Johns Hopkins Medicine, “Ginger Benefits,” diakses September 2026.
National Center for Complementary and Integrative Health, “Ginger,” diakses September 2026.
Christopher D. Black et al., “Ginger (Zingiber officinale) Reduces Muscle Pain Caused by Eccentric Exercise,” The Journal of Pain 11, no. 9 (2010): 894–903, https://doi.org/10.1016/j.jpain.2009.12.013.
U.S. Food and Drug Administration, “7 Tips for Cleaning Fruits, Vegetables,” diakses September 2026.
Apakah Makan Jahe Mentah Lebih Sehat?

Jahe dalam jumlah makanan umumnya aman, tetapi dapat menyebabkan iritasi mulut dan gangguan pencernaan.
Penelitian manfaat jahe banyak menggunakan suplemen; hasilnya tidak otomatis berlaku untuk kebiasaan mengunyah jahe segar.
Kebersihan bahan, jumlah konsumsi, dan penggunaan obat perlu diperhatikan.
Jahe biasanya masuk ke dalam panci sebagai bumbu masak atau diseduh menjadi minuman hangat. Namun, ada juga yang memilih mengunyahnya langsung, dengan harapan mendapatkan manfaat lebih besar dari rimpang yang rasanya pedas ini.
Jahe mentah dapat dikonsumsi, dan dalam jumlah yang lazim digunakan sebagai bahan makanan, umumnya aman bagi kebanyakan orang. Namun, jumlah yang dimakan dan respons tubuh tetap perlu diperhatikan.
Table of Content
1. Mulut dan perut bisa terasa tidak nyaman
Menurut National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), konsumsi jahe dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di perut, diare, iritasi mulut dan tenggorokan, serta heartburn—sensasi panas atau terbakar di dada.
Jadi, walaupun jahe diteliti untuk membantu beberapa keluhan pencernaan, tetapi sebagian orang justru mengalami keluhan setelah mengonsumsinya. Jika mengunyah jahe membuat mulut perih atau memicu rasa panas di dada, hentikan konsumsi dan jangan memaksakan diri.
2. Mentah belum terbukti selalu lebih bermanfaat

ilustrasi jahe mentah (magnific.com/jcomp) Sebagian besar penelitian jahe untuk mual dan muntah menguji suplemen, bukan makanan. Karena itu, manfaat yang ditemukan tidak bisa langsung diterjemahkan menjadi anjuran mengunyah jahe mentah setiap hari.
Sebuah penelitian memberi gambaran mengenai perbedaan bentuk jahe. Dua uji acak dengan total 74 peserta meneliti suplementasi jahe tanpa pemanasan dan jahe yang dipanaskan selama 11 hari. Keduanya menghasilkan penurunan nyeri otot setelah latihan yang relatif serupa dibandingkan plasebo.
Studi kecil tersebut meneliti nyeri setelah olahraga, bukan seluruh manfaat kesehatan atau keamanan konsumsi jangka panjang. Hasilnya tidak menunjukkan bahwa mengunyah jahe segar lebih unggul daripada menikmati jahe dalam bentuk lain.
3. Konsumsi banyak perlu lebih hati-hati
Dosis tinggi jahe mungkin meningkatkan risiko perdarahan, meskipun bukti penelitiannya belum konklusif. Orang yang menggunakan obat pengencer darah perlu berhati-hati, terutama terhadap suplemen dosis tinggi.
Jika sedang minum obat rutin atau ingin memakai jahe sebagai terapi, bicarakan dengan dokter atau apoteker. Ibu hamil yang mempertimbangkan suplemen jahe juga dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu.
4. Cuci sebelum dipotong atau dikupas
Untuk jahe yang akan dimakan mentah, terapkan langkah kebersihan bahan segar: cuci tangan, lalu gosok permukaan jahe di bawah air mengalir sebelum mengupas atau memotongnya.
Cuci jahe dulu sebelum mengupasnya agar kotoran dan bakteri tidak berpindah melalui pisau. Tidak perlu memakai sabun untuk mencuci bahan makanan.
Jahe juga bisa dinikmati sebagai campuran makanan atau seduhan. Pilih cara yang nyaman bagi tubuh, tanpa memaksakan konsumsi dalam jumlah banyak demi mengejar manfaat kesehatan.
Referensi



![[QUIZ] Dari Kebiasaan Olahragamu, Kami Tebak Kamu Sudah Siap Ikut HYROX atau Belum](https://image.idntimes.com/post/20260711/3b12b7e9-1964-4f46-987d-335389a347c0_813eb20e-af68-4319-a7b7-f6b7b9c50718.jpeg)





![[QUIZ] Seberapa Siap Kamu Ikut Race Lari Pertamamu?](https://image.idntimes.com/post/20250917/pexels-olly-3764538_deef61cd-03cb-4fa4-b8c3-7902219ff32d.jpg)











