Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Dampak Bediding bagi Tubuh yang Jarang Disadari, Bahaya?

6 Dampak Bediding bagi Tubuh yang Jarang Disadari, Bahaya?
ilustrasi fenomena bediding (pexels.com/Gustavo Fring)
Share Article

Fenomena bediding menjadi salah satu hal yang cukup sering dirasakan masyarakat di beberapa wilayah Indonesia saat musim kemarau. Suhu udara yang terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari, membuat banyak orang harus menyesuaikan diri dengan perubahan cuaca tersebut. Kondisi ini biasanya terjadi ketika langit cerah, udara kering, dan panas dari permukaan bumi lebih cepat dilepaskan ke atmosfer. Akibatnya, suhu malam hari bisa turun lebih rendah dibandingkan biasanya.

Meski terlihat hanya sebagai perubahan suhu, bediding ternyata dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi tubuh. Perubahan udara yang lebih dingin dapat memengaruhi kenyamanan, kualitas tidur, hingga respons alami tubuh dalam menjaga suhu. Tidak semua dampaknya langsung terasa sehingga sering kali dianggap sebagai hal biasa. Padahal, memahami pengaruh bediding bisa membantu kamu lebih siap menghadapi perubahan cuaca. Berikut enam dampak bediding bagi tubuh yang jarang disadari.

1. Tubuh bekerja lebih keras menjaga suhu tetap stabil

Ilustrasi suhu ekstrem sebagai gambaran kondisi cuaca panas atau dingin yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Ilustrasi suhu ekstrim (Unsplash/CHUTTERSNAP)

Saat suhu udara turun, tubuh secara alami berusaha mempertahankan suhu internal agar tetap berada pada kondisi normal. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan aktivitas otot melalui menggigil. Gerakan kecil pada otot tersebut menghasilkan panas agar tubuh tetap hangat. Proses ini merupakan mekanisme alami yang membantu manusia bertahan di lingkungan dingin. Namun, ketika terjadi terus-menerus, tubuh bisa menggunakan lebih banyak energi.

Selain menggigil, tubuh juga dapat mengalami penyempitan pembuluh darah di permukaan kulit. Respons tersebut bertujuan mengurangi kehilangan panas dari tubuh. Akibatnya, tangan dan kaki bisa terasa lebih dingin dibandingkan bagian tubuh lainnya. Bagi sebagian orang, kondisi ini dapat membuat tubuh terasa kurang nyaman saat beraktivitas. Karena itu, menjaga tubuh tetap hangat saat bediding menjadi hal yang penting, terutama bagi kelompok yang lebih sensitif terhadap suhu dingin.

2. Pola tidur bisa mengalami perubahan

Ilustrasi pola tidur tidak teratur yang menggambarkan kebiasaan tidur dengan waktu istirahat berubah-ubah.
Ilustrasi pola tidur yang gak teratur (pexels.com/Miriam Alonso)

Udara dingin saat malam hari sebenarnya dapat membantu sebagian orang tidur lebih nyaman. Suhu yang sejuk membuat tubuh lebih mudah mengalami penurunan suhu alami yang berkaitan dengan proses tidur. Hal ini dapat membuat seseorang merasa lebih rileks dan cepat mengantuk. Tidak heran jika banyak orang merasa tidur lebih nyenyak ketika cuaca sedang dingin.

Namun, suhu yang terlalu rendah juga bisa memberikan efek sebaliknya. Tubuh yang merasa kedinginan dapat membuat seseorang lebih sering terbangun saat malam. Rasa tidak nyaman akibat tangan atau kaki yang dingin juga bisa mengganggu kualitas istirahat. Penggunaan selimut atau pakaian hangat dapat membantu tubuh tetap berada dalam kondisi nyaman. Dengan begitu, manfaat udara sejuk bisa tetap dirasakan tanpa mengganggu waktu tidur.

3. Kulit lebih mudah menjadi kering

Ilustrasi kulit kering dengan tekstur kasar dan pecah-pecah sebagai gambaran kondisi kulit yang kurang lembap.
ilustrasi kulit kering (pexels.com/sora)

Udara saat bediding biasanya memiliki tingkat kelembapan yang lebih rendah. Kondisi ini membuat air di permukaan kulit lebih cepat menguap sehingga kulit terasa kering. Beberapa orang mungkin mengalami kulit kasar, bersisik, atau terasa lebih sensitif dari biasanya. Bagian tubuh seperti bibir, tangan, dan wajah biasanya menjadi area yang paling mudah terdampak.

Untuk mengurangi efek tersebut, penting menjaga kelembapan kulit dengan perawatan sederhana. Menggunakan pelembap, memperbanyak minum air, dan menghindari mandi dengan air terlalu panas dapat membantu menjaga kondisi kulit. Meski cuaca dingin membuat rasa haus berkurang, tubuh tetap membutuhkan cairan yang cukup. Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari bisa membantu kulit tetap sehat selama periode bediding.

4. Saluran pernapasan bisa lebih sensitif

Ilustrasi pernapasan terpadu sebagai teknik mengatur napas secara sadar untuk mendukung relaksasi dan ketenangan.
ilustrasi pernapasan terpadu (pexels/kampus production)

Udara dingin dapat memengaruhi kondisi saluran pernapasan, terutama bagi orang yang memiliki sensitivitas tertentu. Suhu rendah dapat membuat saluran napas terasa lebih kering dan memicu rasa tidak nyaman. Sebagian orang mungkin mengalami batuk ringan, hidung tersumbat, atau tenggorokan terasa kering. Kondisi tersebut biasanya lebih terasa saat bangun tidur atau berada di luar ruangan dalam waktu lama.

Selain suhu dingin, udara kering juga dapat membuat lendir alami di saluran pernapasan berkurang. Padahal, lendir tersebut membantu menangkap debu dan menjaga kelembapan saluran napas. Karena itu, menjaga tubuh tetap hangat dan menggunakan masker saat udara terasa sangat dingin bisa menjadi langkah sederhana. Kebiasaan ini membantu mengurangi paparan langsung udara dingin ke sistem pernapasan.

5. Rasa lapar bisa meningkat

Ilustrasi seseorang merasakan lapar, menggambarkan kebutuhan akan makanan dalam suasana sederhana di dalam ruangan.
ilustrasi lapar (pexels.com/cottonbro studio)

Cuaca dingin ternyata dapat memengaruhi nafsu makan seseorang. Saat suhu tubuh menurun, tubuh membutuhkan energi tambahan untuk menghasilkan panas. Proses tersebut dapat membuat sebagian orang merasa lebih cepat lapar. Tidak heran jika saat udara dingin banyak orang lebih ingin mengonsumsi makanan hangat atau minuman tertentu.

Meski begitu, peningkatan rasa lapar tetap perlu dikontrol agar tidak menyebabkan pola makan berlebihan. Pilih makanan yang memberikan energi sekaligus nutrisi, seperti sup hangat, makanan berprotein, atau minuman sehat. Mengonsumsi makanan hanya karena ingin merasa hangat tanpa memperhatikan kandungan gizinya bisa berdampak kurang baik. Memahami sinyal tubuh membantu kamu tetap nyaman tanpa mengabaikan kesehatan.

6. Aktivitas fisik bisa terasa lebih berat

Ilustrasi aktivitas fisik yang menggambarkan olahraga dan gerakan tubuh untuk menjaga kebugaran serta kesehatan.
aktivitas fisik (freepik.com/freepik)

Saat cuaca dingin, otot dan persendian dapat terasa lebih kaku, terutama ketika tubuh belum melakukan pemanasan. Kondisi ini membuat beberapa aktivitas fisik terasa lebih berat dibandingkan biasanya. Tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kondisi siap bergerak. Karena itu, olahraga atau aktivitas luar ruangan saat bediding sebaiknya diawali dengan pemanasan yang cukup.

Selain itu, rasa malas bergerak juga bisa meningkat karena tubuh lebih nyaman berada di tempat hangat. Padahal, tetap aktif membantu menjaga sirkulasi darah dan kebugaran tubuh. Kamu bisa memilih aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau peregangan agar tubuh tetap bergerak. Dengan penyesuaian yang tepat, cuaca dingin tidak harus menjadi penghalang untuk tetap aktif.

Bediding bukan hanya membuat udara terasa lebih dingin, tetapi juga dapat memberikan berbagai pengaruh terhadap tubuh. Mulai dari tubuh yang bekerja lebih keras menjaga suhu, perubahan kualitas tidur, kulit kering, saluran pernapasan yang lebih sensitif, hingga perubahan nafsu makan dan aktivitas fisik. Setiap orang dapat merasakan dampak yang berbeda tergantung kondisi tubuh dan lingkungan masing-masing. Dengan memahami perubahan tersebut, kamu bisa melakukan penyesuaian sederhana agar tetap nyaman saat suhu udara menurun. Jadi, meski bediding terasa seperti fenomena biasa, tubuh sebenarnya melakukan banyak proses untuk beradaptasi menghadapinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More