Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sebelum Ada Insulin, Bagaimana Orang dengan Diabetes Bertahan?

Sebelum Ada Insulin, Bagaimana Orang dengan Diabetes Bertahan?
ilustrasi insulin (unsplash.com/Sweet Life)
  • Sebelum insulin tersedia, diet menjadi tumpuan pengobatan, tetapi bukan penyembuhan.

  • Diabetes tipe 1 sangat berbahaya tanpa insulin; perjalanan diabetes tipe 2 dapat berbeda.

  • Terapi insulin mulai digunakan pada manusia pada 1922 dan memungkinkan penggantian hormon yang dibutuhkan tubuh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pada Januari 1922, Leonard Thompson baru berusia 14 tahun ketika menjadi orang pertama yang menerima suntikan insulin untuk diabetes. Kondisinya sudah mengancam nyawa. Pengobatan yang diberikan kepadanya menjadi titik balik setelah bertahun-tahun dokter menghadapi penyakit ini dengan pilihan yang sangat terbatas.

Sebelumnya, dokter mengandalkan pengaturan makanan, termasuk pembatasan karbohidrat. Sebagian bahkan menerapkan puasa berulang dan pembatasan kalori ekstrem untuk meredakan gejala serta mengupayakan tambahan waktu hidup. Namun, banyak anak dengan diabetes tetap meninggal dalam hitungan bulan hingga beberapa tahun setelah diagnosis.

  1. Mengapa sebagian pasien sulit bertahan?

    Untuk memahami sejarahnya, perlu dibedakan jenis diabetes berdasarkan pengetahuan sekarang.

    Pada diabetes tipe 1, pankreas menghasilkan sangat sedikit insulin atau tidak sama sekali. Hormon ini membantu gula darah masuk ke sel untuk digunakan sebagai energi.

    Ketika insulin tidak mencukupi, tubuh memecah lemak sebagai sumber energi dan menghasilkan keton. Penumpukan keton dapat menyebabkan ketoasidosis diabetik, kondisi darurat yang mengancam nyawa. Jadi, masalahnya bukan cuma terlalu banyak gula dalam makanan.

    Pada diabetes tipe 2, tubuh tidak menggunakan insulin dengan baik atau tidak menghasilkan cukup insulin. Gejalanya dapat berkembang perlahan selama bertahun-tahun.

    Perbedaan ini membantu menjelaskan mengapa perjalanan diabetes tidak sama pada semua orang, termasuk sebelum terapi insulin tersedia.

  2. Diet yang sangat ketat menjadi tumpuan

    Ilustrasi pola makan sehat dengan sayuran, buah, dan bahan makanan bergizi untuk pasien diabetes harian.
    ilustrasi diet untuk pasien diabetes (magnific.com/rawpixel.com)

    Pada tahun 1915–1922, dokter Frederick Allen dan Elliott Joslin mempromosikan pengobatan yang kemudian dikenal sebagai starvation diets atau diet kelaparan. Pasien menjalani puasa berulang dan asupan makanan yang sangat dibatasi. Gula dalam urine menjadi salah satu ukuran yang dipantau.

    Pendekatan ini tentu membawa masalah, seperti kelemahan, gangguan pertumbuhan anak, dan berkurangnya ketahanan terhadap infeksi. Sebagian pasien bahkan meninggal akibat kelaparan.

    Analisis sejarah oleh Allan Mazur dalam Nutrition Journal pada tahun 2011 juga menemukan sedikit bukti klinis saat itu bahwa pembatasan kalori ekstrem memberikan hasil lebih baik daripada diet rendah karbohidrat yang sudah digunakan.

  3. Insulin mengubah arah pengobatan

    Penelitian Banting, Best, dan Macleod di Universitas Toronto pada 1921, disusul pemurnian ekstrak oleh James Collip, membuka jalan bagi pengobatan Leonard. Suntikan pertamanya pada 11 Januari 1922 belum memberikan hasil memadai dan menimbulkan abses di lokasi suntikan.

    Pada 23 Januari, Leonard menerima ekstrak yang lebih murni. Kali ini, gula darahnya turun mendekati normal tanpa efek samping yang tampak jelas. Pengobatan mulai dapat menggantikan hormon yang tidak tersedia dalam jumlah cukup di tubuhnya.

    Insulin tidak menyembuhkan diabetes tipe 1, tetapi memungkinkan penyakit ini dikelola. Hingga kini, orang dengan diabetes tipe 1 butuh insulin untuk bertahan hidup. Pengaturan makan mendukung perawatan, tetapi tidak dapat menggantikan kebutuhan tersebut.

    Referensi

    Diabetes UK, “100 Years of Insulin,” diakses September 2026.

    Allan Mazur, “Why Were ‘Starvation Diets’ Promoted for Diabetes in the Pre-Insulin Period?,” Nutrition Journal 10 (2011): 23, https://doi.org/10.1186/1475-2891-10-23.

    National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, “Type 1 Diabetes,” diakses September 2026.

    National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, “Type 2 Diabetes,” diakses September 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More