Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Benarkah Jus Seledri Ampuh Menurunkan Tekanan Darah?

Benarkah Jus Seledri Ampuh Menurunkan Tekanan Darah?
ilustrasi jus seledri (pixabay.com/Mirandi)
  • Sejumlah penelitian menunjukkan seledri berpotensi membantu menurunkan tekanan darah, tetapi bentuk yang diteliti sangat beragam.

  • Bukti khusus untuk jus seledri masih terbatas dan belum cukup untuk menyebutnya sebagai terapi hipertensi.

  • Jus seledri boleh menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi tidak boleh digunakan untuk menggantikan obat tekanan darah yang diresepkan dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Segelas jus seledri kerap dipromosikan sebagai cara mudah untuk menurunkan tekanan darah secaca. Klaim tersebut kemungkinan berasal dari kandungan kalium dan berbagai senyawa tanaman yang berpotensi baik untuk pembuluh darah.

Namun, apa benar jus seledri seampuh itu untuk menurunkan tekanan darah?

  1. Potensi manfaat ada, tetapi buktinya belum solid

    Metaanalisis tahun 2025 menggabungkan 10 studi acak terkontrol dengan total 511 peserta. Secara keseluruhan, konsumsi berbagai sediaan seledri berkaitan dengan penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik dibandingkan kelompok kontrol.

    Studi yang dimasukkan menggunakan bagian tanaman, dosis, dan bentuk olahan yang berbeda-beda, mulai dari biji hingga preparat seledri lainnya. Hasil antarpenelitian juga sangat bervariasi: heterogenitas untuk tekanan darah sistolik mencapai 94,3 persen dan untuk diastolik 88,9 persen. Dari seluruh uji klinis yang dianalisis, hanya satu yang dinilai memiliki risiko bias rendah di semua aspek.

    Seledri mungkin memiliki efek antihipertensi, tetapi belum ada dasar kuat untuk menentukan berapa banyak jus seledri yang harus diminum atau seberapa besar manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Ada bukti yang kuat, tetapi berasal dari ekstrak biji seledri

    Salah satu penelitian manusia yang lebih ketat diterbitkan dalam jurnal Phytotherapy Research pada 2022. Sebanyak 52 pasien hipertensi mengikuti uji klinis acak, triple-blind, menggunakan plasebo dan desain cross-over.

    Peserta mendapat kapsul ekstrak biji seledri sebanyak 1,34 gram per hari selama empat minggu. Pada periode konsumsi ekstrak, rata-rata tekanan sistolik turun dari sekitar 141 menjadi 130 mmHg, sedangkan tekanan diastolik turun dari sekitar 92 menjadi 84 mmHg.

    Akan tetapi, penelitian tersebut menguji ekstrak biji seledri dengan dosis terstandardisasi, bukan jus dari batang atau daun seledri. Karena konsentrasi senyawa aktifnya berbeda, hasilnya tidak bisa menjadi sumber klaim bahwa minum jus seledri akan memberikan efek yang sama.

  3. Bagaimana dengan penelitian jus seledri?

    Segelas jus seledri hijau dengan batang seledri segar di atas meja, sebagai ilustrasi minuman sehat.
    Ilustrasi jus seledri (pixabay.com/stux)

    Salah satu laporan yang banyak dikutip hanya melibatkan seorang laki-laki berusia 74 tahun dengan hipertensi. Tekanan darahnya turun dari 150/80 mmHg menjadi 118/82 mmHg setelah mengonsumsi jus seledri setiap hari selama enam bulan.

    Namun, perlu digarisbawahi bahwa ini merupakan laporan satu pasien, bukan uji klinis. Pasien tersebut juga menjalani perawatan kiropraktik selama periode yang sama. Tanpa kelompok kontrol, penelitian semacam ini tidak dapat memastikan bahwa perubahan tekanan darah disebabkan oleh jus seledri.

  4. Kenapa seledri tetap menarik untuk diteliti?

    Salah satu alasannya adalah kandungan kalium dan senyawa tanaman di dalamnya. Asupan kalium dari makanan berperan dalam pengaturan tekanan darah karena dapat membantu mengurangi efek natrium dan memengaruhi ketegangan dinding pembuluh darah.

    American Heart Association (AHA) merekomendasikan peningkatan asupan kalium melalui makanan sebagai salah satu bagian dari strategi mengontrol tekanan darah pada orang yang sesuai.

    Bukan cuma seledri yang mengandung kalium. Buah, sayuran, kacang-kacangan, dan berbagai makanan lain juga menyediakan kalium serta nutrisi yang mendukung kesehatan kardiovaskular.

    Orang dengan penyakit ginjal atau yang menggunakan obat tertentu juga perlu berhati-hati dalam meningkatkan asupan kalium secara berlebihan karena tubuh dapat kesulitan membuang kelebihannya.

  5. Jadi, efektif atau cuma tren?

    Jus seledri punya potensi dalam menurunkan tekanan darah, tetapi bukti yang tersedia belum cukup kuat untuk menganggapnya sebagai obat penurun tekanan darah. Sebagian bukti ilmiah terbaik berasal dari ekstrak biji atau sediaan lain, bukan jus seledri rumahan.

    Fondasi pengendalian tekanan darah dengan bukti kuat tetaplah pola makan sehat seperti Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH), mengurangi asupan natrium, meningkatkan asupan kalium dari makanan jika direkomendasikan oleh dokter, menjaga berat badan dalam rentang sehat, aktif bergerak, membatasi alkohol, konsumsi obat hipertensi jika diperlukan.

    Referensi

    Dangzhen Liu, Haiyan Zhao, Hong Xu, and Jingqing Hu, “Effects of Celery (Apium graveolens) on Blood Pressure, Glycemic and Lipid Profile in Adults: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials,” Frontiers in Nutrition 12 (2025): 1597680, https://doi.org/10.3389/fnut.2025.1597680.

    Maryam Shayani Rad, Mohsen Moohebati, and Seyed Ahmad Mohajeri, “Effect of Celery (Apium graveolens) Seed Extract on Hypertension: A Randomized, Triple-Blind, Placebo-Controlled, Cross-Over, Clinical Trial,” Phytotherapy Research 36, no. 7 (2022): 2889–2907, https://doi.org/10.1002/ptr.7469.

    Jennifer D. Illes, “Blood Pressure Change After Celery Juice Ingestion in a Hypertensive Elderly Male,” Journal of Chiropractic Medicine 20, no. 2 (2021): 90–94, https://doi.org/10.1016/j.jcm.2021.04.001.

    American Heart Association, “How Potassium Can Help Prevent or Treat High Blood Pressure,” diakses Agustus 2026.

    American Heart Association and American College of Cardiology, “Top Things to Know: 2025 High Blood Pressure (BP) Guideline,” diakses Agustus 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More