Hasil penelitian yang membandingkan buah dan sayuran segar dengan versi bekunya menunjukkan perbedaan kandungan nutrisi yang umumnya kecil. Hasilnya bisa bervariasi karena perbedaan jenis produk, lama penyimpanan, proses pengolahan, dan metode pengukuran yang digunakan.
Meski demikian, sebagian besar bukti ilmiah menunjukkan bahwa pembekuan dapat membantu mempertahankan nilai gizi. Kandungan nutrisi buah dan sayuran segar maupun beku pun relatif serupa. Jika ada penurunan nutrisi pada produk beku, jumlahnya biasanya kecil.
Selain itu, kadar vitamin A, karotenoid, vitamin E, mineral, dan serat pada produk segar dan beku cenderung tidak jauh berbeda. Nutrisi tersebut juga umumnya tidak banyak terpengaruh oleh proses blanching (pemanasan singkat sebelum proses pembekuan).
Pada akhirnya, buah segar maupun buah beku sama-sama dapat menjadi pilihan sehat. Selain cek bentuknya, perhatikan juga kesegaran, cara penyimpanan, dan tambahan gula yang mungkin terdapat pada produk buah beku. Pilih buah yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran agar konsumsi buah dapat dilakukan secara rutin.
Referensi
Bouzari, A., Holstege, D., & Barrett, D. M. (2015). "Mineral, fiber, and total phenolic retention in eight fruits and vegetables: A comparison of refrigerated and frozen storage." Journal of Agricultural and Food Chemistry, 63(3), 951–956. https://doi.org/10.1021/jf504890k.
Health. Diakses pada Oktober 2026. "Fresh vs. Frozen Fruit: Which Is Better?"
Healthline. Diakses pada Oktober 2026. "Fresh vs Frozen Fruit and Vegetables — Which Are Healthier?"
WebMD. Diakses pada Oktober 2026. "Difference Between Frozen Fruit and Fresh Fruit."