Pada beberapa kasus, kanker ginjal dapat menyebar ke paru-paru. Ketika hal ini terjadi, pasien bisa mengalami batuk kronis, sesak napas, atau bahkan batuk berdarah.
Gejala ini biasanya muncul ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut.
Kanker ginjal sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal, sehingga banyak pasien baru didiagnosis setelah penyakit mencapai stadium lanjut. Situasi ini membuat pengobatan menjadi lebih kompleks dan peluang kesembuhan lebih rendah.
Memperhatikan perubahan kecil pada tubuh dapat membantu mendeteksi penyakit lebih cepat. Jika mengalami gejala seperti darah dalam urine, nyeri pinggang yang menetap, atau penurunan berat badan tanpa sebab, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dengan diagnosis yang lebih dini, peluang keberhasilan pengobatan kanker ginjal bisa meningkat secara signifikan.
Referensi
American Cancer Society. “Signs and Symptoms of Kidney Cancer.” Diakses Maret 2026.
Tracy L. Rose and William Y. Kim, “Renal Cell Carcinoma,” JAMA 332, no. 12 (August 28, 2024): 1001, https://doi.org/10.1001/jama.2024.12848.
National Cancer Institute. “Kidney Cancer—Patient Version.” Diakses Maret 2026.
Ann M. Berger et al., “Cancer-Related Fatigue, Version 2.2015,” Journal of the National Comprehensive Cancer Network 13, no. 8 (August 1, 2015): 1012–39, https://doi.org/10.6004/jnccn.2015.0122.
Toni K. Choueiri and Robert J. Motzer, “Systemic Therapy for Metastatic Renal-Cell Carcinoma,” New England Journal of Medicine 376, no. 4 (January 25, 2017): 354–66, https://doi.org/10.1056/nejmra1601333.
Janice P Dutcher, “Update on the Biology and Management of Renal Cell Carcinoma,” Journal of Investigative Medicine 67, no. 1 (November 19, 2018): 1–10, https://doi.org/10.1136/jim-2018-000918.