Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apakah Tidur Siang Bisa Mengganti Kurang Tidur Malam Hari?

Apakah Tidur Siang Bisa Mengganti Kurang Tidur Malam Hari?
ilustrasi tidur siang (pexels.com/Niels from Slaapwijsheid.nl)
Intinya Sih
  • Tidur siang hanya meredakan kantuk sementara dan tidak sepenuhnya menggantikan tidur malam.

  • Alasannya durasi tidur siang sering tidak cukup untuk melewati seluruh fase tidur penting.

  • Untuk mencegah kurang tidur, jaga jadwal konsisten, batasi kafein dan tidur siang 30–60 menit, ciptakan kamar nyaman, rutin bergerak, serta kelola stres.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kurang tidur pada malam hari masih menjadi kebiasaan yang sering dialami banyak orang, baik karena pekerjaan, belajar, maupun aktivitas lainnya. Akibatnya, sebagian orang memilih tidur siang untuk mengembalikan energi dan mengurangi rasa kantuk.

Namun, apakah tidur siang bisa mengganti kurang tidur malam? Faktanya, tidur siang hanya membantu mengurangi rasa kantuk untuk sementara dan tidak dapat menggantikan manfaat tidur malam secara penuh. Mengapa demikian? Simak penjelasan berikut!

1. Apakah tidur siang bisa mengganti kurang tidur malam?

Tidur siang memang bermanfaat untuk mengurangi rasa kantuk dan membantu tubuh kembali lebih segar. Namun, tidur siang tidak dapat sepenuhnya menggantikan kurang tidur di malam hari. Pasalnya, tubuh membutuhkan tidur malam yang cukup agar bisa menjalani seluruh tahapan tidur yang penting untuk pemulihan fisik maupun mental. Berikut penjelasannya.

  • Tidak melewati siklus tidur secara lengkap

Tidur malam memberikan waktu yang cukup bagi tubuh untuk melewati seluruh siklus tidur, mulai dari fase tidur ringan, tidur nyenyak (deep sleep), hingga fase REM (Rapid Eye Movement). Setiap fase memiliki fungsi berbeda, seperti memperbaiki jaringan tubuh, memperkuat sistem imun, hingga membantu proses belajar dan pembentukan memori. Nah, tidur siang yang umumnya hanya berlangsung 20—90 menit sering kali tidak cukup untuk menyelesaikan seluruh siklus tersebut.

  • Pemulihan tubuh lebih optimal saat tidur malam

Sebagian besar proses regenerasi sel, perbaikan jaringan, serta pelepasan hormon penting terjadi ketika tubuh memasuki fase tidur nyenyak pada malam hari. Itulah sebabnya, meskipun tidur siang bisa memberikan tambahan energi, manfaatnya tidak seefektif tidur malam dalam memulihkan kondisi tubuh secara menyeluruh.

  • Kurang efektif menjaga fungsi otak

Tidur malam berperan besar dalam menjaga fungsi kognitif, seperti meningkatkan konsentrasi, memperkuat daya ingat, mengolah informasi baru, dan mengatur emosi. Jika sering kurang tidur pada malam hari, kemampuan berpikir dan fokus dapat menurun.

Sebetulnya idur siang memang dapat membantu mengurangi rasa lelah. Namun, tidak mampu menggantikan manfaat tidur malam terhadap kesehatan otak secara optimal.

  • Dapat mengganggu ritme sirkadian jika berlebihan

Tubuh memiliki jam biologis atau ritme sirkadian yang mengatur kapan waktu terbaik untuk tidur dan bangun. Tidur malam selaras dengan ritme alami tersebut sehingga kualitas istirahat menjadi lebih baik. Sebaliknya, tidur siang yang terlalu lama atau dilakukan menjelang malam justru berpotensi mengganggu pola tidur sehingga membuat seseorang lebih sulit tidur pada malam hari.

2. Tips agar tidak kurang tidur pada malam hari

Tips agar tidak kurang tidur pada malam hari
ilustrasi tidur siang (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Kamu sering kurang tidur pada malam hari? Jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan ini bisa memengaruhi kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Untungnya, ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu kamu tidur lebih nyenyak dan mencukupi kebutuhan tidur setiap malam. Yuk, simak tipsnya!

  • Tidur dan bangun pada jam yang sama

Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang konsisten setiap hari, termasuk saat akhir pekan. Kebiasaan ini membantu menjaga ritme sirkadian atau jam biologis tubuh sehingga kamu lebih mudah mengantuk pada malam hari dan bangun dalam kondisi segar.

  • Perhatikan makanan dan minuman sebelum tidur

Hindari tidur dalam kondisi terlalu lapar atau terlalu kenyang. Sebaiknya, jangan mengonsumsi makanan berat sekitar 2 atau jam 3 sebelum tidur. Selain itu, batasi konsumsi kafein, nikotin, dan alkohol pada malam hari karena dapat mengganggu kualitas tidur.

  • Ciptakan suasana kamar yang nyaman

Pastikan kamar tidur memiliki suhu yang sejuk, minim cahaya, dan tidak bising. Kurangi penggunaan ponsel, laptop, atau perangkat elektronik lainnya menjelang waktu tidur karena paparan cahaya dari layar dapat membuat tubuh lebih sulit mengantuk.

  • Batasi durasi tidur siang

Tidur siang memang bermanfaat, tetapi sebaiknya tidak lebih dari 30—60 menit dan hindari tidur terlalu sore. Tidur siang yang terlalu lama atau terlalu dekat dengan waktu tidur malam dapat membuatmu sulit terlelap pada malam hari.

  • Rutin berolahraga

Aktif bergerak saat siang hari sangat membantu tubuh merasa lelah yang sehat di malam hari. Namun, pastikan tidak melakukan olahraga berat terlalu dekat dengan jam tidur, ya. Bukannya bikin mengantuk, olahraga pada malam hari justru bikin tubuhmu makin segar dan susah diistirahatkan.

  • Kelola stres sebelum tidur

Sering susah tidur karena pikiran masih melayang ke mana-mana? Coba luangkan waktu sebentar untuk menenangkan diri. Kamu bisa membaca buku, latihan napas, atau sekadar menuliskan daftar tugas untuk besok. Saat pikiran sudah tenang, tidur pun terasa jauh lebih mudah.

Itulah ulasan seputar apakah tidur siang bisa mengganti kurang tidur malam. Meski dapat membantu mengurangi rasa kantuk, tidur siang tetap tidak bisa menggantikan manfaat tidur malam secara menyeluruh. Jadi, usahakan untuk tetap mencukupi waktu tidur setiap malam, ya.

Referensi

"Sleep Phases and Stages". National Heart, Lung, and Blood Institute. Diakses Agustus 2026.
Colten, Harvey R, and Bruce M Altevogt. “Sleep Physiology.” Sleep Disorders and Sleep Deprivation - NCBI Bookshelf, 2006.
Tarokh, Leila, Eliza Van Reen, Peter Achermann, and Mary A. Carskadon. “Naps Not as Effective as a Night of Sleep at Dissipating Sleep Pressure.” Journal of Sleep Research 30, no. 5 (February 23, 2021): e13295.
"Sleep Tips: 6 Steps To Better Sleep". Mayo Clinic. Diakses Agustus 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More