Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Vape Bisa Menyebabkan Kanker Paru?

Apakah Vape Bisa Menyebabkan Kanker Paru?
ilustrasi vape atau rokok elektrik (IDN Times/NRF)
Intinya Sih

  • Vape menghasilkan aerosol berisi nikotin, logam berat, dan senyawa toksik seperti formaldehida yang dapat merusak jaringan paru serta berpotensi karsinogenik.
  • Penelitian menunjukkan paparan aerosol vape bisa menyebabkan kerusakan DNA dan peradangan, namun bukti jangka panjang terhadap kanker paru masih terbatas.
  • Meskipun kadar zat berbahaya lebih rendah dari rokok konvensional, penggunaan vape tetap menimbulkan risiko kesehatan terutama bagi remaja dengan paru-paru yang masih berkembang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Vape sering diposisikan sebagai alternatif yang lebih aman dibanding rokok konvensional. Akhirnya, ini membuat banyak orang merasa risiko kesehatannya jauh lebih kecil, bahkan nyaris tidak ada. Namun, faktanya tidak begitu.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai penelitian mulai menunjukkan bahwa meskipun vape tidak menghasilkan asap seperti rokok, tetapi aerosol yang dihirup tetap membawa berbagai zat kimia aktif.

Lantas, seberapa besar risiko vape bagi paru-paru dan apakah bisa menyebabkan kanker paru?

Table of Content

1. Apa yang dihirup saat vaping?

1. Apa yang dihirup saat vaping?

Vape bekerja dengan memanaskan cairan (e-liquid) yang biasanya mengandung nikotin, pelarut seperti propilen glikol dan gliserin, serta perasa tambahan. Saat dipanaskan, cairan ini berubah menjadi aerosol yang dihirup ke paru-paru.

Aerosol vape dapat mengandung berbagai zat berbahaya, termasuk formaldehida, asetaldehida, dan akrolein. Semuanya adalah senyawa yang diketahui bersifat toksik dan dalam beberapa kasus karsinogenik.

Selain itu, penelitian juga menemukan adanya logam berat seperti nikel, timbal, dan kromium dalam aerosol vape, yang kemungkinan berasal dari komponen pemanas perangkat. Paparan jangka panjang terhadap zat-zat ini menjadi perhatian serius dalam konteks kesehatan paru.

2. Risiko kanker paru ada, tetapi butuh penelitian lebih lanjut

Ilustrasi organ paru-paru.
ilustrasi organ paru-paru (IDN Times/NRF)

Salah satu tantangan utama dalam menilai risiko kanker dari vape adalah kurangnya data jangka panjang. Produk ini relatif baru dibanding rokok, sehingga efeknya terhadap kanker paru belum sepenuhnya terukur dalam populasi manusia.

Namun, studi eksperimental memberikan petunjuk penting. Penelitian menunjukkan bahwa paparan aerosol vape pada model hewan dapat menyebabkan kerusakan DNA dan perubahan sel yang berkaitan dengan kanker.

Selain itu, studi lain menemukan bahwa komponen dalam vape dapat memicu stres oksidatif dan peradangan, dua mekanisme utama dalam perkembangan kanker. Ini tidak berarti vape pasti menyebabkan kanker paru, tetapi menunjukkan adanya jalur biologis yang memungkinkan.

3. Perbandingan dengan rokok konvensional

Banyak orang beralih ke vape karena dianggap lebih aman dibanding rokok konvensional.

Secara relatif, menurut beberapa penelitian, paparan zat karsinogenik dari vape memang lebih rendah dibanding rokok konvensional. Namun, lebih rendah bukan berarti aman. Vape tetap mengandung zat berbahaya yang dapat merusak paru dan meningkatkan risiko penyakit kronis.

Yang perlu dipahami, risiko kanker bukan hanya soal dosis tunggal, tetapi akumulasi paparan dalam jangka panjang. Dalam konteks ini, penggunaan vape secara terus-menerus tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

4. Dampak pada jaringan paru

Ilustrasi paru-paru.
ilustrasi paru-paru (IDN Times/NRF)

Paparan aerosol vape dapat menyebabkan peradangan pada jaringan paru. Ini adalah respons tubuh terhadap zat asing yang masuk ke saluran pernapasan.

Penelitian menunjukkan bahwa pengguna vape memiliki tanda-tanda inflamasi paru yang mirip dengan perokok, walaupun dalam tingkat yang berbeda.

Peradangan kronis ini penting karena dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan kanker, terutama jika berlangsung dalam jangka panjang.

5. Risiko pada pengguna muda

Salah satu kekhawatiran terbesar adalah penggunaan vape pada remaja dan dewasa muda. Pada kelompok ini, paru-paru masih dalam tahap perkembangan.

Paparan zat kimia dalam vape pada usia muda dapat mengganggu perkembangan paru dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit di masa depan.

Selain itu, paparan lebih awal berarti durasi penggunaan lebih panjang, yang secara teori meningkatkan risiko kumulatif terhadap kanker.

Bukti ilmiah yang ada menunjukkan adanya potensi bahaya terhadap paru-paru, termasuk yang dapat mengarah ke kanker paru. Karena efek jangka panjangnya belum sepenuhnya diketahui, pendekatan paling aman adalah melihat vape dengan sikap kritis. Dalam konteks kesehatan paru, mengurangi atau menghindari paparan zat berbahaya tetap menjadi langkah terbaik.

Referensi

National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine. "Public Health Consequences of E-Cigarettes." Diakses Maret 2026.

Matthew C. Madison et al., “Electronic Cigarettes Disrupt Lung Lipid Homeostasis and Innate Immunity Independent of Nicotine,” Journal of Clinical Investigation 129, no. 10 (September 3, 2019): 4290–4304, https://doi.org/10.1172/jci128531.

Thomas A. Wills et al., “E-cigarette Use and Respiratory Disorders: An Integrative Review of Converging Evidence From Epidemiological and Laboratory Studies,” European Respiratory Journal 57, no. 1 (November 5, 2020): 1901815, https://doi.org/10.1183/13993003.01815-2019.

World Health Organization. "Electronic Nicotine Delivery Systems (ENDS)." Diakses Maret 2026.

Centers for Disease Control and Prevention. "Health Effects of Vaping." Diakses Maret 2026.

Peter G. Shields et al., “A Review of Pulmonary Toxicity of Electronic Cigarettes in the Context of Smoking: A Focus on Inflammation,” Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention 26, no. 8 (June 23, 2017): 1175–91, https://doi.org/10.1158/1055-9965.epi-17-0358.

Rakesh Sahu et al., “E-Cigarettes and Associated Health Risks: An Update on Cancer Potential,” Advances in Respiratory Medicine 91, no. 6 (November 14, 2023): 516–31, https://doi.org/10.3390/arm91060038.

S. Mohapatra et al., “The Risk of Lung Cancer From Vaping or E-cigarette Usage: A Systematic Review,” ESMO Open 10, no. 12 (November 20, 2025): 105910, https://doi.org/10.1016/j.esmoop.2025.105910.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Related Articles

See More