Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Small atau Large? Ini Tips Memilih Ukuran Menstrual Cup

Small atau Large? Ini Tips Memilih Ukuran Menstrual Cup
ilustrasi menstrual cup (magnific.com/magnific)
  • Ukuran menstrual cup tidak memiliki standar universal sehingga small pada satu merek belum tentu sama dengan merek lainnya.

  • Posisi serviks, banyaknya darah menstruasi, diameter dan panjang cup, serta tingkat kekakuannya lebih berguna untuk menentukan ukuran yang pas.

  • Cup yang tepat seharusnya tidak terasa nyeri, tidak menekan kandung kemih, mudah dijangkau saat dilepas, dan tidak terus-menerus bocor setelah terpasang dengan benar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau mau beralih ke menstrual cup, banyak perempuan yang bingung memilih ukuran. Pilih small atau large?

Bentuk vagina, posisi serviks, banyaknya darah menstruasi, hingga desain masing-masing menstrual cup dapat menentukan pas atau tidaknya ukuran menstrual cup.

Perlu diketahui bahwa belum ada standar ukuran univeral untuk menstrual cup. Sebuah studi yang membandingkan 14 menstrual cup menemukan perbedaan besar dalam dimensi, kapasitas, dan tingkat kekakuan antarproduk. Jadi, ukuran small pada merek A belum tentu sama dengan merek B.

  1. 1. Perhatikan tinggi serviks

    Serviks merupakan bagian bawah rahim yang menonjol ke bagian atas vagina. Jaraknya dari pintu vagina berbeda pada setiap orang dan dapat berubah sepanjang siklus menstruasi.

    Penelitian mengenai desain menstrual cup menjelaskan bahwa panjang saluran vagina menentukan posisi cup terhadap serviks. Cup yang terlalu panjang dapat terasa mengganjal atau membuat bagian batangnya menonjol, terutama pada orang dengan serviks yang relatif rendah. Sebaliknya, cup yang terlalu pendek bisa lebih sulit dijangkau saat posisi serviks lebih tinggi.

    Karena itu, jika ingin mengukur posisi serviks sendiri, lakukan ketika sedang menstruasi. Dengan tangan bersih, masukkan satu jari perlahan ke vagina hingga menyentuh serviks, yang biasanya terasa lebih padat dan berbentuk bulat dengan lekukan kecil di tengahnya.

    Secara sederhana:

    • Serviks rendah: pertimbangkan cup yang lebih pendek.
    • Serviks sedang: kebanyakan cup dengan panjang standar mungkin sesuai.
    • Serviks tinggi: cup yang sedikit lebih panjang dapat lebih mudah dijangkau saat dilepas.

    Jangan hanya melihat panjang total termasuk batang (stem). Periksa juga panjang badan cup karena batang pada beberapa model dapat dipendekkan jika terasa mengganggu.

  2. 2. Cek aliran darah menstruasi untuk menentukan kapasitas cup

    Ilustrasi menstrual cup berwarna merah muda sebagai produk kebersihan menstruasi yang dapat digunakan kembali.
    ilustrasi menstrual cup (pixabay.com/PatriciaMoraleda)

    Ukuran fisik dan kapasitas menstrual cup tidak selalu berjalan beriringan. Cup yang terlihat besar belum tentu bisa menampung volume besar pula.

    Karena itu, jika darah menstruasi cukup banyak, lihat kapasitas dalam mililiter dicantumkan dalam produk, jangan bergantung pada ukuran large.

    Cup berkapasitas lebih kecil umumnya cukup untuk aliran darah menstruasi ringan hingga sedang, sedangkan kapasitas yang lebih besar dapat lebih praktis untuk aliran sedang hingga berat.

    Sebaiknya hindari memilih cup besar hanya agar tidak perlu sering mengosongkannya. Cup tetap harus sesuai dengan anatomi dan nyaman saat dipakai.

  3. 3. Diameter dan tingkat kekakuan juga penting

    Selain panjang, perhatikan diameter dan firmness atau tingkat kekakuan cup. Cup yang lebih kaku cenderung lebih mudah terbuka setelah dimasukkan, tetapi pada sebagian orang dapat terasa lebih menekan. Sementara itu, cup yang lebih lunak mungkin terasa nyaman, tetapi bisa lebih sulit terbuka sempurna.

    Studi mengenai karakteristik menstrual cup menjelaskan bahwa cup yang terlalu kecil atau terlalu lunak dapat gagal membuka dan membentuk seal dengan baik sehingga terjadi kebocoran. Sebaliknya, cup yang terlalu besar atau terlalu kaku dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan, dalam kasus yang jarang, menekan saluran kemih.

    Jadi, apabila cup terasa menekan kandung kemih, bikin sering ingin buang air kecil, atau terasa nyeri, mungkin cup yang kamu pakai itu terlalu besar atau terlalu kaku.

  4. 4. Umur dan riwayat melahirkan boleh jadi panduan, tetapi bukan aturan mutlak

    Ilustrasi menstrual cup sebagai alternatif produk kebersihan menstruasi yang dapat digunakan kembali.
    ilustrasi menstrual cup (pexels.com/wildlittlethingsphoto)

    Banyak produsen membagi ukuran berdasarkan umur atau riwayat persalinan vaginal. Ukuran lebih besar sering direkomendasikan bagi perempuan dengan riwayat persalinan vaginal, sedangkan cup lebih kecil kerap menjadi pilihan awal untuk orang yang lebih muda dan belum pernah melahirkan secara vaginal. Namun, patokan ini bukan untuk semua orang.

    Seseorang yang belum pernah melahirkan tetap bisa merasa lebih nyaman menggunakan diameter lebih besar. Sebaliknya, orang yang pernah melahirkan vaginal belum tentu membutuhkan cup besar. Posisi serviks, bentuk anatomi, aliran menstruasi, dan kenyamanan pribadi tetap perlu dipertimbangkan.

  5. 5. Kenali tanda ukurannya mungkin tidak cocok

    Menstrual cup yang terpasang dengan baik seharusnya tidak terus terasa ketika digunakan dan tidak menyebabkan nyeri.

    Ukuran atau modelnya mungkin kurang sesuai jika:

    • Bagian cup atau batang terus terasa mengganjal.
    • Cup terasa menekan kandung kemih atau membuat buang air kecil tidak nyaman.
    • Sulit menjangkau cup ketika ingin melepasnya.
    • Cup sulit terbuka meski teknik pemasangan sudah benar.
    • Terus mengalami kebocoran meskipun cup sudah terbuka dan belum penuh.
    • Muncul nyeri saat memasukkan, memakai, atau melepasnya.

    Namun, kebocoran pada penggunaan pertama tidak selalu berarti kamu salah ukuran. Ada masa adaptasi ketika menggunakan menstrual cup.

    Penelitian terhadap 530 pengguna berusia 15–24 tahun menemukan bahwa 54 persen mengalami kebocoran dan 25 persen mengalami nyeri atau ketidaknyamanan pada siklus pertama. Masalah tersebut berkurang pada siklus berikutnya.

    Mengetahui sejak awal bahwa model cup berbeda-beda dan mungkin membutuhkan penyesuaian juga berkaitan dengan kemungkinan lebih rendah membutuhkan bantuan saat melepasnya atau berhenti menggunakan menstrual cup.

    Studi lainnya terhadap 43 penelitian, ditemukan bahwa penggunaan menstrual cup memang membutuhkan fase pembiasaan selama beberapa siklus. Setelah periode adaptasi, 73 persen peserta dalam studi ingin terus menggunakan menstrual cup.

    Jadi, untuk menemukan ukuran menstrual cup yang pas, perhatikan panjang cup terhadap posisi serviks, kapasitas sesuai aliran menstruasi, diameter, serta tingkat kekakuannya.

    Jika cup terus menyebabkan nyeri, sulit dilepas, menekan kandung kemih, atau keluhan tidak membaik setelah mencoba teknik dan ukuran berbeda, konsultasikan dengan dokter kandungan.

    Referensi

    Hannah Manley, John A. Hunt, Lívia Santos, and Philip Breedon, “Comparison between Menstrual Cups: First Step to Categorization and Improved Safety,” Women’s Health 17 (2021): 17455065211058553, https://doi.org/10.1177/17455065211058553.

    Cleveland Clinic, “Everything You Need To Know About Menstrual Cups,” diakses Agustus 2026.

    Julie Hennegan et al., “Menstrual Cup Acceptability and Functionality in Real-World Use: A Cross-Sectional Survey of Young People in Australia,” Australian and New Zealand Journal of Obstetrics and Gynaecology 65, no. 3 (2025): 382–389, https://doi.org/10.1111/ajo.13910.

    Anna Maria van Eijk et al., “Menstrual Cup Use, Leakage, Acceptability, Safety, and Availability: A Systematic Review and Meta-Analysis,” The Lancet Public Health 4, no. 8 (2019): e376–e393, https://doi.org/10.1016/S2468-2667(19)30111-2.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More