga kebersihan tangan, peralatan, serta permukaan yang berhubungan dengan telur mentah. Kebiasaan-kebiasaan kecil ini sering kali terlupakan ketika kita tergesa-gesa saat memasak.

Selain itu, sebaiknya hindari menggunakan alat yang sama untuk telur mentah dan makanan yang sudah siap makan tanpa mencucinya terlebih dahulu. Cairan dari telur mentah yang mengenai tangan, meja, atau peralatan dapat menjadi jalur bagi bakteri untuk berpindah ke makanan lainnya. Jadi, bukan cuma telurnya yang perlu diperhatikan, tetapi juga apa saja yang ikut bersentuhan dengannya, lho.

4. Mencuci cangkang telur bukan berarti langsung aman

ilustrasi mencuci bahan masakan (freepik.com/zinkevych)

Ada keyakinan bahwa membersihkan telur sebelum digunakan dapat membuatnya lebih aman dari bakteri. Namun, mencuci cangkang telur dengan cara yang kurang tepat justru bisa memindahkan bakteri dari permukaan ke area lainnya atau masuk melalui pori-pori cangkang. Oleh karena itu, menjaga kebersihan tangan dan peralatan setelah menyentuh telur mentah tetap sangat penting.

Kalau terdapat kotoran pada cangkang, jangan langsung menganggap telur tersebut aman setelah dicuci secara sembarangan. Pengelolaan telur sebaiknya dilakukan dengan mengikuti pedoman keamanan pangan yang ada dan menghindari kontak antara telur mentah dengan makanan yang siap disajikan. Dengan demikian, risiko terjadinya kontaminasi silang dapat lebih mudah dikendalikan.

5. Kelompok tertentu perlu lebih waspada terhadap telur mentah

ilustrasi ibu hamil yang sedang makan (freepik.com/gpointstudio)

Risiko infeksi Salmonella menjadi perhatian khusus bagi kelompok yang lebih rentan mengalami dampak serius akibat infeksi. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah termasuk kelompok yang perlu lebih berhati-hati saat mengonsumsi telur mentah atau setengah matang. Jadi, pilihan telur matang bukan cuma soal selera, tetapi juga bisa berkaitan dengan keamanan pangan.

Kalau kamu termasuk kelompok yang lebih rentan atau sedang menyiapkan makanan untuk mereka, pilih telur yang dimasak sampai matang, ya. Untuk makanan yang biasanya menggunakan telur mentah, kamu bisa mempertimbangkan telur yang sudah dipasteurisasi jika tersedia dan memang cocok digunakan. Nah, kebiasaan sederhana seperti lebih teliti memilih dan mengolah telur ini bisa membantu mengurangi risiko Salmonella tanpa harus bikin repot.

Telur mentah memang gak selalu berarti akan menyebabkan infeksi Salmonella, tetapi risikonya tetap perlu diperhatikan, terutama bagi kelompok yang lebih rentan. Mulai dari cara menyimpan, mengolah, sampai memastikan telur matang dengan baik, semuanya bisa membantu membuat konsumsi telur jadi lebih aman. Jadi, sebelum menikmati olahan telur setengah matang atau mentah, pastikan kamu sudah tahu risikonya, ya!

Referensi

“Salmonella and Eggs: From Production to Plate.” International Journal of Environmental Research and Public Health. Diakses Oktober 2026.

“A Review of Temperature, pH, and Other Factors that Influence the Survival of Salmonella in Mayonnaise and Other Raw Egg Products.” Microorganisms. Diakses Oktober 2026.

An Investigation About the Historic Global Foodborne Outbreaks of Salmonella spp. in Eggs: From Hatcheries to Tables.” Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety. Diakses Oktober 2026.

“Salmonella (non-typhoidal).” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.

“Five Keys to Safer Food Manual.” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article