Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Studi: Antibiotik Cefepime Dikaitkan dengan Risiko Kematian

3 min read
Studi: Antibiotik Cefepime Dikaitkan dengan Risiko Kematian
ilustrasi antibiotik suntik atau injeksi (pexels.com/Lucas Guimarães Bueno)
  • Analisis 110 uji klinis menemukan sinyal peningkatan kematian pada penggunaan cefepime dibandingkan antibiotik pembanding.

  • Temuan pada orang dewasa perlu diperhatikan, tetapi besarnya efek masih memiliki ketidakpastian.

  • Pasien tidak perlu menghentikan pengobatan sendiri; pemilihan obat dan dosis memerlukan penilaian dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ketika infeksi membuat seseorang harus dirawat di rumah sakit, antibiotik menjadi bagian penting dari pengobatan. Salah satu yang digunakan adalah cefepime atau sefepim, obat suntik untuk sejumlah infeksi bakteri, termasuk pneumonia dan infeksi saluran kemih.

Studi terbaru dalam jurnal JAMA Network Open pada 10 September 2026 kembali menyoroti keamanannya. Penelitian menemukan sinyal peningkatan kematian dibandingkan antibiotik pembanding, terutama pada orang dewasa.

  1. 1. Temuannya khusus mengenai cefepime

    Cefepime termasuk antibiotik sefalosporin. Obat ini juga digunakan pada pasien yang mengalami demam dengan jumlah sel darah putih rendah, sehingga lebih rentan terhadap infeksi. Pemberiannya melalui pembuluh darah atau suntikan ke otot, sesuai kebutuhan pengobatan.

    Peneliti menggabungkan 110 uji klinis acak dengan 22.608 pasien, mencakup dewasa dan anak. Cefepime dibandingkan dengan antibiotik beta-laktam lain. Jadi, hasilnya tidak berlaku untuk semua antibiotik.

  2. 2. Seberapa besar perbedaan risiko kematiannya?

    Secara keseluruhan, kematian terjadi pada 6,6 persen kelompok cefepime dan 6,2 persen kelompok pembanding, dengan waktu penilaian sekitar 30 hari atau yang paling mendekatinya. Selisih kasarnya sekitar 0,4 poin persentase.

    Model statistik memperkirakan probabilitas 94,4 persen bahwa odds kematian lebih tinggi dengan cefepime. Bukan berarti 94,4 persen pengguna meninggal, estimasi gabungannya adalah odds ratio 1,10, dengan rentang kredibel 95 persen sebesar 0,98–1,24; rentang ini masih mencakup kemungkinan tidak ada perbedaan.

    Dalam analisis khusus 57 uji terpublikasi pada orang dewasa, odds ratio mencapai 1,18, dengan rentang 1,03–1,35.

  3. 3. Penyebab perbedaan belum bisa dipastikan

    Ilustrasi obat injeksi dan suntikan sebagai perlengkapan medis untuk pemberian obat melalui jarum.
    ilustrasi obat suntik, obat injeksi, suntikan (pexels.com/Hannah Barata)

    Dalam komentar ilmiah pendamping, Daniel Z. Uslan dan Ethan A. Smith menyoroti dua kemungkinan: kadar obat terlalu rendah untuk mengatasi infeksi, atau terlalu tinggi sehingga menimbulkan efek toksik.

    Cefepime dapat menumpuk ketika fungsi ginjal terganggu atau dosis tidak disesuaikan, lalu memicu gangguan fungsi otak dan kejang. Namun, mekanisme ini belum terbukti menjelaskan hasil metaanalisis ini.

    Mereka juga mengingatkan bahwa banyak penelitian berasal dari masa sebelum tahun 2010. Data uji yang tidak dipublikasikan menunjukkan arah hasil berbeda, sehingga kesesuaian temuan dengan praktik pengobatan sekarang perlu ditelaah.

  4. 4. Pengobatan perlu dievaluasi, bukan dihentikan sendiri

    Penulis studi tidak menyimpulkan cefepime harus ditinggalkan. Temuan ini mendorong evaluasi manfaat, risiko, dan ketepatan dosis pada setiap pasien.

    Apabila sedang menerima cefepime, beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit ginjal dan obat lain yang digunakan.

    Kebingungan mendadak, kejang, atau penurunan kesadaran perlu segera dilaporkan kepada tenaga medis.

    Jangan mengubah atau menghentikan pengobatan tanpa arahan dokter; infeksi yang belum teratasi juga dapat membahayakan kesehatan.

    Referensi

    MedlinePlus, “Cefepime Injection,” diakses September 2026.

    Zahra N. Sohani et al., “Cefepime and Mortality: A Systematic Review and Bayesian Meta-Analysis,” JAMA Network Open 9, no. 9 (2026): e2633017, https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2026.33017.

    Daniel Z. Uslan dan Ethan A. Smith, “Cefepime and Mortality—A Dosing Problem, Not a Drug Problem,” JAMA Network Open 9, no. 9 (2026): e2632904, https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2026.32904.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More