Selain luka fisik, korban penyiraman air keras juga sering mengalami dampak psikologis yang dalam.
Perubahan penampilan akibat luka bakar dan jaringan parut dapat memengaruhi rasa percaya diri serta hubungan sosial.
Trauma akibat kekerasan dapat memicu berbagai masalah kesehatan mental, termasuk:
Penelitian juga menunjukkan bahwa penyintas luka bakar berat sering membutuhkan dukungan psikologis untuk membantu proses pemulihan.
Pendampingan psikologis dan dukungan sosial menjadi bagian penting dari rehabilitasi jangka panjang bagi korban penyiraman air keras.
Luka bakar kimia dapat merusak jaringan tubuh secara dalam, membuat proses penyembuhan sering membutuhkan perawatan medis intensif dan berbagai prosedur rekonstruksi. Dalam banyak kasus, pemulihan dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Selain perawatan fisik, dukungan psikologis juga sangat penting agar penyintas dapat kembali menjalani kehidupan dengan baik setelah mengalami trauma tersebut.
Referensi
World Health Organization. “Burns.” Diakses Maret 2026.
American Burn Association. “Burn Incidence and Treatment in the United States.” Diakses Maret 2026.
Shehan Hettiaratchy and Peter Dziewulski, “Pathophysiology and Types of Burns,” BMJ 328, no. 7453 (June 10, 2004): 1427–29, https://doi.org/10.1136/bmj.328.7453.1427.
Greenhalgh, David G. “Management of Burns.” New England Journal of Medicine 380, no. 24 (June 12, 2019): 2349–59. https://doi.org/10.1056/nejmra1807442.
Marc G. Jeschke et al., “Burn Injury,” Nature Reviews Disease Primers 6, no. 1 (February 13, 2020): 11, https://doi.org/10.1038/s41572-020-0145-5.
American Psychological Association. “Trauma and Stress-Related Disorders.” Diakses Maret 2026.