Comscore Tracker

Orang dengan Obesitas Rentan Terkena COVID-19? Ini Penjelasannya

Upayakan jaga berat badan dalam kisaran ideal, ya

Obesitas adalah keadaan kompleks ketika jumlah tubuh melebihi batas normal. Berdasarkan statistik dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2016 ada lebih dari 1,9 miliar orang dewasa (18 tahun ke atas) mengalami kelebihan berat badan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 650 juta mengalami obesitas

Obesitas bukan hanya masalah penampilan saja. Ini merupakan kondisi yang meningkatkan risiko berbagai penyakit. Lantas, berbahayakah kondisi obesitas di tengah pandemi COVID-19 ini? Apakah obesitas merupakan komorbid? Simak ulasannya berikut ini, ya.

1. Efek obesitas bagi kesehatan

Orang dengan Obesitas Rentan Terkena COVID-19? Ini Penjelasannyailustrasi penyakit jantung (healthline.com)

Ada beberapa penyakit atau gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari obesitas atau kelebihan berat badan. Dilansir WebMD, di antaranya adalah:

  • Penyakit jantung dan stroke
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Diabetes
  • Beberapa jenis kanker
  • Penyakit kandung empedu dan batu empedu
  • Osteoartritis
  • Gout
  • Masalah pernapasan, seperti sleep apnea dan asma

Tidak semua orang yang mengalami obesitas memiliki masalah ini. Risiko meningkat jika memiliki riwayat keluarga dengan salah satu kondisi tersebut.

2. Hubungan antara obesitas dengan COVID-19

Orang dengan Obesitas Rentan Terkena COVID-19? Ini Penjelasannyailustrasi obesitas (pixabay.com/bru-no)

Sejak pandemi, lusinan penelitian melaporkan bahwa banyak pasien COVID-19 yang bergejala berat adalah orang-orang dengan obesitas.

Menurut keterangan di laman American Association for the Advancement of Science, dalam beberapa waktu belakangan hubungan antara obesitas dan COVID-19 menjadi fokus yang lebih tajam karena studi populasi baru yang besar telah memperkuat asosiasi, serta menunjukkan bahwa orang yang kelebihan berat badan berisiko lebih tinggi terinfeksi.

Misalnya, dalam studi metaanalisis yang diterbitkan pada 26 Agustus dalam jurnal Obesity Review, tim peneliti internasional mengumpulkan data dari sejumlah makalah peer-review yang meneliti 399.000 pasien. Mereka menemukan bahwa orang dengan obesitas 113 persen lebih mungkin tertular COVID-19 dibandingkan dengan orang-orang dengan berat badan sehat.

Selain itu, orang-orang dengan obesitas 74 persen lebih mungkin menjalani perawatan intensif di ICU dan 48 persen lebih mungkin untuk meninggal dunia.

Baca Juga: Life Hack! Terapkan Trik Ini supaya Berhasil Turun Berat Badan

3. Efek obesitas terhadap COVID-19

Orang dengan Obesitas Rentan Terkena COVID-19? Ini Penjelasannyailustrasi inflamasi (cancercenter.com)

Dilansir Scientific American, dalam tubuh yang sehat, jaringan adiposa berperan positif, berfungsi sebagai penyimpan energi pada saat terjadi kelangkaan energi. Di sisi lain, jaringan lemak merupakan jaringan yang diisi dengan sel-sel sistem kekebalan tubuh. Pada individu sehat dengan berat badan ideal, jaringan ini mengeluarkan faktor-faktor yang antiinflamasi dan protektif.

Namun, jika jaringan lemak berlebihan dan tidak sehat, seperti yang sering terjadi pada orang dengan obesitas, fungsinya bisa terganggu dan mengeluarkan hormon dan sinyal kimia lain yang memicu peradangan kronis tingkat rendah. Bila ini terjadi terus-menerus, tentu ini mengakibatkan peradangan kronis yang meningkatkan risiko sejumlah kondisi, termasuk penyakit autoimun, kanker tertentu, serta penyakit jantung, pankreas, paru-paru, pencernaan, sistem reproduksi, termasuk memperparah infeksi COVID-19.

4. Penyebab obesitas

Orang dengan Obesitas Rentan Terkena COVID-19? Ini Penjelasannyailustrasi makanan cepat saji (pexels.com/robinstickel)

Dilansir situs Mayo Clinic, ada beberapa faktor yang menyebabkan obesitas, yaitu:

  • Warisan dan pengaruh keluarga. Gen yang diwariskan dari orang tua dapat memengaruhi jumlah lemak tubuh yang disimpan, efisiensi tubuh mengubah makanan menjadi energi, nafsu makan, hingga metabolisme. 
  • Pola makan yang tidak sehat. Mengonsumsi makanan tinggi kalori, kurang makan buah dan sayuran, penuh makanan cepat saji, dan sarat dengan minuman berkalori tinggi dan porsi besar berkontribusi pada penambahan berat badan.
  • Minum minuman tinggi kalori. Terutama kalori dari alkohol. Minuman berkalori tinggi lainnya, seperti soft drinks yang manis, dapat berkontribusi pada penambahan berat badan yang signifikan.
  • Kurang gerak. Menatap layar komputer, tablet, dan ponsel dalam waktu lama merupakan aktivitas pasif. Ini sangat terkait dengan penambahan berat badan.
  • Penyakit dan obat-obatan tertentu. Pada beberapa orang, obesitas dapat ditelusuri penyebab medisnya, seperti sindrom Prader-Willi, sindrom Cushing, dan kondisi lainnya. Penyakut seperti radang sendi juga dapat menyebabkan penurunan aktivitas, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
  • Faktor usia. Seiring penuaan, perubahan hormonal dan gaya hidup yang kurang aktif bisa meningkatkan risiko obesitas. Selain itu, jumlah otot di tubuh cenderung berkurang seiring bertambahnya usia. Umumnya, massa otot yang lebih rendah menyebabkan penurunan metabolisme. Perubahan ini juga mengurangi kebutuhan kalori tubuh.

5. Cara mengatasi obesitas

Orang dengan Obesitas Rentan Terkena COVID-19? Ini Penjelasannyailustrasi joging (pexels.com/leandroboogalu)

Ada cara untuk membantu mengatasi obesitas, ini meliputi: 

  • Mengurangi asupan kalori. Untuk mendapatkan penjelasan mengenai program diet lebih lanjut, konsultasi dengan ahli gizi bisa jadi opsi terbaik.
  • Konsumsi makanan porsi besar berkalori kecil. Buah dan sayuran biasanya ukuran porsinya lebih besar dengan kalori yang lebih sedikit. Ini dapat membantu mengurangi rasa lapar. 
  • Konsumsi lebih banyak makanan nabati, seperti buah-buahan, sayuran, dan karbohidrat gandum. Pilih sumber protein minim atau tanpa lemak (kacang-kacangan, lentil, dan kedelai, serta daging tanpa lemak).
  • Melakukan setidaknya 150 menit seminggu aktivitas fisik intensitas sedang/olahraga untuk mencegah penambahan berat badan lebih lanjut atau untuk mempertahankan penurunan berat badan dalam jumlah sedang. 
  • Aktif bergerak. Sebagai contoh mengerjakan pekerjaan rumah tangga, berkebun, bangun dan bergerak secara berkala, hingga mencoba mencapai 10.000 langkah setiap hari bisa dicoba untuk mengurangi berat badan.
  • Cari teman dan bergabung ke dalam komunitas di mana orang lain berbagi tantangan serupa dengan obesitas untuk mendapatkan support system yang lebih baik.

Itulah penjelasan hubungan antara COVID-19 dengan obesitas serta saran mencapai berat badan ideal. Bisa disimpulkan kalau menjaga berat badan tetap ideal (BMI 18,5-24,9) adalah salah satu upaya yang baik untuk menghadapi pandemi COVID-19 ini.

Baca Juga: 10 Jenis Buah Terbaik untuk Sarapan, Ampuh Turunkan Berat Badan

bocah bandung99 Photo Verified Writer bocah bandung99

I will write an amazing researched article

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya