- Lanjutkan minum obat jerawat lain yang diresepkan oleh dokter. Pil KB hanya menargetkan sebagian dari masalah jerawat.
- Pastikan kamu mengikuti jadwal minum pil KB dengan tepat. Melakukan hal itu memberikan manfaat dan keamanan maksimal.
- Bicarakan dengan dokter tentang kemungkinan efek samping dari pil KB. Ini dapat mencakup nyeri payudara, sakit kepala, pendarahan di luar siklus menstruasi, atau munculnya jerawat sementara. Penting untuk mengetahui apa yang diharapkan.
- Beri tahu dokter tentang obat lain yang kamu minum. Beberapa jenis pil KB dapat mengganggu efektivitas kontrasepsi lain dan menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan. Selain itu, mengonsumsi beberapa jenis pil KB bersamaan dengan antibiotik oral mungkin mengharuskan penggunaan metode kontrasepsi cadangan.
Cara Menggunakan KB Hormonal untuk Mengatasi Jerawat

- KB hormonal adalah versi sintetis dari hormon perempuan, yaitu progesteron dan estrogen, baik dalam kombinasi atau hanya progesteron.
- Kontrasepsi hormonal bertujuan mencegah menstruasi dengan membuat kadar estrogen dan/atau progesteron tetap stabil untuk mencegah ovulasi.
- Pil KB yang mengandung estrogen dan progesteron akan menurunkan jumlah androgen dalam tubuh sehingga menghasilkan lebih sedikit sebum dan jerawat yang tidak terlalu parah.
Bagi perempuan, masalah jerawat yang parah dapat menyebabkan rasa malu, kecemasan, isolasi sosial, dan bekas luka permanen pada kulit. Bahkan, jerawat parah terkadang dapat menurunkan peluang diterima kerja di beberapa industri. Salah satu cara yang banyak digunakan dermatolog untuk mengatasi masalah jerawat pada perempuan adalah dengan menggunakan KB hormonal.
Secara umum, KB untuk mengobati jerawat sering disarankan untuk perempuan sehat yang juga membutuhkan kontrasepsi. Biasanya, KB hormonal dipilih setelah perawatan jerawat lainnya, seperti krim topikal dan antibiotik oral, gagal membersihkan kulit. Berikut informasi tentang penggunaan KB hormonal untuk mengatasi jerawat.
1. Apa itu KB hormonal?
KB hormonal adalah versi sintetis dari hormon perempuan, yaitu progesteron dan estrogen, baik dalam kombinasi atau hanya progesteron. Kontrasepsi hormonal bertujuan mencegah menstruasi dengan membuat kadar estrogen dan/atau progesteron tetap stabil untuk mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks untuk menghentikan sperma memasuki rahim dan membuahi sel telur; serta menipiskan lapisan rahim untuk menurunkan peluang implantasi dan perkembangan sel telur yang telah dibuahi.
Hormon secara alami berfluktuasi sepanjang siklus menstruasi. Empat hormon utama yang terlibat dalam siklus menstruasi adalah dua hormon pengontrol, yaitu hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH), dan dua hormon respons ovarium, yaitu estrogen dan progesteron.
Fluktuasi alami hormon estrogen dan/atau progesteron dihentikan saat kamu menggunakan kontrasepsi hormonal. Sebaliknya, kadarnya dijaga konstan, yang menekan pelepasan FSH dan LH, menghentikan siklus menstruasi alami terjadi.
2. Bagaimana kontrasepsi hormonal mengatasi jerawat?
Terdapat hubungan yang jelas antara hormon dan jerawat. Jerawat lebih sering dialami remaja karena kadar hormon yang berfluktuasi selama masa pubertas. Perempuan juga biasanya mengalami peningkatan munculnya jerawat selama PMS karena kadar hormon berubah selama siklus. Namun, bagi sebagian orang, jerawat tetap ada selama bertahun-tahun, bahkan setelah menopause.
Jerawat dipicu oleh produksi sebum yang berlebihan. Sebum adalah minyak yang diproduksi oleh kelenjar di kulit. Bersama dengan sel-sel kulit, sebum dapat menyumbat pori-pori dan mendorong pertumbuhan bakteri yang menyebabkan jerawat.
Androgen, sekelompok hormon yang mencakup testosteron, merangsang kulit untuk memproduksi sebum. Ovarium dan kelenjar adrenal perempuan biasanya menghasilkan androgen dalam jumlah rendah. Kadar androgen yang lebih tinggi dapat menyebabkan kelebihan sebum. Mengonsumsi pil KB yang mengandung estrogen dan progesteron akan menurunkan jumlah androgen dalam tubuh. Hal ini menghasilkan lebih sedikit sebum dan jerawat yang tidak terlalu parah.
3. Jenis KB hormonal yang dapat membantu mengatasi jerawat

Beberapa jenis KB hormonal bisa membantu mengatasi jerawat, terutama yang bekerja menurunkan efek hormon androgen. Pil kontrasepsi kombinasi yang terdiri atas estrogen dan progestin adalah yang paling sering direkomendasikan dokter untuk mengatasi jerawat hormonal. Alasannya, estrogen dalam pil ini dapat meningkatkan perlindungan androgen bebas dan menurunkan produksi androgen, sehingga mengurangi minyak kulit dan jerawat. Progestin tertentu yang bersifat anti-androgenik (seperti drospirenone atau cyproterone acetate) juga memberikan efek tambahan dalam menekan jerawat.
Kontrasepsi kombinasi yang mengandung progestin anti-androgen kerap digunakan dalam praktik dermatologi sebagai terapi jerawat secara bersamaan dengan pengaturan hormonal. Pil KB jenis ini telah terbukti mengurangi lesi jerawat dan keparahan jerawat pada banyak perempuan setelah beberapa bulan penggunaan.
Sebaliknya, KB hormonal yang hanya mengandung progestin tanpa estrogen, seperti mini pil, implan, atau suntikan tertentu, cenderung tidak efektif untuk mengatasi jerawat. Alasannya, kontrasepsi ini tidak menurunkan androgen bebas yang berperan pada jerawat.
4. Kapan KB hormonal direkomendasikan untuk pengobatan jerawat?
Pil KB hormonal efektif melawan semua jenis jerawat, termasuk komedo hitam, komedo putih, dan jerawat inflamasi. Dermatolog mungkin menyarankan penggunaan KB hormonal untuk pengobatan jerawat bila pilihan lain, seperti krim jerawat topikal dan antibiotik oral gagal mengatasi jerawat.
Mereka mungkin juga menyarankan penggunaan KB hormonal bersama dengan perawatan lain untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Karena KB hormonal relatif aman, dokter kulit mungkin merekomendasikannya sebelum beralih ke obat jerawat lain dengan efek samping yang lebih keras, seperti isotretinoin.
Namun, penggunaan KB hormonal untuk mengatasi masalah jerawat hanya boleh digunakan untuk pasien berusia di atas 15 tahun dan sudah mengalami menstruasi. Selain itu, kamu mungkin perlu konsisten menggunakan pil KB selama minimal tiga bulan untuk melihat hasilnya.
5. Tips untuk manfaat maksimal
Berikut tips mendapatkan manfaat maksimal dari KB hormonal untuk jerawat:
Bagi sebagian orang, KB hormonal merupakan pengobatan yang bagus untuk jerawat. Pil KB yang terdiri atas kombinasi hormon efektif melawan semua jenis jerawat dan dapat digunakan sendiri atau bersamaan dengan pengobatan lain. Pil KB untuk pengobatan jerawat bekerja dengan menurunkan jumlah testosteron dalam tubuh. Hal ini dapat menghasilkan lebih sedikit jerawat dan jerawat yang kurang parah secara keseluruhan.
Referensi
Forth. Diakses pada Januari 2026. Hormonal Contraception: What are They and What are The Side Effects.
GoodRx. Diakses pada Januari 2026. 4 Birth Control Pills That Treat Acne: Recommended Brands and FAQs.
WebMD. Diakses pada Januari 2026. Birth Control for Acne.



















