Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Awas! Baju Anak Warna Cerah Bisa Berbahaya, Mengandung Timbal
ilustrasi anak bermain mengenakan baju berwarna cerah (freepik/freepik)
  • Sebuah penelitian menemukan seluruh 11 sampel kaus anak dari berbagai retailer mengandung timbal melebihi batas aman 100 ppm, terutama pada kain berwarna cerah seperti merah dan kuning.

  • Timbal bersifat toksik bagi anak-anak karena dapat memengaruhi perkembangan otak, sistem saraf, serta perilaku; paparan bisa terjadi saat kain dikunyah atau diisap oleh anak kecil.

  • Studi menyoroti perlunya penelitian lanjutan tentang penyebaran timbal saat mencuci pakaian dan mendorong industri tekstil beralih ke pewarna alami yang lebih aman bagi kesehatan dan lingkungan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pakaian anak adalah salah satu kebutuhan dasar, dan tak jarang orang tua mendapatkannya dari jenama fast fashion yang terjangkau dan mudah didapat. Namun, temuan terbaru dari peneliti di Marian University mengungkapkan bahwa beberapa baju anak mengandung timbal dalam jumlah tinggi.

Dipresentasikan di pertemuan American Chemical Society Spring 2026, para peneliti menguji 11 sampel kaus anak dari berbagai retailer. Hasilnya, seluruh sampel melebihi batas aman timbal yang ditetapkan pemerintah Amerika Serikat (100 ppm).

Temuan ini menjadi perhatian serius karena pakaian adalah benda yang bersentuhan langsung dengan kulit setiap hari. Tidak seperti mainan atau makanan, risiko dari pakaian sering kali tidak disadari, padahal paparan bisa terjadi berulang dalam jangka panjang.

Yang lebih menarik, warna tampaknya berperan. Kain dengan warna cerah seperti merah dan kuning cenderung memiliki kadar timbal lebih tinggi dibanding warna netral. Salah satu dugaan penyebabnya adalah penggunaan lead(II) acetate dalam proses pewarnaan, yang membuat warna menjadi lebih cerah dan tahan lama.

Kenapa timbal dapat berbahaya bagi kesehatan anak?

Timbal adalah logam berat yang bersifat toksik, bahkan dalam kadar rendah. Tidak ada tingkat paparan timbal yang benar-benar aman, terutama untuk anak-anak.

Paparan timbal dapat memengaruhi:

  • Perkembangan otak.

  • Sistem saraf pusat.

  • Perilaku dan kemampuan belajar.

Anak di bawah usia 6 tahun adalah kelompok paling rentan. Pada usia ini, otak masih berkembang pesat, sehingga lebih sensitif terhadap zat toksik. Dampaknya bisa berupa:

  • Penurunan IQ.

  • Gangguan perhatian.

  • Masalah perilaku.

Penelitian ini juga menyoroti satu kebiasaan anak yang umum, yaitu memasukkan benda ke dalam mulut. Saat kain yang mengandung timbal dikunyah atau diiisap, logam tersebut bisa larut dalam kondisi asam seperti di lambung.

Simulasi laboratorium dalam studi ini menunjukkan bahwa paparan dari kebiasaan tersebut berpotensi melebihi batas konsumsi harian timbal yang direkomendasikan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Apa artinya untuk orang tua dan industri pakaian?

ilustrasi baju anak berwarna cerah dapat mengandung timbal (pexels.com/cottonbro studio)

Walaupun masih merupakan penelitian awal, tetapi temuan penelitian ini memberikan sinyal penting tentang potensi risiko yang lebih luas. Para peneliti menekankan, mereka belum menguji semua produk di pasaran, tetapi hasil awal menunjukkan pola yang konsisten dan perlu ditelusuri lebih lanjut.

Selain itu, penelitian lanjutan akan melihat apakah proses mencuci pakaian dapat memengaruhi penyebaran timbal. Ada kemungkinan bahwa:

  • Timbal dapat berpindah ke pakaian lain.

  • Residu dapat tertinggal di mesin cuci.

  • Limbahnya berpotensi mencemari lingkungan.

Di sisi lain, alternatif yang lebih aman sebenarnya sudah tersedia. Industri tekstil dapat menggunakan bahan alami seperti:

  • Kulit pohon ek.

  • Kulit delima.

  • Rosemary.

  • Alum (mordan yang lebih aman)

Namun, perubahan ini butuh biaya dan dorongan dari konsumen maupun regulasi. Tanpa tekanan tersebut, produsen cenderung mempertahankan metode yang lebih murah.

Bagi orang tua, temuan ini bukan berarti harus menghindari semua pakaian fast fashion. Namun, penting untuk:

  • Lebih selektif dalam memilih produk.

  • Mencuci pakaian baru sebelum dipakai.

  • Menghindari pakaian dengan aksesori logam berlebih.

  • Mengawasi kebiasaan anak memasukkan benda ke mulut.

Temuan tentang kandungan timbal dalam pakaian anak membuka perspektif baru tentang sumber paparan yang selama ini kurang diperhatikan. Dengan informasi yang tepat, orang tua dapat membuat keputusan yang lebih aman, sementara tekanan dari publik dapat mendorong industri untuk beralih ke praktik yang lebih sehat. Untuk kesehatan anak, ini bisa berdampak besar dalam jangka panjang.

Referensi

"Initial tests find lead in children’s fast-fashion clothing." American Chemical Society. Diakses April 2026.

Editorial Team