Kampanye “Lindungi Napasmu Jaga Momen Berarti” juga menyoroti persiapan kesehatan sebelum haji dan umrah. Dalam survei tersebut, 43 persen responden Muslim menyatakan berencana menunaikan haji atau umrah dalam dua tahun mendatang.
Sebanyak 69 persen responden mengkhawatirkan cuaca panas, 65 persen mengkhawatirkan dehidrasi, dan 57 persen memperkirakan adanya risiko penyakit pernapasan. Namun, hanya 11 persen yang mengetahui bahwa kerumunan dapat meningkatkan kerentanan terhadap pneumonia serius.
Tinjauan ilmiah mengenai kesehatan jemaah haji menunjukkan bahwa penyakit pernapasan termasuk keluhan yang banyak ditemukan selama ibadah haji. Pneumonia juga menjadi salah satu penyebab utama rawat inap, terutama pada jemaah lanjut usia.
Orang dengan diabetes, penyakit jantung, penyakit paru-paru, atau kondisi kronis lain dapat berkonsultasi dengan dokter sebelum keberangkatan. Pembahasan dapat mencakup pengendalian penyakit, obat yang perlu dibawa, imunisasi yang sesuai, serta langkah perlindungan di tempat ramai.
Menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker di kerumunan atau area berasap, tidak merokok, dan memastikan penyakit kronis terkontrol juga dapat dilakukan sebagai bagian dari persiapan.
Mengenali pneumonia pneumokokus membantu keluarga mengambil langkah lebih cepat dan tepat, terutama ketika merawat orang lanjut usia. Percakapan mengenai risiko dapat dimulai dari satu pertanyaan sederhana saat kunjungan berikutnya ke dokter.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention, “About Pneumococcal Disease,” diakses September 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Pneumococcal Disease: Causes and How It Spreads,” diakses September 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Risk Factors for Pneumonia,” diakses September 2026.
National Health Service, “Pneumonia,” diakses September 2026.
M. Aldossari, A. Aljoudi, and D. Celentano, “Health Issues in the Hajj Pilgrimage: A Literature Review,” Eastern Mediterranean Health Journal 25, no. 10 (2019): 744–753.