Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Berapa Lama Kamu Bisa Berdiri Satu Kaki? Ini Artinya bagi Kesehatan

Berapa Lama Kamu Bisa Berdiri Satu Kaki? Ini Artinya bagi Kesehatan
ilustrasi berdiri dengan satu kaki (unsplash.com/Kaylee Garett)
  • Penelitian menemukan kemampuan berdiri dengan satu kaki menurun lebih cepat seiring usia dibandingkan kekuatan genggaman, kekuatan lutut, atau pola berjalan biasa.

  • Keseimbangan mencerminkan kerja bersama otot, penglihatan, sistem vestibular di telinga dalam, dan sistem sensorik tubuh, sehingga bisa memberikan gambaran fungsi neuromuskular.

  • Gagal berdiri satu kaki selama 10 detik pada usia 51–75 tahun pernah dikaitkan dengan risiko kematian lebih tinggi, tetapi tes ini bukan alat diagnosis atau penentu umur seseorang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mengangkat satu kaki dari lantai terdengar gampang. Namun, beberapa detik kemudian tubuhmu mulai goyang, kaki menapak kembali, atau tangan refleks mencari pegangan.

Berdiri dengan satu kaki ternyata butuh koordinasi banyak sistem sekaligus. Otak harus menerima informasi dari mata, telinga bagian dalam, dan sensor posisi tubuh, lalu memerintahkan otot melakukan koreksi kecil agar tubuh tidak jatuh.

Itulah sebabnya kemampuan berdiri dengan satu kaki (single-leg stance) menarik perhatian peneliti sebagai salah satu petunjuk bagaimana fungsi tubuh berubah seiring usia. Studi menemukan bahwa dari beberapa parameter fisik yang diuji pada orang sehat berusia di atas 50 tahun, durasi berdiri dengan satu kaki menunjukkan penurunan paling besar seiring bertambahnya usia.

  1. 1. Keseimbangan menurun lebih cepat daripada kekuatan

    Penelitian tersebut melibatkan 40 orang sehat dan hidup mandiri berusia 50 tahun ke atas. Mereka menjalani pemeriksaan kekuatan genggaman, kekuatan lutut, cara berjalan, serta keseimbangan dalam beberapa kondisi.

    Temuannya, kekuatan genggaman memang menurun sekitar 3,7 persen setiap dekade, sedangkan kekuatan lutut sekitar 1,4 persen. Namun, perubahan paling besar ditemukan pada kemampuan mempertahankan keseimbangan dengan satu kaki.

    Berdasarkan koreksi data yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE pada 2026, durasi berdiri pada kaki nondominan menurun sekitar 21 persen per dekade, sedangkan pada kaki dominan sekitar 17 persen. Para peneliti tidak menemukan perbedaan pola penurunan keseimbangan antara laki-laki dan perempuan.

    Sebaliknya, parameter berjalan dengan kecepatan normal tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan usia dalam penelitian tersebut. Karena itu, para peneliti menyebut durasi berdiri dengan satu kaki sebagai ukuran sederhana yang potensial untuk menggambarkan penuaan neuromuskular.

  2. 2. Kenapa berdiri satu kaki bisa memberi banyak informasi?

    Seseorang berdiri dengan satu kaki sambil menjaga keseimbangan dalam ilustrasi latihan keseimbangan tubuh.
    ilustrasi menjaga keseimbangan saat berdiri dengan satu kaki (unsplash.com/Yannic Läderach)

    Agar tetap tegak dengan satu kaki, tubuh harus menggabungkan informasi dari penglihatan, sistem vestibular di telinga dalam, sistem somatosensorik yang memberi tahu posisi tubuh, serta sistem neuromuskular yang mengontrol otot. Semua sistem tersebut dapat mengalami perubahan seiring penuaan.

    Keseimbangan yang buruk juga memiliki konsekuensi bagi kesehatan. Jatuh merupakan sebagai penyebab utama cedera fatal dan nonfatal pada orang berusia 65 tahun ke atas.

  3. 3. Ada juga tes berdiri 10 detik yang dikaitkan dengan umur panjang

    Sebuah penelitian dalam British Journal of Sports Medicine mengikuti 1.702 orang berusia 51–75 tahun. Peserta diminta mencoba berdiri dengan satu kaki selama 10 detik.

    Sekitar 20 persen tidak berhasil menyelesaikan tes tersebut. Selama median tujuh tahun masa pengamatan, 17,5 persen orang yang tidak berhasil berdiri 10 detik meninggal dunia, dibandingkan 4,6 persen pada kelompok yang berhasil.

    Setelah faktor seperti usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), dan sejumlah penyakit diperhitungkan, kelompok yang gagal masih memiliki risiko kematian semua penyebab sekitar 84 persen lebih tinggi.

    Namun, tidak berarti gagal berdiri 10 detik orang akan meninggal lebih cepat. Penelitian tersebut bersifat observasional dan tidak mengontrol semua faktor yang mungkin berpengaruh, termasuk aktivitas fisik dan riwayat jatuh. Keseimbangan buruk bisa menjadi penanda kondisi kesehatan secara keseluruhan, bukan penyebab langsung kematian.

  4. 4. Berapa lama seharusnya bisa berdiri?

    Ilustrasi seseorang melakukan latihan keseimbangan dengan berdiri menggunakan satu kaki dalam suasana luar ruangan.
    ilustrasi latihan keseimbangan dengan satu kaki (pixabay.com/wal_172619)

    Dalam penelitian Mayo Clinic, peserta diminta berdiri hingga 30 detik, dan peneliti Kenton Kaufman menyebut kemampuan mempertahankan posisi selama 30 detik sebagai hasil yang sangat baik. Namun, angka tersebut bukan cutoff diagnosis dan kemampuan keseimbangan dipengaruhi usia serta kondisi kesehatan seseorang.

    Tes sederhana ini juga sebaiknya dilakukan dengan aman. Berdirilah di dekat meja, dinding, atau benda kokoh yang bisa segera dipegang jika kehilangan keseimbangan.

    Orang yang memiliki gangguan keseimbangan serius atau kondisi yang memengaruhi tulang, sendi, dan otot sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mencoba latihan keseimbangan sendiri.

    Kabar baiknya, keseimbangan dapat dilatih. Berdiri dengan satu kaki secara rutin, latihan kekuatan, dan aktivitas yang menantang koordinasi dapat membantu mempertahankan fungsi tersebut seiring usia.

    Jadi, kemampuan berdiri dengan satu kaki bukan ramalan berapa lama seseorang akan hidup. Namun, karena butuh banyak sistem tubuh bekerja secara bersamaan, keseimbangan dapat menjadi salah satu jendela sederhana untuk melihat bagaimana fungsi fisik kamu bertahan seiring bertambahnya usia.

    Referensi

    Asghar Rezaei, Sandesh G. Bhat, Chih-Hsiu Cheng, Robert J. Pignolo, Lichun Lu, and Kenton R. Kaufman, “Age-Related Changes in Gait, Balance, and Strength Parameters: A Cross-Sectional Study,” PLOS ONE 19, no. 10 (2024): e0310764, doi:10.1371/journal.pone.0310764.

    Asghar Rezaei et al., “Correction: Age-Related Changes in Gait, Balance, and Strength Parameters: A Cross-Sectional Study,” PLOS ONE 21, no. 3 (2026): e0344583, doi:10.1371/journal.pone.0344583.

    Claudio Gil Araujo et al., “Successful 10-Second One-Legged Stance Performance Predicts Survival in Middle-Aged and Older Individuals,” British Journal of Sports Medicine 56, no. 17 (2022): 975–980, doi:10.1136/bjsports-2021-105360.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Older Adult Falls Data,” February 26, 2026.

    Mayo Clinic, “Mayo Clinic Study: What Standing on One Leg Can Tell You,” October 23, 2024.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More