Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rutin Jalan Kaki Setiap Hari? Ini 7 Manfaatnya bagi Tubuh

Rutin Jalan Kaki Setiap Hari? Ini 7 Manfaatnya bagi Tubuh
ilustrasi jalan kaki (magnific.com/magnific)
  • Jalan kaki rutin membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kebugaran, dan mendukung pengelolaan berat badan melalui pembakaran kalori sebagai bagian dari gaya hidup aktif.
  • Berjalan kaki dapat mendukung kesehatan mental dan otak, sekaligus membantu otot menggunakan glukosa setelah makan untuk mendukung kontrol gula darah.
  • Kebiasaan ini bisa dimulai dari durasi serta intensitas yang nyaman, lalu ditingkatkan bertahap agar tubuh tetap aktif seiring bertambahnya usia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jalan kaki sering dianggap sepele karena bisa dilakukan tanpa alat, biaya, atau tempat khusus, padahal kebiasaan sederhana ini bisa memberi dampak pada kondisi tubuh. Di tengah rutinitas yang bikin lebih sering duduk berjam-jam, menyempatkan diri berjalan kaki justru bisa menjadi cara praktis untuk membuat tubuh tetap aktif. Lantas, apa saja perubahan dan manfaat yang bisa dirasakan jika kebiasaan ini dilakukan secara rutin?

Tak perlu langsung memaksakan diri untuk olahraga berat atau mengejar ribuan langkah setiap hari, kok. Jalan kaki bisa dimulai dari hal sederhana dan disesuaikan dengan waktu serta kemampuan tubuh, lalu dilakukan secara konsisten. Nah, sebelum menjadikannya rutinitas, yuk, cari tahu tujuh manfaat rutin jalan kaki setiap hari bagi tubuh yang mungkin selama ini sering luput dari perhatian!

  1. 1. Membantu menjaga kesehatan jantung

    ilustrasi kopi untuk kesehatan jantung
    ilustrasi kopi untuk kesehatan jantung (freepik.com/freepik)

    Kalau dalam aktivitas sehari-hari lebih banyak menghabiskan waktu duduk di depan laptop atau berbaring setelah beraktivitas, badan mungkin merasa tidak banyak bergerak. Namun, jalan kaki secara teratur dapat menjadi cara yang mudah untuk menjaga tubuh tetap bergerak dan mendukung kesehatan jantung. Aktivitas ini berfungsi untuk meningkatkan kinerja sistem kardiovaskular, terutama jika dilakukan dengan intensitas yang tepat.

    Gak perlu langsung menempuh jarak yang jauh atau menetapkan target langkah tertentu, kok. Mulai dari berjalan ke minimarket, naik turun tangga, atau meluangkan waktu untuk berjalan santai setelah makan juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup aktif. Nah, kalau dilakukan dengan konsisten dan diimbangi dengan pola hidup sehat, kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga jantung tetap berfungsi dengan baik.

  2. 2. Membantu menjaga berat badan

    ilustrasi timbangan berat badan
    ilustrasi timbangan berat badan (pexels.com/Pixabay)

    Buat mereka yang berusaha mempertahankan berat badan, olahraga sering kali terasa sulit karena jadwal yang padat sejak pagi. Jalan kaki bisa menjadi alternatif yang lebih masuk akal karena tidak memerlukan alat khusus dan bisa dengan mudah dimasukkan ke dalam kegiatan sehari-hari. Meskipun tampak mudah, tubuh tetap membakar kalori saat kita berjalan, lho.

    Jumlah kalori yang terbakar tentu saja tergantung pada durasi, kecepatan, medan yang dilalui, dan kondisi tubuh masing-masing. Oleh karena itu, jalan kaki seharusnya tidak dipandang sebagai metode instan untuk menurunkan berat badan, melainkan sebagai bagian dari rutinitas aktif yang dilakukan secara konsisten. Dengan memperhatikan pola makan, kebiasaan ini bisa membantu menyeimbangkan energi tubuh.

  3. 3. Membantu meningkatkan kebugaran tubuh

    ilustrasi menggunakan tangga
    ilustrasi menggunakan tangga (magnific.com/magnific)

    Pernah merasa cepat ngos-ngosan hanya karena berjalan agak jauh atau naik beberapa lantai? Keadaan seperti ini bisa menjadi pertanda bahwa tubuh perlu lebih sering digerakkan, bukan hanya pada saat sedang berolahraga. Jalan kaki secara teratur bisa membantu tubuh menyesuaikan diri dengan aktivitas fisik sehingga kebugaran perlahan terjaga.

    Intinya bukanlah langsung bergerak dengan cepat, melainkan membangun kebiasaan yang dapat dijalankan secara konsisten. Mulailah dari durasi yang nyaman, lalu tingkatkan waktu atau intensitasnya secara perlahan sesuai dengan kemampuanmu. Dengan semakin terbiasa bergerak, aktivitas sehari-hari seperti berjalan ke halte atau menaiki tangga terasa semakin ringan.

  4. 4. Mendukung kesehatan mental

    ilustrasi wanita dengan ketahanan mental yang baik
    ilustrasi wanita dengan ketahanan mental yang baik (freepik.com/freepik)

    Kadang-kadang pikiran bisa terasa penuh setelah seharian menatap layar, menyelesaikan pekerjaan, atau menghadapi berbagai urusan yang seakan tiada habisnya. Dalam momen seperti itu, berjalan kaki bisa menjadi cara sederhana untuk sejenak menjauh dari rutinitas dan memberi kesempatan pada tubuh untuk bergerak. Aktivitas fisik umumnya berkaitan erat dengan kesehatan mental. Maka, berjalan bisa menjadi salah satu kebiasaan yang mendukung kesejahteraan psikologis.

    Menariknya, kamu gak selalu berjalan di tempat dengan jarak jauh atau pemandangan yang Instagramable untuk merasakan keuntungan tersebut. Berkeliling di kompleks, berjalan di taman, atau sekadar mengambil rute sedikit lebih jauh saat pulang bisa menjadi alternatif. Ini terlihat sederhana, tetapi momen singkat seperti ini sering kali cukup untuk membuat pikiran terasa lebih lega.

  5. 5. Membantu mengontrol gula darah

    ilustrasi lansia yang sedang cek gula darah
    ilustrasi lansia yang sedang cek gula darah (freepik.com/Lifestylememory)

    Setelah makan, rasanya memang paling enak duduk santai sambil scrolling media sosial, ya gak sih? Namun, kalau kita terlalu lama tidak bergerak, tubuh kehilangan kesempatan untuk menggunakan energi dari makanan yang baru saja diterima. Berjalan kaki setelah makan dapat membantu otot memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi sekaligus mendukung pengelolaan kadar gula darah.

    Namun, ini tidak berarti kamu harus segera berjalan jauh atau dengan kecepatan tinggi setiap kali selesai menyantap makanan. Jalan santai dengan tempo yang sesuai kemampuan bisa menjadi cara yang mudah untuk mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama. Apabila dilakukan dalam rangka gaya hidup yang aktif, kebiasaan kecil ini bisa membawa manfaat yang lebih besar dalam jangka waktu panjang.

  6. 6. Mendukung kesehatan otak

    ilustrasi wanita sehat
    ilustrasi wanita sehat (freepik.com/benzoix)

    Jalan kaki sering dikaitkan dengan kekuatan kaki yang lebih kuat atau kondisi fisik yang lebih bugar, tetapi keuntungan dari aktivitas fisik tidak terbatas pada situ saja. Melakukan aktivitas fisik secara rutin juga berhubungan dengan kesehatan otak serta kemampuan kognitif, sehingga tubuh yang aktif juga memberikan dukungan bagi otak. Oleh karena itu, jalan kaki gak hanya tentang mengejar angka di aplikasi penghitung langkah, lho!

    Bayangkanlah berjalan santai sambil menikmati udara segar di pagi hari atau berbincang dengan teman tanpa terus-terusan memandang layar. Momen ini memberikan kesempatan untuk bergerak dan beristirahat sejenak dari rutinitas yang padat. Tentu saja, jalan kaki bukanlah satu-satunya cara untuk menjaga fungsi otak, tetapi bisa menjadi salah satu kebiasaan sehat yang mudah dilakukan.

  7. 7. Membantu tubuh tetap aktif seiring bertambahnya usia

    ilustrasi jalan kaki
    ilustrasi jalan kaki (magnific.com/magnific)

    Seiring bertambahnya usia, tubuh mungkin gak lagi selincah dulu, sehingga aktivitas fisik pun perlahan ikut berkurang. Padahal, tetap bergerak penting supaya tubuh tetap terbiasa melakukan berbagai aktivitas sehari-hari tanpa mudah terasa berat. Nah, jalan kaki bisa jadi pilihan yang simpel karena durasi dan intensitasnya dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

    Gak perlu memaksakan diri mengejar jarak atau jumlah langkah tertentu kalau tubuh belum terbiasa. Yang lebih penting justru membangun rutinitas yang realistis dan dilakukan secara konsisten, sambil memperhatikan kenyamanan tubuh. Nah, dari kebiasaan kecil seperti berjalan kaki inilah, tubuh bisa tetap punya alasan untuk bergerak setiap hari.

    Rutin jalan kaki setiap hari bukan cuma soal menambah jumlah langkah, tetapi juga bisa membantu menjaga kebugaran, kesehatan jantung, berat badan, hingga kesehatan mental. Gak perlu langsung berjalan jauh, yang penting tubuh tetap aktif dan kebiasaan tersebut bisa dilakukan secara konsisten sesuai kemampuan. Jadi, sudah siap menyelipkan jalan kaki di tengah rutinitas harianmu?

    Referensi

    “The Effect of Walking on Depressive and Anxiety Symptoms: Systematic Review and Meta-Analysis.” JMIR Public Health and Surveillance. Diakses Agustus 2026.

    “Device-Measured Physical Activity and Sedentary Behavior in Relation to Cardiovascular Diseases and All-Cause Mortality: Systematic Review and Meta-Analysis of Prospective Cohort Studies.” Journal of the American Heart Association. Diakses Agustus 2026.

    “Systematic Review of the Prospective Association of Daily Step Counts with Risk of Mortality, Cardiovascular Disease, and Dysglycemia.” International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity. Diakses Agustus 2026.

    “After Dinner Rest a While, After Supper Walk a Mile? A Systematic Review with Meta-analysis on the Acute Postprandial Glycemic Response to Exercise Before and After Meal Ingestion in Healthy Subjects and Patients with Impaired Glucose Tolerance.” Sports Medicine. Diakses Agustus 2026.

    “The Effects of Postprandial Walking on the Glucose Response after Meals with Different Characteristics.” Nutrients. Diakses Agustus 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More