Kalau punya asam urat tinggi atau riwayat gout, pilihan terbaik tetap makan buah utuh alih-alih dibuat jus. Pilih buah dalam porsi wajar, misalnya potongan buah segar, bukan satu blender besar berisi banyak jenis buah sekaligus.
Jika tetap ingin minum jus, menikmatinya sesekali umumnya bukan masalah. Gunakan satu porsi buah, tidak perlu menambahkan gula, jangan menambahkan sirop, dan jangan menjadikannya pengganti air putih.
Lebih aman juga jika jus diminum bersama makanan, bukan saat perut kosong dalam porsi besar, agar lonjakan gula tidak terlalu cepat.
Untuk sehari-hari, tetap prioritaskan minum air putih. Hidrasi penting karena membantu ginjal membuang asam urat lewat urine. Orang dengan gout juga perlu memperhatikan pemicu lain seperti alkohol, jeroan, daging merah, seafood tertentu, berat badan berlebih, dan obat tertentu seperti diuretik.
Jika gout sering kambuh, benjolan tofi muncul, atau kadar asam urat tetap tinggi, perubahan pola makan saja biasanya tidak cukup dan perlu evaluasi dokter.
Kesimpulannya, minum jus buah tidak dilarang, tetapi ini perlu dibatasi bagi orang dengan penyakit asam urat. Kalau diminum sedikit dan sesekali mungkin tidak masalah. Namun, jika diminum setiap hari, dalam porsi besar, dan manis, jus buah bisa menjadi faktor risiko yang membuat penyakit asam urat lebih sulit dikendalikan.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention. “Gout.” Diakses Juli 2026.
FitzGerald, John D., Nicola Dalbeth, Ted Mikuls, et al. “2020 American College of Rheumatology Guideline for the Management of Gout.” Arthritis Care & Research 72, no. 6 (2020): 744–760. https://doi.org/10.1002/acr.24180.
Choi, Hyon K., and Gary Curhan. “Soft Drinks, Fructose Consumption, and the Risk of Gout in Men: Prospective Cohort Study.” BMJ 336, no. 7639 (2008): 309–312. https://doi.org/10.1136/bmj.39449.819271.BE.
Choi, Hyon K., Walter Willett, and Gary Curhan. “Fructose-Rich Beverages and Risk of Gout in Women.” JAMA 304, no. 20 (2010): 2270–2278. https://doi.org/10.1001/jama.2010.1638.
Jamnik, Jovana, et al. “Fructose Intake and Risk of Gout and Hyperuricemia: A Systematic Review and Meta-Analysis of Prospective Cohort Studies.” BMJ Open 6, no. 10 (2016): e013191. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2016-013191.
Ayoub-Charette, Stephanie, et al. “Important Food Sources of Fructose-Containing Sugars and Incident Gout: A Systematic Review and Meta-Analysis of Prospective Cohort Studies.” BMJ Open 9, no. 5 (2019): e024171. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2018-024171.
Caliceti, Cristian, Davide Calabria, Alessandro Roda, and Aldo Cicero. “Fructose Intake, Serum Uric Acid, and Cardiometabolic Disorders: A Critical Review.” Nutrients 9, no. 4 (2017): 395. https://doi.org/10.3390/nu9040395.
Nakagawa, Takahiko, et al. “The Effects of Fruit Consumption in Patients with Hyperuricaemia or Gout.” Rheumatology 58, no. 7 (2019): 1133–1141. https://doi.org/10.1093/rheumatology/kez128.