Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dari Medan Perang ke Jalan Raya, Ini Sejarah Ambulans

Dari Medan Perang ke Jalan Raya, Ini Sejarah Ambulans
ilustrasi mobil ambulans. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
  • Dominique-Jean Larrey memelopori sistem evakuasi cepat yang menjadi cikal bakal ambulans modern.

  • “Ambulans terbang” buatannya berupa kereta kuda ringan untuk menjangkau prajurit yang terluka.

  • Inovasinya mencakup pertolongan lebih awal dan prioritas perawatan berdasarkan keparahan cedera.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pada akhir abad ke-18, bagi prajurit yang terluka di medan perang, pertolongan bisa datang setelah pertempuran selesai. Kereta pengangkut korban berada jauh di belakang pasukan, sementara mereka menunggu dalam kesakitan. Situasi ini mendorong dokter bedah Prancis, Dominique-Jean Larrey, mengembangkan sistem pertolongan yang menjadi salah satu fondasi ambulans modern.

Bagaimana kendaraan penyelamat ini berkembang dari medan perang hingga melayani masyarakat?

  1. 1. Berawal dari panjangnya penantian prajurit yang terluka

    Menurut catatan Royal College of Surgeons of England, sebelum pembaruan Larrey, prajurit terkadang menunggu 24–36 jam sampai tim medis dapat menjangkau mereka. Kereta ambulans yang besar dan sulit bergerak ditempatkan jauh dari pertempuran.

    Itu berarti kendaraan pengangkut korban sudah ada sebelum Larrey. Kontribusinya adalah mengembangkan sistem evakuasi yang lebih cepat dan membawa pertolongan mendekati lokasi prajurit terluka. Jadi, ini lebih tepat disebut sebagai kelahiran cikal bakal ambulans modern.

  2. 2. Berupa kereta kuda

    Larrey bergabung sebagai asisten dokter bedah Angkatan Darat Prancis pada 1792. Saat mengamati kelincahan artileri berkuda di kawasan Sungai Rhine, ia mendapat inspirasi untuk mengembangkan ambulances volantes, atau “ambulans terbang”.

    Kendaraan ini berupa kereta kuda ringan dengan suspensi untuk kenyamanan pasien. Penempatannya dekat pasukan memungkinkan tenaga medis memberikan pertolongan di lokasi, lalu mengangkut korban ke tempat aman.

    Sebutan “terbang” merujuk pada mobilitasnya.

  3. 3. Prajurit ditolong berdasarkan keparahan luka

    Ambulans kereta kuda pada masa Perang Saudara Amerika, dengan beberapa pria berdiri di dekat kendaraan di area terbuka.
    Ambulans kereta kuda saat Perang Saudara Amerika (1861–1865). (commons.wikimedia.org/Civil War glass negative collection (Library of Congress))

    Larrey juga mengubah cara menentukan siapa yang mendapat perawatan lebih dahulu. Kajian sejarah dalam jurnal Cureus pada 2024 menjelaskan bahwa ia memprioritaskan prajurit dengan luka paling berbahaya tanpa memandang pangkat.

    Pendekatan tersebut menjadi bagian penting perkembangan triase, yaitu penilaian untuk menentukan urutan penanganan berdasarkan kebutuhan medis.

  4. 4. Ambulans kemudian hadir di jalanan kota

    Dalam perkembangan berikutnya, ambulans juga digunakan untuk melayani masyarakat sipil. Catatan resmi pemadam kebakaran Kota New York, FDNY, menggambarkan layanan awal di sekitar 1870, bahwa ambulans ditarik kuda dan diberangkatkan dari Bellevue Hospital di Manhattan melalui komunikasi telegraf.

    Contoh itu memperlihatkan bahwa layanan ambulans mulai menghubungkan kendaraan, komunikasi, dan rumah sakit untuk mengatur pertolongan. Dari medan perang hingga jalanan kota, perkembangannya mencakup cara menjangkau pasien dan membawa mereka menuju perawatan yang dibutuhkan.

    Referensi

    Royal College of Surgeons of England, “Dominique Jean Larrey – Surgeon in Chief of Napoleon’s Armies,” diakses September 2026.

    Matthew D. Turner dan Muhammad Hamza Shah, “Dominique-Jean Larrey (1766–1842): The Founder of the Modern Triage System,” Cureus 16, no. 6 (2024): e62375, doi:10.7759/cureus.62375.

    Fire Department of the City of New York, “History,” diakses September 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More