Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bukan Cuma Ruam, Campak Juga Bisa Picu Diare Berat
ilustrasi balita sakit campak (cdc.gov/phil/Heinz F. Eichenwald, MD/ID#: 24423)
  • Campak tidak hanya menyebabkan ruam kulit, tetapi juga dapat menyerang saluran pencernaan dan memicu diare berat.

  • Infeksi virus campak dapat merusak sistem imun dan lapisan usus, sehingga meningkatkan risiko infeksi lain.

  • Diare pada penderita campak bisa berbahaya, terutama pada anak-anak, karena dapat menyebabkan dehidrasi dan malnutrisi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang menganggap ruam dan demam adalah gejala utama campak. Padahal, virus campak dapat memengaruhi berbagai organ tubuh, tidak hanya kulit dan saluran pernapasan. Dalam beberapa kasus, infeksi ini juga menyerang saluran pencernaan dan menyebabkan diare yang cukup berat.

Komplikasi ini sering kurang mendapat perhatian, padahal diare merupakan salah satu penyebab utama komplikasi serius pada penderita campak, terutama pada anak-anak.

1. Virus campak dapat menginfeksi saluran pencernaan

Campak disebabkan oleh virus yang termasuk dalam genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae. Virus ini sangat menular dan menyerang sistem kekebalan tubuh. Tak hanya menginfeksi saluran pernapasan, virus ini juga dapat menyebar ke berbagai jaringan tubuh melalui aliran darah.

Penelitian menunjukkan bahwa virus campak dapat menginfeksi sel-sel sistem imun yang berada di berbagai jaringan, termasuk jaringan pada saluran pencernaan.

Ketika virus mencapai usus, infeksi dapat mengganggu fungsi normal sistem pencernaan, dapat menyebabkan:

  • Peradangan pada usus.

  • Gangguan penyerapan nutrisi.

  • Peningkatan sekresi cairan di saluran cerna.

Kondisi tersebut akhirnya dapat memicu diare.

2. Campak melemahkan sistem imun

ilustrasi anak mengalami diare akibat campak (IDN Times/Novaya Siantita)

Salah satu karakteristik unik dari infeksi campak adalah kemampuannya menekan sistem kekebalan tubuh.

Virus campak dapat menyebabkan penurunan fungsi sistem imun yang membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi lain. Ini dikenal sebagai immune amnesia, kondisi ketika infeksi campak menghapus sebagian “memori imun” tubuh terhadap patogen lain.

Penelitian menyebut, virus campak dapat merusak sel imun yang sebelumnya menyimpan memori terhadap berbagai infeksi. Akibatnya, orang yang sakit campak lebih mudah mengalami infeksi sekunder, termasuk infeksi bakteri atau virus lain pada saluran pencernaan yang dapat memperburuk diare.

3. Diare merupakan komplikasi campak yang cukup umum

Meski ruam sering dianggap sebagai gejala utama, tetapi komplikasi gastrointestinal sebenarnya cukup sering terjadi pada orang yang sakit campak.

Diare merupakan salah satu komplikasi paling umum dari campak pada anak-anak.

Diare pada penderita campak bisa berbahaya karena beberapa alasan:

  • Meningkatkan risiko dehidrasi.

  • Memperburuk malnutrisi.

  • Memperlambat pemulihan dari infeksi.

Penelitian menunjukkan bahwa komplikasi seperti diare dan pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada kasus campak yang berat.

Pada anak-anak dengan status gizi buruk, risiko komplikasi ini bisa meningkat secara signifikan.

4. Mengapa anak-anak lebih rentan?

ilustrasi anak sakit (freepik.com/freepik)

Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi akibat campak.

Faktor seperti malnutrisi, kekurangan vitamin A, dan sistem imun yang belum matang dapat memperburuk perjalanan penyakit campak.

Kombinasi antara infeksi virus, gangguan imun, dan diare dapat menyebabkan penurunan kondisi kesehatan secara cepat jika tidak ditangani dengan baik.

Karena itu, penanganan medis dan pemantauan kondisi hidrasi sangat penting pada anak dengan campak.

Faktanya, virus campak juga dapat menyerang saluran pencernaan dan memicu diare yang cukup berat. Kombinasi antara infeksi langsung pada usus dan melemahnya sistem imun membuat orang yang terinfeksi campak lebih rentan terhadap gangguan pencernaan. Pada anak-anak, kondisi ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan komplikasi lain yang berbahaya.

Memahami berbagai komplikasi campak penting agar penyakit ini tidak dianggap ringan. Pencegahan melalui vaksinasi serta penanganan medis yang tepat tetap menjadi langkah utama untuk melindungi kesehatan anak.

Referensi

World Health Organization. “Measles.” Diakses Maret 2026.

Centers for Disease Control and Prevention. “Measles (Rubeola).” Diakses Maret 2026.

Mina, Michael J., Tomasz Kula, Yumei Leng, Mamie Li, Rory D. De Vries, Mikael Knip, Heli Siljander, et al. “Measles Virus Infection Diminishes Preexisting Antibodies That Offer Protection From Other Pathogens.” Science 366, no. 6465 (October 31, 2019): 599–606. https://doi.org/10.1126/science.aay6485.

Brigitta Laksono et al., “Measles Virus Host Invasion and Pathogenesis,” Viruses 8, no. 8 (July 28, 2016): 210, https://doi.org/10.3390/v8080210.

Robert T. Perry and Neal A. Halsey, “The Clinical Significance of Measles: A Review,” The Journal of Infectious Diseases 189, no. Supplement_1 (April 21, 2004): S4–16, https://doi.org/10.1086/377712.

UNICEF. “Measles and Child Health.” Diakses Maret 2026.

Kementerian Kesehatan RI. "Apa itu Penyakit Campak?" Diakses Maret 2026.

Editorial Team