Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Bahaya Menghirup Asap Karhutla Tanpa Masker, Berisiko!
ilustrasi memadamkan api karhutla. (pexels.com/RDNE Stock Project)
  • Asap karhutla mengandung partikel dan gas yang dapat memicu iritasi mata serta saluran pernapasan, seperti batuk, tenggorokan gatal, mengi, dan sesak napas.
  • Partikel PM2.5 dari kebakaran dapat masuk jauh ke paru-paru, memicu gangguan pernapasan jangka pendek hingga penurunan fungsi paru-paru, terutama pada penderita asma dan PPOK.
  • Paparan asap karhutla juga berkaitan dengan peradangan dan risiko gangguan jantung-pembuluh darah, termasuk jantung berdebar serta peningkatan rawat inap pada lansia dan kelompok berisiko.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar kabut yang mengganggu pandangan. Di dalamnya terdapat berbagai polutan, termasuk partikel sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan saat terhirup. Risiko paparan tentu menjadi lebih besar ketika seseorang berada langsung di lokasi yang dipenuhi asap tanpa perlindungan pernapasan.

Hal ini terlihat saat Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi karhutla di Kalimantan Barat tanpa mengenakan masker. Potret Prabowo tanpa masker ketika meninjau lokasi kebakaran tersebut sontak menimbulkan pertanyaan. Lantas, apa saja yang bisa terjadi pada tubuh ketika menghirup asap karhutla tanpa masker? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

1. Mata dan saluran pernapasan bisa teriritasi

ilustrasi memadamkan api karhutla. (pexels.com/Bombeiros MT)

Asap karhutla dapat mengganggu saluran pernapasan karena mengandung partikel dan gas yang ikut terhirup saat seseorang bernapas. Paparan tersebut dapat memicu batuk, tenggorokan terasa gatal, mengi, hingga kesulitan bernapas. Dilansir US Environmental Protection Agency (EPA), respirator yang terpasang rapat seperti N95 dapat membantu menyaring partikel asap sebelum masuk ke paru-paru.

Namun, perlindungan ini hanya mencakup hidung dan mulut, sehingga mata tetap terpapar langsung oleh asap. Mengutip dari laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), asap kebakaran juga dapat menyebabkan iritasi mata selain gangguan pada saluran pernapasan. Karena itu, berada di tengah asap tanpa perlindungan berarti memberi paru-paru kesempatan lebih besar untuk menghirup polutan dalam jumlah tinggi.

2. PM2.5 bisa masuk jauh ke paru-paru

ilustrasi asap karhutla (pexels.com/Alexandre P. Junior)

Asap karhutla mengandung berbagai polutan yang dapat masuk ke tubuh ketika seseorang menghirup udara di sekitarnya. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah PM2.5, yaitu partikel berukuran 2,5 mikrometer atau bisa saja lebih kecil. Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal Respiratory Care pada 2026, peristiwa kebakaran menghasilkan PM2.5 dalam jumlah besar dan paparan asapnya dapat menimbulkan berbagai gangguan pada sistem pernapasan.

Studi tersebut juga menemukan bahwa paparan asap kebakaran bisa menyebabkan gejala pernapasan dalam jangka pendek hingga penurunan fungsi paru-paru dalam jangka panjang. Mengutip penelitian yang sama, kelompok seperti penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) memiliki risiko lebih besar mengalami dampak kesehatan akibat paparan asap. Oleh sebab itu, berada dekat sumber karhutla tanpa perlindungan pernapasan membuat seseorang lebih berisiko menghirup PM2.5 dalam jumlah tinggi.

3. Jantung dan pembuluh darah juga bisa terdampak

ilustrasi berada di tengah kabut asap karhutla. (pexels.com/Vadim Braydov)

Paparan asap karhutla tidak hanya berdampak pada paru-paru, tetapi juga dapat memengaruhi kerja jantung dan pembuluh darah. Partikel halus seperti PM2.5 dapat memicu peradangan dan perubahan pada sistem tubuh yang berhubungan dengan kesehatan kardiovaskular. Mengutip dari studi yang terbit di American Heart Journal Plus pada 2025, paparan PM2.5 dan asap kebakaran berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit serta kematian akibat gangguan kardiovaskular.

Risiko ini dapat semakin diperhatikan pada orang yang sudah memiliki penyakit jantung atau faktor risiko kardiovaskular lainnya. WHO juga menjelaskan, paparan asap kebakaran dalam jangka pendek juga dapat menyebabkan jantung berdebar dan meningkatkan risiko rawat inap akibat masalah kardiovaskular, terutama pada kelompok lanjut usia. Jadi, berada di tengah asap karhutla tanpa perlindungan bukan hanya membuat paru-paru bekerja lebih keras, tetapi juga dapat memberi beban tambahan pada sistem kardiovaskular.

Dampak asap karhutla ternyata tidak berhenti pada saluran pernapasan. Paparan partikel halus juga dapat memengaruhi jantung dan pembuluh darah, terutama ketika konsentrasinya tinggi. Menurutmu, kalau berada di tengah asap karhutla saja sudah membawa risiko kesehatan, seberapa penting perlindungan diri saat meninjau lokasi kebakaran?

Referensi

“Protect Yourself From Wildfire Smoke and Ash.” U.S. Environmental Protection Agency (EPA). Diakses Agustus 2026.

“Effects of Wildfire Smoke Inhalation on Respiratory Health.” Respiratory Care. Diakses Agustus 2026.

“Air Pollution and Cardiovascular Disease: A Systematic Review of the Effects of Air Pollution, Including Bushfire Smoke, on Cardiovascular Disease.” American Heart Journal Plus. Diakses Agustus 2026.

“Wildfire Air Pollution and Rates of Cardiovascular Events and Mortality in Northern California in 2018.” Journal of the American Heart Association. Diakses Agustus 2026.

“Wildfires.” World Health Organization (WHO). Diakses Agustus 2026.

“Wildfire Smoke: A Frequently Underestimated Health Risk.” World Health Organization (WHO). Diakses Agustus 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article