ilustrasi memencet hidung (pixabay.com/Nastya_gepp)
Di dalam hidung terdapat banyak pembuluh darah kecil. Pembuluh darah ini bertugas untuk mengatur kelembapan udara yang kamu hirup. Ia menghangatkan dan melembapkan udara yang masuk melalui hidung. Pembuluh darah ini sangat sensitif. Mereka mudah pecah dan terluka. Hal ini karena pembuluh darah tersebut terletak dekat dengan permukaan lapisan dalam hidung. Ketika ada sesuatu yang mencederai hidung, pembuluh darah ini biasanya mudah pecah dan memicu pendarahan.
Mimisan dibagi menjadi dua jenis berdasarkan lokasi pendarahan yang terjadi, yaitu mimisan anterior dan mimisan posterior. Mimisan anterior adalah mimisan yang terjadi pada bagian depan hidung (pada dinding antara kedua kedua lubang hidung). Sedangkan mimisan posterior, adalah mimisan yang terjadi pada hidung bagian belakang.
Mimisan anterior adalah jenis mimisan yang sangat umum terjadi dan biasanya tidak serius. Sementara itu, mimisan posterior adalah mimisan yang bisa mengakibatkan pendarahan hebat dan sering kali memerlukan perhatian medis. Mimisan posterior biasanya memengaruhi pembuluh darah yang lebih besar di bagian belakang hidung dekat tenggorokan sehingga menyebabkan pendarahan yang lebih serius.