Hindari langsung menyuruh atau membuat anak diet ketat. Diet terlalu restriktif bisa membuat anak lapar, mudah marah, sembunyi-sembunyi makan, atau punya hubungan buruk dengan makanan.
Lebih aman mulai dari perubahan kecil di rumah, seperti membuat jadwal makan lebih teratur, tambah sayur dan buah, cukup protein, kurangi minuman manis, batasi camilan tinggi gula dan lemak, serta biasakan makan tanpa distraksi layar.
Aktivitas fisik juga penting. Rekomendasinya, anak dan remaja usia 5–17 tahun melakukan rata-rata setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat per hari, terutama aktivitas aerobik. Bermain sepeda, jalan cepat, berenang, menari, main bola, atau aktivitas fisik yang anak suka bisa menjadi awal yang lebih realistis.
Beri perhatian juga pada pola tidur anak. Kurang tidur dapat memengaruhi rasa lapar, pilihan makanan, energi untuk bergerak, dan regulasi metabolik. Tinjauan ilmiah tahun 2024 menyebut durasi tidur pendek pada anak dan remaja berkaitan dengan peningkatan adipositas dan penanda risiko kardiovaskular.
Orang tua sebaiknya membawa anak ke dokter anak jika berat badan naik cepat, BMI berada di kategori overweight atau obesitas, muncul keluhan fisik, ada riwayat keluarga penyakit metabolik, atau anak mulai terganggu secara emosional karena tubuhnya. Dokter dapat menilai grafik pertumbuhan, tekanan darah, tanda resistensi insulin, pola makan, aktivitas, tidur, serta bila perlu pemeriksaan laboratorium.
Referensi
World Health Organization. “Obesity and Overweight.” Diakses Juli 2026.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). “Child and Teen BMI Categories.” Diakses Juli 2026.
Hampl, Sarah E., Sandra G. Hassink, Renee M. Skinner, et al. “Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Treatment of Children and Adolescents With Obesity.” Pediatrics 151, no. 2 (2023): e2022060640. https://doi.org/10.1542/peds.2022-060640.
CDC. “Evidence-Based Guidelines for Child Obesity.” May 7, 2024. https://www.cdc.gov/obesity/child-obesity-strategies/evidence-based-guidelines.html.
Styne, Dennis M., Silva A. Arslanian, Ellen L. Connor, et al. “Pediatric Obesity—Assessment, Treatment, and Prevention: An Endocrine Society Clinical Practice Guideline.” The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism 102, no. 3 (2017): 709–757. https://doi.org/10.1210/jc.2016-2573.
Chaput, Jean-Philippe, Fiona C. Bull, Willibald Ruch, et al. “2020 WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour for Children and Adolescents Aged 5–17 Years: Summary of the Evidence.” International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity 17 (2020): 141. https://doi.org/10.1186/s12966-020-01037-z.
Porri, Daniel, Chiara Tonini, Alessandra Iannello, et al. “Preventing and Treating Childhood Obesity by Sleeping Better.” Frontiers in Endocrinology 15 (2024): 1426021. https://doi.org/10.3389/fendo.2024.1426021.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. “Kurva Pertumbuhan WHO.” Diakses Juli 2026.
Kementerian Kesehatan RI. "Permenkes Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak." Diakses Juli 2026.