- Berhati-hati saat melepas masker. Jika perlu menyesuaikan posisi masker, cuci tangan terlebih dahulu atau gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen. Saat melepas masker, pastikan pegang bagian tali dan hindari menyentuh langsung permukaan masker.
- Simpan masker di tempat yang bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindari meletakkan masker di permukaan yang kotor maupun memegangnya terus-menerus di tangan. Saat tidak digunakan, masker sebaiknya disimpan di dalam wadah yang memungkinkan sirkulasi udara, seperti kantong kertas atau wadah plastik terbuka. Jangan gunakan kantong plastik atau wadah penyimpanan lain yang menutup rapat dan menghalangi aliran udara sepenuhnya.
- Masker bedah atau respirator N95 hanya boleh digunakan kembali oleh orang yang sama; jangan pernah memberikannya kepada orang lain.
- Penggunaan berkelanjutan (extended use) lebih baik daripada penggunaan ulang (reuse). Lebih baik tetap mengenakan respirator selama satu shift kerja penuh daripada melepas dan memasangnya berulang kali. Hal ini meminimalkan kontak antara tangan, masker, dan permukaan lain sehingga mengurangi risiko penyebaran partikel infeksius.Â
Bolehkah Masker yang Sama Dipakai Berulang Kali?

- Masker bedah dan respirator N95 umumnya dirancang sekali pakai karena dapat terkontaminasi, longgar, kotor, atau lembap setelah digunakan sehingga perlindungannya menurun.
- Masker kain dapat dipakai berulang kali bila pas di wajah, dibersihkan sesuai petunjuk, dan filternya diganti bila diperlukan.
- Dalam keadaan darurat, masker sekali pakai hanya boleh dipakai ulang oleh pemiliknya, dilepas melalui tali, disimpan berventilasi, dan segera diganti jika rusak, lembap, kotor, atau terkena percikan.
Masker masih menjadi salah satu alat pelindung diri saat berada di tempat ramai, saat kualitas udara menurun, atau ketika sedang tidak enak badan. Karena tidak selalu terasa kotor setelah dipakai sebentar, beberapa orang bertanya-tanya apakah masker yang sama masih aman digunakan lagi.
Bisa atau tidaknya bergantung pada jenis masker dan kondisi setelah digunakan. Memahaminya penting agar kebiasaan menggunakan masker tetap memberikan perlindungan yang optimal, bukan justru meningkatkan risiko paparan kuman.
Table of Content
1. Jenis masker
Masker tersedia dalam beberapa jenis, seperti masker bedah, KN95, N95, dan masker kain.
Masker bedah membantu melindungi dari percikan dan droplet besar, sedangkan respirator N95 dan KN95 memberikan penyaringan yang lebih baik karena dirancang lebih rapat di wajah.
Sementara itu, masker kain menawarkan perlindungan dasar untuk penggunaan sehari-hari.
2. Masker N95 dan masker bedah tidak boleh digunakan kembali
Masker bedah dan respirator N95 termasuk masker yang paling efektif untuk mencegah infeksi, tetapi umumnya dirancang untuk sekali pakai.
Masker bedah membantu menghalangi droplet pernapasan, sedangkan N95 mampu menyaring setidaknya 95 persen partikel di udara karena menempel lebih rapat di wajah.
Karena berfungsi menangkap droplet dan kuman, masker yang sudah digunakan dapat menjadi sumber kontaminasi jika dipakai kembali atau dibuang dengan cara yang tidak benar.
Selain itu, penggunaan berulang dapat membuat masker menjadi longgar, kotor, atau lembap sehingga perlindungannya berkurang.
3. Masker kain dapat digunakan berulang kali

ilustrasi masker kain (unsplash.com/veradavidovaphotography) Masker kain merupakan pilihan yang dapat digunakan berulang kali sehingga lebih hemat dan menghasilkan lebih sedikit limbah dibandingkan masker sekali pakai.
Beberapa masker kain juga memiliki kantong untuk menambahkan filter guna meningkatkan kemampuan penyaringan.
Agar tetap efektif, pilih masker yang pas di wajah dan rawat sesuai petunjuk, termasuk membersihkan masker dan mengganti filter jika diperlukan.
4. Apa arti tanggal kedaluwarsa pada boks masker sekali pakai?
Tanggal kedaluwarsa pada masker sekali pakai menunjukkan batas waktu penyimpanan masker dalam kemasan, karena komponen seperti tali karet dapat menurun kualitasnya seiring waktu.
Namun, tanggal tersebut bukan berarti masker yang sudah dipakai dapat terus digunakan sampai masa kedaluwarsanya.
5. Panduan penggunaan kembali masker sekali pakai dalam situasi darurat
Sebaiknya hindari penggunaan kembali masker disposable sebisa mungkin. Namun, jika kamu berada dalam situasi darurat dan terpaksa menggunakan ulang masker disposable, berikut adalah langkah-langkah untuk meminimalkan risiko infeksi:
Pada akhirnya, masker sekali pakai sebaiknya diganti jika sudah lembap, kotor, rusak, atau terkena percikan, sedangkan masker kain perlu dicuci sebelum digunakan kembali. Dengan penggunaan dan perawatan yang tepat, efektivitas masker dapat tetap terjaga.
Referensi
ABC News. Diaskes pada September 2026. "There's Fresh Focus on Using Masks to Slow COVID-19. So Can You Reuse Masks? And If So, What's the Best Way?"
Armbrust American. Diakses pada September 2026. "Can You Reuse Face Mask?"Â
Business Insider. Diaskes pada September 2026. "Can You Reuse a Face Mask? It Won't be as Effective If You Do."
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





![[QUIZ] Dari Kebiasaan Olahraga, Cek Metode Jalan Kaki yang Bisa Kamu Lakukan](https://image.idntimes.com/post/20250207/metode-jalan-kaki-yang-bantu-turunkan-berat-badan-ee4894aef27f25c5b09005b6e69b7258.jpg)





![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan Anxiety? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20250920/arctic-qu-dtokmihuuqi-unsplash_8b1ef92d-ab4e-46ef-884b-123bdd4a932b.jpg)


![[QUIZ] Apakah Kamu Perlu Detoks Media Sosial? Cek dari Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20250528/screenshot-2025-05-28-082018-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-14379681e8b0768ac8adbcb2187d5670.png)







