Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Banyak yang Sakit, Ini 6 Cara Mencegah Influenza A

4 min read
Banyak yang Sakit, Ini 6 Cara Mencegah Influenza A
ilustrasi pakai masker untuk mencegah penyakit (IDN Times/NRF)
  • Vaksinasi influenza tahunan membantu mengurangi risiko flu, tetapi perlindungannya tidak langsung terbentuk.

  • Masker yang pas, udara ruangan yang lebih bersih, dan mengurangi kontak dekat membantu menekan paparan.

  • Tetap di rumah saat sakit merupakan bagian penting untuk melindungi keluarga dan rekan kerja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Influenza musiman adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan B. Influenza atau flu musiman biasanya muncul saat musim dingin, yaitu antara Oktober hingga Maret di belahan bumi utara, dan antara April hingga September di belahan bumi selatan. Sementara itu, di negara tropis seperti Indonesia, flu musiman bisa terjadi kapan saja sepanjang tahun.

Hingga saat ini terdapat 4 jenis virus influenza yaitu tipe A, B, C dan D. Virus influenza tipe A dan B yang paling umum menyebabkan wabah pada manusia. Di Indonesia, virus Influenza A merupakan virus yang paling sering menyebabkan flu musiman.

Karena bisa terjadi kapan saja sepanjang tahun, praktikkan langkah-langkah pencegahan influenza A di bawah ini demi melindungi dirimu dan orang-orang sekitar.

  1. 1. Dapatkan vaksinasi influenza tahunan

    Vaksin influenza musiman mencakup perlindungan terhadap influenza A, termasuk H1N1 dan H3N2. Vaksin perlu diperbarui setiap tahun karena virus terus berubah dan kekebalan setelah vaksinasi berkurang seiring waktu. Tubuh biasanya butuh sekitar dua minggu untuk membentuk perlindungan.

    Tinjauan sistematis dalam Cochrane Database of Systematic Reviews menemukan bahwa vaksin influenza inaktif kemungkinan menurunkan kejadian influenza pada orang dewasa sehat dari 2,3 persen menjadi 0,9 persen, dengan kepastian bukti sedang.

    Angka tersebut berasal dari penelitian pada musim dan populasi tertentu, mencakup influenza secara umum. Pilihan vaksin perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi.

  2. 2. Gunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik

    Masker dapat mengurangi partikel infeksius yang terhirup maupun keluar dari orang yang sedang sakit. Manfaatnya terutama penting ketika berada di tempat ramai, merawat orang sakit, atau berinteraksi dengan orang yang berisiko mengalami penyakit berat.

    Pilih masker yang nyaman dipakai dengan celah seminimal mungkin. Respirator seperti N95 atau KN95 yang terpasang baik umumnya memberikan perlindungan lebih tinggi daripada masker kain.

  3. 3. Perbaiki kualitas udara di dalam ruangan

    Ilustrasi seorang perempuan membuka jendela kamar agar udara segar masuk dan sirkulasi udara di dalam ruangan lancar.
    ilustrasi membuka jendela untuk sirkulasi udara (magnific.com/stefamerpik)

    Virus pernapasan lebih mudah menyebar di ruang tertutup dengan aliran udara yang buruk. Jika udara luar bersih dan kondisinya aman, membuka jendela atau pintu dapat membantu pertukaran udara.

    Pilihan lain adalah menggunakan penyaring udara HEPA yang sesuai ukuran ruangan. Jika udara luar sedang tercemar asap atau abu, utamakan penyaringan udara di dalam ruangan.

  4. 4. Kurangi kontak dekat dengan orang yang sedang sakit

    Tunda kunjungan atau pertemuan yang tidak mendesak ketika sedang demam dan batuk. Di rumah, kurangi interaksi dekat dengan anggota keluarga yang sakit, terutama jika ada lansia atau orang dengan kondisi kesehatan rentan.

    Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung dengan tisu, lalu buang tisu setelah dipakai. Kebiasaan ini membantu mengurangi penyebaran droplet ke orang sekitar.

  5. 5. Bersihkan tangan dan benda yang sering disentuh

    Cuci tangan secara rutin, terutama setelah membuang ingus, batuk, atau bersin. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbahan alkohol. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum bersih.

    Bersihkan juga permukaan yang sering disentuh bersama, seperti gagang pintu, meja, dan papan ketik.

  6. 6. Tetap di rumah sampai kondisi membaik

    Ilustrasi seseorang beristirahat di dalam rumah dengan selimut untuk memulihkan diri saat sedang sakit flu.
    ilustrasi beristirahat di rumah saat sedang sakit flu (vecteezy.com/nuttawan jayawan)

    Kamu bisa kembali beraktivitas seperti biasa setelah gejala membaik secara keseluruhan dan bebas demam tanpa obat penurun panas selama setidaknya 24 jam.

    Selama lima hari berikutnya, tetap lakukan perlindungan tambahan, seperti memakai masker, memperbaiki kualitas udara, dan menjaga jarak. Kamu masih mungkin menularkan virus meskipun sudah merasa lebih baik. Jika demam kembali atau kondisi memburuk, kembali beristirahat di rumah.

    Referensi

    Centers for Disease Control and Prevention, “Healthy Habits to Prevent Flu,” diakses September 2026.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Key Facts About Seasonal Flu Vaccine,” diakses September 2026.

    Vittorio Demicheli et al., “Vaccines for Preventing Influenza in Healthy Adults,” Cochrane Database of Systematic Reviews, no. 2 (2018): CD001269, https://doi.org/10.1002/14651858.CD001269.pub6.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Masks and Respiratory Viruses Prevention,” diakses September 2026.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Taking Steps for Cleaner Air for Respiratory Virus Prevention,” diakses September 2026.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Preventing Spread of Respiratory Viruses When You’re Sick,” diakses September 2026.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More