Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apakah Mandi Malam Bisa Menyebabkan Rematik? Ini Faktanya!

Apakah Mandi Malam Bisa Menyebabkan Rematik? Ini Faktanya!
ilustrasi pria sedang mandi. (www.pexels.com/Sergey Torbik)
  • Rematik merupakan kelompok sekitar 200 penyakit yang menyerang persendian dan jaringan ikat, termasuk osteoarthritis akibat penipisan tulang rawan serta rheumatoid arthritis akibat serangan sistem imun.
  • Gejalanya dapat berupa lelah, sendi meradang atau bengkak, pegal, nyeri berdenyut, kaku, dan gerak terbatas; kondisi ini bisa menyerang semua usia, bukan hanya lansia.
  • Tidak ada bukti kuat mandi malam menyebabkan rematik. Namun, suhu malam dan air dingin dapat memicu atau memperparah nyeri pada penderita; air hangat disarankan bila mandi malam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat masih kecil, orang tua selalu mengingatkan anaknya untuk mandi di sore hari. Telat sedikit, pasti langsung kena omel. Orang tua dulu memang melarang anaknya untuk mandi malam-malam, apalagi sampai keramas. Alasannya? Karena mitosnya mandi malam-malam bisa menyebabkan rematik.

Namun saat kita sudah dewasa, pekerjaan yang menyita waktu sering kali membuat kita telat pulang ke rumah. Akhirnya kita gak memiliki pilihan lain selain mandi di malam hari. Namun yang jadi pertanyaan, benarkah mandi malam bisa menyebabkan rematik? Berikut apa kata medis!

  1. 1. Rematik bukan nama bagi satu penyakit tertentu

    Seorang pria tua mengalami nyeri sendi
    gambar seorang pria tua mengalami nyeri sendi (magnific.com/lifestylememory)

    Banyak orang terkena rematik, tetapi sedikit yang benar-benar mengenal penyakit ini. Pasalnya, selama ini kita mengenal rematik sebagai penyakit tunggal, tetapi kenyataannya rematik adalah sekelompok penyakit yang biasanya menyerang persendian dan jaringan ikat sistem muskuloskeletal. Dilansir Johnson & Johnson, saat ini terdapat 200 jenis penyakit yang diklasifikasikan sebagai rematik, di mana setiap penyakit memiliki dampak yang berbeda-beda. Dua yang paling umum di antaranya adalah osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.

    Osteoarthritis merupakan jenis penyakit rematik yang paling umum, dan menyerang jutaan orang di berbagai negara. Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan pelindung yang seharusnya melindungi ujung tulang, mengalami penipisan. Osteoarthritis sebenarnya dapat terjadi di bagian sendi mana pun, tetapi paling umum menyerang sendi di tangan, lutut, pinggul, atau tulang belakang.

    Sedangkan rheumatoid arthritis merupakan kondisi kronis yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuhnya sendiri secara keliru. Rheumatoid arthritis mempengaruhi lapisan sendi, dan mengikis tulang di bawahnya, menyebabkan pembengkakan menyakitkan dan perubahan bentuk sendi seiring berjalannya waktu. Awalnya kondisi ini hanya mempengaruhi bagian sendi-sendi kecil di tangan atau kaki, sebelum akhirnya menyebar ke area lain seperti pergelangan tangan, siku, pinggul, lutut, dan pergelangan kaki.

  2. 2. Penderita rematik mungkin akan merasakan nyeri berdenyut di salah satu persendian

    Seorang pria yang meraskan gejala rematik
    gambar seorang pria yang meraskan gejala rematik (magnific.com/lifestylememory)

    Rematik sering kali dianggap sepele, tetapi siapa sangka jika mendeteksi penyakit ini gak selalu mudah. Ini karena banyak dari gejala rematik merupakan gejala yang sifatnya umum, dan kerap muncul pada penyakit lain. Meski begitu dilansir WebMD, kebanyakan penderita biasanya mengalami gejala meliputi:

    • Sering merasa lelah
    • Peradangan, pembengkakan, kemerahan, merasa hangat pada area sendi atau bagian yang terkena
    • Pegal, dan nyeri sendi yang terasa seperti ditekan
    • Kekakuan dan keterbatasan gerak pada satu atau beberapa sendi, terutama saat bangun tidur di pagi hari
    • Nyeri sendi terasa lebih buruk setelah melakukan olahraga berat.

    Mengenai rasa nyeri yang ditimbulkan, penderita rematik umumnya mengalami rasa nyeri yang berdenyut di satu atau lebih area persendian. Persendian juga mungkin akan terasa nyeri saat disentuh, dan kadang kaku terutama setelah duduk atau berbaring dalam jangka waktu lama. 

  3. 3. Reumatik bukan hanya menyerang orang tua

    Pria tua yang sedang merokok
    gambar pria tua yang sedang merokok (unsplash.com/Robin Noguier)

    Gak sedikit orang beranggapan bahwa rematik merupakan penyakit orang tua. Memang benar bahwa orang lanjut usia lebih rentan terkena penyakit ini, tetapi sebenarnya penyakit ini bisa menyerang siapa saja termasuk anak-anak. Selain faktor usia, beberapa kelompok tertentu juga memiliki risiko terkena rematik yang lebih tinggi. Dilansir WebMd, mereka adalah orang dengan berat badan berlebih atau obesitas, memiliki riwayat infeksi di masa lalu, mengalami trauma atau tekanan saat masih kanak-kanak, merokok, mereka yang terpapar polutan atau bahan kimia juga memiliki risiko terkena rematik. Terakhir, rematik tertentu seperti rheumatoid arthritis juga lebih sering menyerang perempuan dibandingkan laki-laki.

  4. 4. Benarkah mandi malam bisa menyebabkan rematik?

    Seorang pria sedang mandi
    gambar seorang pria sedang mandi (unsplash.com/Heleno Kaizer)

    Dari penjelasan sebelumnya, mandi malam gak termasuk dalam daftar penyebab rematik. Namun tetap saja, pertanyaan mengenai mandi malam dan rematik masih menghantui banyak orang. Dilansir Prodia Digital, sejauh ini gak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa pernyataan ini benar. Meski begitu, mitos kesehatan bahwa mandi malam dapat menyebabkan rematik juga gak muncul tanpa dasar.

    Jika kamu memang menderita rematik, mandi malam dapat memicu atau bahkan memperparah gejala yang sudah ada. Ini karena kombinasi suhu malam dan air yang dingin dapat menyebabkan kapsul sendi menyusut, menimbulkan tekanan pada sendi yang akhirnya memicu munculnya rasa nyeri. Jika pun terpaksa harus mandi malam, sebaiknya gunakan air hangat agar gejala gak kambuh setelahnya.

    Mandi malam dapat menyebabkan rematik merupakan salah satu mitos kesehatan yang cukup populer. Gak heran kalau banyak yang percaya dengan mitos satu ini. Sama seperti kebanyakan penyakit lainnya, rematik sendiri lebih banyak disebabkan oleh pola hidup yang buruk. Kebiasaan mandi malam gak menyebabkan rematik, tetapi jika sejak awal kamu memang sudah menderita penyakit ini, mandi malam akan memicu kambuhnya berbagai gejala.

    Referensi

    “Fact-Checking Claim About Bathing at Night and Rheumatism.” AFP Fact Check. Diakses Agustus 2026.

    “What Is a Rheumatic Disease?” Johnson & Johnson. Diakses Agustus 2026.

    “Effects of Nighttime Bathing.” Prodia Digital. Diakses Agustus 2026.

    “Myths and Facts About Rheumatic Diseases.” Indonesian Rheumatology Association. Diakses Agustus 2026.

    “An Overview of Rheumatic Diseases.” WebMD. Diakses Agustus 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More