Untuk yang belum tahu, asam urat, atau istilah medisnya adalah gout, adalah kondisi terjadinya gangguan metabolisme asam urat. Akibatnya, terjadi peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.
Kristal asam urat yang terlalu banyak akan menumpuk di jaringan tubuh dan menimbulkan inflamasi pada persendian (artritis). Bila dialami secara kronis (jangka panjang) dapat menyebabkan menumpuknya asam urat baik di dalam maupun di sekitar persendian. Bila tidak ditangani dengan baik, lama-lama kondisi tersebut bisa menurunkan fungsi ginjal hingga membentuk batu ginjal.
Beberapa penyebab asam urat adalah kondisi obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes; ada riwayat asam urat dalam keluarga; mengalami gangguan ginjal; konsumsi makanan yang tinggi asam urat seperti daging merah dan seafood; serta mengonsumsi terlalu banyak alkohol.
Nah, kembali ke tips nyaman traveling untuk penderita asam urat, perhatikan pola makan, tingkat stres, dan kebutuhan cairan beberapa minggu sebelum liburan dimulai untuk mencegah kekambuhan asam urat.
Hindari atau batasi makanan yang tinggi purin, yang dapat memicu asam urat. Melansir Healthline, contohnya adalah jeroan, daging buruan (rusa, sapi muda), seafood (ikan haring, ikan trout, ikan makerel, ikan tuna, ikan sarden, ikan teri, ikan haddock, kerang, kepiting, udang, dan telur ikan), minuman manis (jus kemasan dan minuman bersoda), pemanis tambahan (madu, nektar agave, dan sirop jantung tinggi fruktosa), dan ragi.
Selain itu, menurut laporan dalam jurnal Arthritis & Rheumatology tahun 2016, karbohidrat olahan seperti roti tawar atau roti putih, kue, dan cookies juga perlu dihindari. Walaupun tidak tinggi purin atau fruktosa, tetapi jenis makanan tersebut rendah nutrisi dan dapat meningkatkan kadar asam urat.