Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Merebus yang Air Tercemar Abu Vulkanis Belum Tentu Membuatnya Aman
ilustrasi merebus air (magnific.com/valeria_aksakova)
  • Perebusan mengatasi kuman, tetapi tidak menjamin hilangnya zat kimia terlarut dari abu.

  • Dampak hujan abu terhadap air berbeda-beda, bergantung pada komposisi abu, jumlahnya, dan kondisi sumber air.

  • Jika abu masuk ke penampungan, gunakan sumber air minum yang aman sambil menunggu arahan berdasarkan pemeriksaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hujan abu vulkanis mereda, tetapi bersih-bersih rumah belum selesai. Selain lantai dan atap, persediaan air ikut menjadi perhatian. Ketika abu masuk ke penampungan air, merebus air mungkin dirasa bisa membersihkannya dari abu.

Namun, merebus saja tidak menjamin air yang tercemar abu vulkanis aman diminum. Perebusan dapat membunuh kuman, tetapi tidak dapat diandalkan untuk menghilangkan bahan kimia berbahaya yang mungkin terlarut. Air yang mengandung bahan kimia beracun tidak bisa dibuat aman hanya dengan direbus atau diberi disinfektan.

1. Abu dapat mengubah lebih dari sekadar kejernihan air

Partikel abu yang melayang dalam air dapat meningkatkan kekeruhan. Abu yang baru jatuh juga bisa melepaskan zat yang larut ketika bersentuhan dengan air, serta mengubah tingkat keasamannya.

Penelitian dalam Journal of Volcanology and Geothermal Research merangkum dampak sejumlah erupsi terhadap persediaan air. Peneliti menemukan laporan peningkatan kekeruhan, keasaman, serta kadar zat seperti fluorida, besi, sulfat, dan klorida.

Akan tetapi, terkena abu tidak otomatis berarti air mengandung racun pada kadar berbahaya. Besarnya perubahan bergantung pada kandungan abu, banyaknya abu yang masuk, volume air yang mengencerkannya, dan kondisi awal air.

2. Air yang kembali jernih belum tentu aman

ilustrasi abu vulkanis (unsplash.com/Zach Lucero)

Mendiamkan air atau menyaringnya dengan kain dapat mengurangi partikel yang melayang. Namun, berkurangnya kekeruhan tidak membuktikan zat yang sudah larut ikut hilang. Karena abu dapat melepaskan zat terlarut, kejernihan saja tidak cukup untuk menilai keamanan air.

Perebusan tetap berguna ketika masalahnya adalah pencemaran kuman. Akan tetapi, manfaat tersebut tidak boleh dianggap sebagai jaminan untuk air yang dicurigai tercemar bahan kimia.

Ikuti petunjuk resmi yang berlaku. Rebus air jika dianjurkan, tetapi jangan mengonsumsinya jika ada larangan untuk menggunakan air tersebut.

3. Penampungan air hujan perlu mendapat perhatian khusus

Atap dapat mengumpulkan abu, lalu hujan membawanya melalui talang ke dalam tandon. Sistem penampungan air dari atap rentan karena area penangkapannya luas dibandingkan volume air yang ditampung.

Jika abu sudah masuk ke tandon air atau toren, kamu disarankan untuk menggunakan persediaan air darurat untuk minum dan menyiapkan makanan sampai tersedia arahan resmi berdasarkan analisis abu atau pengujian air.

Saluran dari atap juga perlu diputus sementara agar tidak membawa lebih banyak abu ke penampungan.

4. Utamakan sumber air yang sudah dipastikan aman

ilustrasi air minum dalam kemasan (pexels.com/nerea arance)

Selama keamanan air belum jelas, gunakan air minum kemasan tersegel atau pasokan air yang dinyatakan aman oleh penyedia air dan otoritas kesehatan. Air aman juga diperlukan untuk memasak, membuat es, dan menyiapkan susu formula.

Keputusan menggunakan kembali air toren sebaiknya mengikuti hasil pemeriksaan dan arahan setempat. Air yang sudah mendidih memang telah dipanaskan, tetapi itu belum membuktikan seluruh pencemarnya telah teratasi.

Referensi

Centers for Disease Control and Prevention, “How to Make Water Safe in an Emergency,” diakses September 2026.

U.S. Geological Survey, “Water Supply,” diakses September 2026.

C. Stewart et al., “Contamination of Water Supplies by Volcanic Ashfall: A Literature Review and Simple Impact Modelling,” Journal of Volcanology and Geothermal Research 158, nos. 3–4 (2006): 296–306, https://doi.org/10.1016/j.jvolgeores.2006.07.002.

U.S. Geological Survey, “Roof Catchment Tanks,” diakses September 2026.

Editorial Team

Related Article