Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apakah Aman Makan Tahu Setiap Hari saat Diet? Ini Penjelasannya!

Apakah Aman Makan Tahu Setiap Hari saat Diet? Ini Penjelasannya!
ilustrasi tahu putih (vecteezy.com/ Priyo Sanyoto)
Intinya Sih
  • Tahu aman dikonsumsi setiap hari saat diet dalam porsi wajar; 100–200 gram per hari memberi protein tambahan tanpa menaikkan kalori berlebihan.
  • Dengan 74–94 kalori dan sekitar 8 gram protein per 100 gram, tahu membantu rasa kenyang lebih lama serta mendukung defisit kalori.
  • Isoflavon tahu tidak terbukti mengganggu hormon jika dikonsumsi wajar; tetap variasikan protein dan pilih olahan rebus, kukus, panggang, atau sup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tahu kerap kali menjadi salah satu bahan makanan yang masuk dalam menu diet karena harganya terjangkau, mudah diolah, dan pastinya kaya protein. Meski begitu, masih banyak anggapan bahwa mengonsumsi tahu setiap hari bisa menimbulkan efek samping atau justru membuat program penurunan berat badan kurang efektif.

Faktanya, aman tidaknya saat mengonsumsi tahu bukan hanya ditentukan oleh frekuensinya, tetapi ada banyak faktor. Nah, supaya tidak salah paham, simak fakta tentang konsumsi tahu setiap hari saat diet berikut ini.

1. Protein tahu membantu rasa kenyang lebih lama

ilustrasi tahu putih
ilustrasi tahu putih (vecteezy.com/ Priyo Sanyoto)

Tahu termasuk sumber protein nabati yang memiliki kepadatan kalori cukup rendah. Dalam 100 gram tahu putih terkandung sekitar 74–94 kalori dengan protein sekitar 8 gram, sehingga cocok dimasukkan ke dalam menu calorie deficit atau defisit kalori. Protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan karbohidrat sederhana lainnya. Proses pencernaan yang lebih lambat membantu memperpanjang rasa kenyang sekaligus mengurangi keinginan untuk mengonsumsi camilan tinggi gula atau lemak di sela waktu makan.

Meski demikian, makan tahu dalam jumlah sangat banyak bukan berarti membuat berat badan turun lebih cepat. Tubuh tetap menghitung seluruh kalori yang masuk dari berbagai makanan selama sehari. Karena itu, porsi sekitar 100–200 gram atau setara satu hingga dua porsi tahu per hari umumnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan protein tambahan tanpa meningkatkan asupan kalori secara berlebihan.

2. Isoflavon pada tahu tidak terbukti mengganggu hormon

ilustrasi tahu
ilustrasi tahu (vecteezy.com/Priyo Sanyoto)

Salah satu mitos yang paling sering beredar adalah konsumsi tahu setiap hari dapat mengganggu hormon karena berasal dari kedelai. Padahal, tahu mengandung isoflavone, yaitu senyawa alami yang termasuk kelompok phytoestrogen. Meski namanya menyerupai estrogen, cara kerjanya di dalam tubuh jauh lebih lemah dibandingkan hormon estrogen yang diproduksi manusia. Konsumsi produk kedelai dalam jumlah wajar tidak menyebabkan gangguan hormon pada manusia. Bahkan, konsumsi makanan berbahan kedelai masih tergolong aman apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Selama tidak berlebihan, makan tahu setiap hari umumnya tidak memengaruhi kadar testosteron pada laki-laki maupun mengganggu keseimbangan hormon perempuan. Selain protein, tahu juga mengandung kalsium, zat besi, magnesium, dan berbagai mineral lain yang berperan dalam menjaga fungsi tubuh selama menjalani diet. Kandungan gizinya membuat tahu bukan sekadar sumber protein, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan mikronutrien harian. Hal ini menjadi nilai tambah, terutama ketika asupan kalori sedang dibatasi.

3. Tahu tetap perlu dipadukan dengan sumber protein lainnya

ilustrasi tahu
ilustrasi tahu (vecteezy.com/Akhmad Cholif Agun)

Walaupun tahu memiliki kandungan protein yang baik, bukan berarti seluruh kebutuhan protein harian sebaiknya hanya berasal dari makanan ini. Protein kedelai memang tergolong protein berkualitas tinggi dibandingkan banyak protein nabati lainnya, tetapi tubuh tetap memperoleh manfaat lebih besar ketika sumber proteinnya bervariasi. Kombinasi protein nabati dan hewani membantu memenuhi kebutuhan asam amino esensial secara lebih optimal. Menu diet yang sehat dapat mengombinasikan tahu dengan ikan, telur, dada ayam, tempe, atau kacang-kacangan dalam hari yang berbeda.

Variasi tersebut juga membantu memenuhi kebutuhan vitamin B12, omega-3, vitamin D, maupun zat gizi lain yang jumlahnya relatif sedikit di dalam tahu. Semakin beragam makanan yang dikonsumsi, semakin kecil pula risiko kekurangan nutrisi tertentu saat menjalani diet. Selain itu, cara mengolah tahu juga tidak boleh diabaikan. Tahu rebus, kukus, panggang, atau sup akan mempertahankan kalori tetap rendah dibandingkan tahu yang digoreng dengan banyak minyak.

Kamu masih bisa menjalankan diet yang sehat dengan tetap makan tahu, kok. Justru, bahan pangan sederhana ini dapat menjadi pilihan sumber protein yang bergizi selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan dipadukan dengan pola makan yang seimbang. Kalau selama ini tahu sering masuk ke program dietmu, apakah cara mengolah dan porsinya sudah sesuai?

Referensi

"Tofu: Health Benefits and Risks." Healthline. Diakses pada Agustus 2026

"What Happens to Your Body When You Eat Tofu Regularly." Verywell Health. Diakses pada Agustus 2026

"Is tofu healthy? Yes, says Harvard Chan expert." HSPH Harvard. Diakses pada Agustus 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More