Seseorang bisa saja tetap beraktivitas, makan seperti biasa, dan tidak mengalami gejala mata kuning (jaundice), tetapi hasil pemeriksaan darah menunjukkan HBsAg reaktif (ditemukan antigen permukaan virus Hepatitis B dalam darah).
Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menemukan bahwa 2,4 persen penduduk yang menjalani pemeriksaan biomedis memiliki HBsAg reaktif, yang mana angka tersebut setara dengan sekitar 1 dari setiap 42 orang. Angka itu merupakan estimasi nasional dari sampel tertimbang sebanyak 29.258 orang. Data ini menggambarkan besarnya masalah pada tingkat populasi.
