Demi kesehatan, para ahli biasanya menyarankan untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Di berbagai negara, rekomendasinya relatif mirip, yakni mengonsumsi sekitar lima porsi buah dan sayuran setiap hari untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk jantung. Namun, sebuah studi terbaru menunjukkan bukan cuma jumlah buah dan sayur yang penting, tetapi juga jenis yang dipilih.
Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Reading, Harvard Medical School, University of California Davis, dan Mars Inc. menemukan bahwa sebagian besar orang tidak mendapatkan cukup flavanol dalam pola makan mereka. Padahal, senyawa alami ini dikaitkan dengan kesehatan jantung yang lebih baik dan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.
Temuan studi, kekurangan flavanol tidak hanya ditemukan pada orang yang jarang makan buah dan sayur. Banyak peserta penelitian yang sebenarnya sudah memenuhi rekomendasi konsumsi buah dan sayur harian, tetapi tetap tidak mencapai asupan flavanol yang dianggap bermanfaat bagi kesehatan jantung.
Selain menggunakan kuesioner makanan, para peneliti juga mengukur biomarker biologis yang dapat menunjukkan seberapa banyak flavanol yang benar-benar dikonsumsi dan diserap tubuh. Ternyata, kurang dari satu dari lima peserta yang berhasil mencapai tingkat asupan flavanol yang sebelumnya dikaitkan dengan manfaat nyata bagi kesehatan jantung.
