Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Bedanya Hantavirus, Leptospirosis, dan Pes?

Apa Bedanya Hantavirus, Leptospirosis, dan Pes?
ilustrasi tikus, hewan pengerat yang dapat menyebarkan penyakit seperti hantavirus, leptospirosis, dan pes (pexels.com/Daniil Komov)
Intinya Sih
  • Hantavirus, leptospirosis, dan pes sama-sama terkait tikus, tapi berbeda penyebab: hantavirus oleh virus, dua lainnya oleh bakteri dengan cara penularan dan organ sasaran yang tidak sama.
  • Hantavirus menular lewat partikel kotoran tikus di udara, leptospirosis lewat air tercemar urine hewan, sedangkan pes melalui gigitan kutu atau droplet dari penderita pes paru.
  • Ketiganya bisa berakibat fatal bila terlambat dikenali; hanya leptospirosis dan pes dapat diobati antibiotik, sementara hantavirus masih mengandalkan perawatan suportif intensif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Demam tinggi, tubuh pegal, menggigil, sesak napas, hingga gagal organ. Infeksi hantavirus, leptospirosis, dan pes bisa tampak mirip pada awalnya. Ketiganya juga sama-sama sering dikaitkan dengan tikus, sehingga beberapa orang menganggap semua penyakit dari tikus itu sama. Padahal, penyebab, cara penularan, organ yang diserang, hingga penanganannya sangat berbeda.

Belakangan, hantavirus kembali ramai dibicarakan setelah muncul laporan wabah pada kapal pesiar MV Hondius yang menyebabkan beberapa kematian. Di Indonesia, masyarakat lebih sering mendengar leptospirosis karena kasusnya kerap meningkat setelah banjir. Sementara itu, pes mungkin terdengar seperti penyakit abad pertengahan, tetapi penyakit ini masih ditemukan di beberapa wilayah dunia.

Karena itulah, memahami perbedaan ketiganya sangat penting agar gejala serius tidak diremehkan atau salah dikenali yang membuat penanganannya terlambat atau salah.

Table of Content

1. Perbedaan penyebab

1. Perbedaan penyebab

Hantavirus disebabkan oleh virus

Hantavirus merupakan kelompok virus dari famili Hantaviridae yang dibawa hewan pengerat seperti tikus dan mencit liar.

Manusia biasanya tertular ketika menghirup partikel kecil dari urine, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi virus. Penularan juga dapat terjadi saat seseorang menyentuh permukaan terkontaminasi lalu menyentuh hidung atau mulut.

Di benua Amerika, hantavirus lebih sering menyebabkan hantavirus pulmonary syndrome (HPS), terutama menyerang paru-paru dan pembuluh darah. Penderita awalnya tampak seperti sakit flu, tetapi dalam beberapa hari dapat mengalami sesak berat karena paru-paru dipenuhi cairan. Tingkat kematiannya dilaporkan dapat mencapai sekitar 38 persen.

Sementara itu di di Asia dan Eropa, hantavirus lebih sering menyebabkan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS). Pada kondisi ini, kerusakan ginjal dan pembuluh darah lebih dominan.

Manifestasi penyakit hantavirus dapat berbeda tergantung jenis virus dan wilayah geografisnya.

Leptospirosis disebabkan oleh bakteri

Leptospirosis disebabkan bakteri Leptospira.

Bakteri ini hidup dalam urine hewan terinfeksi, terutama tikus. Manusia biasanya tertular saat kulit yang lecet atau membran mukosa kontak dengan air, lumpur, atau tanah yang tercemar urine tersebut.

Karena itu, leptospirosis sangat erat kaitannya dengan banjir, sanitasi buruk, genangan air, serta pekerjaan tertentu seperti petani atau pekerja selokan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut leptospirosis sebagai salah satu zoonosis paling luas penyebarannya di dunia.

Berbeda dengan hantavirus yang berupa virus, leptospirosis adalah infeksi bakteri sehingga dapat diobati dengan antibiotik bila dikenali lebih awal.

Pes disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis

Pes disebabkan bakteri Yersinia pestis. Penyakit ini identik dengan “Black Death” pada abad pertengahan, tetapi WHO menegaskan pes masih ditemukan hingga sekarang di beberapa wilayah Afrika, Asia, dan Amerika.

Pes biasanya menyebar melalui gigitan kutu yang terinfeksi, kontak dengan hewan terinfeksi, atau droplet pada pes paru-paru (pneumonic plague).

Jadi pada pes, masalahnya bukan hanya tikus, tetapi juga kutu yang hidup pada tubuh hewan pengerat.

2. Perbedaan cara penularan

Penyakit

Cara penularan utama

Hantavirus

Menghirup partikel urine/kotoran tikus

Leptospirosis

Kontak dengan air/tanah tercemar urine

Pes

Gigitan kutu, kontak hewan, atau droplet

Hantavirus banyak berkaitan dengan ruangan tertutup

Kasus hantavirus sering dikaitkan dengan:

  • Gudang.
  • Loteng.
  • Lumbung.
  • Rumah kosong.
  • Area penuh kotoran tikus.

Ketika kotoran tikus kering tersapu, partikel virus dapat beterbangan dan terhirup. Karena itu, area seperti ini tidak langsung disapu kering, melainkan dibasahi disinfektan terlebih dahulu.

Leptospirosis sangat berkaitan dengan banjir

Leptospirosis sering muncul setelah banjir karena air dapat tercampur urine tikus.

Kamu tidak harus menelan air banjir untuk tertular. Luka kecil di kaki pun bisa menjadi pintu masuk bakteri. Itulah sebabnya penggunaan alas kaki tertutup saat banjir sangat penting.

Pes berkaitan dengan kutu

Pada pes, kutu berperan besar dalam penularan. Ketika tikus mati, kutu dapat berpindah ke manusia atau hewan lain. Pada bentuk pneumonic plague, bakteri bahkan dapat menyebar lewat droplet antarmanusia. Inilah alasan pneumonic plague dianggap sebagai bentuk paling berbahaya.

3. Organ tubuh yang diserang berbeda

Seorang pasien pria terbaring di tempat tidur rumah sakit dengan infus dan alat pemantau di tangannya, menerima perawatan medis.
ilustrasi pasien dirawat di rumah sakit akibat penyakit yang disebarkan oleh tikus (freepik.com/freepik)

Hantavirus: paru-paru atau ginjal

Tergantung jenisnya, hantavirus dapat menyebabkan:

  • Gangguan paru berat.
  • Perdarahan.
  • Kerusakan pembuluh darah.
  • Hingga gagal ginjal.

Pada HPS, masalah utamanya adalah paru-paru. Sementara pada HFRS, kerusakan ginjal lebih dominan. Ini membuat hantavirus di Asia kadang tampak mirip leptospirosis karena sama-sama bisa menyerang ginjal.

Leptospirosis: hati, ginjal, dan pembuluh darah

Leptospirosis berat dapat menyebabkan:

  • Gagal ginjal.
  • Penyakit kuning.
  • Perdarahan paru.
  • Meningitis.
  • Gagal multiorgan.

Kasus berat dikenal sebagai penyakit Weil. Salah satu tanda yang cukup khas adalah mata merah tanpa banyak kotoran mata.

Pes: kelenjar getah bening, darah, atau paru

Pes memiliki beberapa bentuk utama:

  • Bubonic plague: pembengkakan kelenjar getah bening,
  • Septicemic plague:→ infeksi menyebar ke darah,
  • Pneumonic plague:→ menyerang paru-paru.

Salah satu ciri paling khas pes adalah pembengkakan kelenjar getah bening yang nyeri. Ini berbeda dengan hantavirus yang lebih sering berkaitan dengan gangguan paru atau ginjal, serta leptospirosis yang identik dengan paparan air tercemar dan kerusakan hati maupun ginjal.

4. Kenapa ketiganya bisa sulit dibedakan?

Karena fase awalnya memang sangat mirip—demam, nyeri otot, lemas, sakit kepala, mual, dan menggigil—banyak pasien awalnya dikira cuma mengalami flu, tifus, atau infeksi biasa.

Padahal, riwayat paparan sangat penting, misalnya:

  • Habis membersihkan gudang penuh tikus: kecurigaan hantavirus.
  • Habis banjir: kecurigaan leptospirosis.
  • Kontak dengan hewan mati mendadak atau area wabah: kecurigaan pes.

Karena gejalanya tumpang tindih, dokter biasanya membutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosis.

5. Mana yang paling berbahaya?

Ketiganya bisa fatal bila terlambat dikenali. Namun, mekanismenya berbeda.

  • Hantavirus dapat memburuk dengan sangat cepat.
  • Leptospirosis sering terlambat disadari.
  • Pes paru-paru dapat menyebar cepat dan mematikan bila tidak segera diobati.

Kabar baiknya, leptospirosis dan pes dapat diobati dengan antibiotik jika cepat ditangani. Sementara pada hantavirus, belum ada terapi antivirus spesifik yang benar-benar terbukti efektif secara luas. Penanganan terutama berupa perawatan suportif intensif.

6. Cara mencegahnya tidak sama

Sekelompok tikus berkeliaran di lantai berpola hitam putih di dekat bangunan batu berukir, menggambarkan hewan pengerat pembawa penyakit.
ilustrasi tikus, hewan pengerat yang dapat menyebarkan penyakit seperti hantavirus, leptospirosis, dan pes (pixabay.com/Simon)

Pencegahan hantavirus

  • Jangan menyapu kotoran tikus kering langsung.
  • Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area penuh tikus.
  • Basahi area dengan disinfektan sebelum dibersihkan.

Pencegahan leptospirosis

  • Hindari kontak langsung dengan air banjir.
  • Gunakan sepatu bot atau alas kaki tertutup.
  • Tutup luka terbuka saat berada di area berisiko.

Pencegahan pes

  • Kendalikan populasi tikus dan kutu.
  • Hindari kontak dengan hewan liar sakit atau mati.
  • Segera cari bantuan medis jika mengalami demam setelah paparan yang berisiko.

Hantavirus, leptospirosis, dan pes memang sama-sama berkaitan dengan tikus, tetapi ketiganya berbeda.

Hantavirus adalah infeksi virus yang dapat menyerang paru-paru maupun ginjal tergantung jenisnya. Leptospirosis merupakan infeksi bakteri yang sangat berkaitan dengan air tercemar urine hewan. Sementara pes adalah infeksi bakteri historis yang masih ada hingga sekarang dan melibatkan kutu sebagai penular utama.

Yang membuat ketiganya berbahaya adalah gejala awalnya sering tampak biasa saja. Jadi, memahami riwayat paparan lingkungan—apakah habis banjir, habis membersihkan gudang penuh tikus, atau berkontak dengan hewan sakit—bisa menjadi petunjuk penting untuk mengenali penyakit lebih cepat.

Referensi

Centers for Disease Control and Prevention. “About Hantavirus.” Diakses Mei 2026.

Centers for Disease Control and Prevention. “Clinical Overview of Hantavirus.” Diakses Mei 2026.

Mayo Clinic. “Hantavirus Pulmonary Syndrome: Symptoms & Causes.” Diakses Mei 2026.

World Health Organization. “Leptospirosis.” Diakses Mei 2026.

World Health Organization. “Plague.” Diakses Mei 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More