Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Rekomendasi Obat Gatal Selangkangan Alami

6 Rekomendasi Obat Gatal Selangkangan Alami
ilustrasi selangkangan gatal (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Gatal di selangkangan umumnya disebabkan oleh kombinasi keringat, kelembapan, dan gesekan yang memicu pertumbuhan jamur serta bakteri pada area sensitif.
  • Beberapa bahan alami seperti tea tree oil, minyak kelapa, lidah buaya, cuka apel, bawang putih, dan yoghurt disebut memiliki potensi antijamur serta menenangkan kulit.
  • Meskipun alami, penggunaannya harus hati-hati dengan uji coba kecil terlebih dahulu; jika gejala memburuk atau tidak membaik, disarankan konsultasi ke dokter.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dampak dari rasa gatal di selangkangan dampaknya terasa sepanjang hari. Aktivitas sederhana seperti berjalan, duduk lama, atau berolahraga bisa berubah menjadi tidak nyaman. Dalam banyak kasus, penyebabnya bukan hal yang serius. Kombinasi keringat, kelembapan, dan gesekan sudah cukup untuk memicu iritasi.

Namun, area selangkangan juga menjadi tempat ideal bagi jamur dan bakteri berkembang. Itulah mengapa penanganan tidak bisa asal. Pendekatan alami sering menjadi pilihan awal, terutama untuk kasus ringan, tetapi tetap perlu didukung bukti ilmiah agar aman dan efektif.

Table of Content

1. Tea tree oil

1. Tea tree oil

Tea tree oil dikenal memiliki sifat antijamur dan antibakteri yang kuat. Senyawa aktif utamanya, terpinen-4-ol, terbukti efektif melawan dermatofita—jenis jamur yang sering menyebabkan infeksi seperti tinea cruris (kurap selangkangan).

Penelitian menunjukkan bahwa tea tree oil memiliki aktivitas luas terhadap berbagai mikroorganisme, termasuk jamur penyebab infeksi kulit. Efek ini membuatnya sering digunakan sebagai alternatif alami untuk infeksi ringan.

Namun, penggunaannya tidak boleh langsung diaplikasikan dalam bentuk murni. Tea tree oil perlu diencerkan dengan carrier oil (seperti minyak kelapa) untuk menghindari iritasi kulit. Penggunaan tipis dan terbatas pada area yang terkena lebih disarankan.

2. Minyak kelapa

Seorang perempuan mencampur bahan alami di dapur untuk membuat minyak kelapa sebagai obat alami gatal di selangkangan.
ilustrasi membuat minyak kelapa untuk obat alami gatal di selangkangan (pexels.com/Yan Krukau)

Minyak kelapa bukan hanya pelembap, tetapi juga memiliki sifat antimikroba. Kandungan asam laurat di dalamnya dapat membantu melawan jamur dan bakteri.

Studi menunjukkan bahwa minyak kelapa memiliki aktivitas antijamur terhadap spesies Candida. Ini relevan karena infeksi jamur sering menjadi penyebab gatal di area lembap seperti selangkangan.

Selain itu, minyak kelapa membantu mengurangi gesekan antar kulit. Ini penting karena gesekan memperburuk iritasi. Lapisan tipis minyak dapat berfungsi sebagai pelindung sekaligus menjaga kelembapan kulit tetap seimbang.

3. Lidah buaya (aloe vera)

Lidah buaya memiliki efek menenangkan dan antiinflamasi. Gel alaminya membantu meredakan iritasi dan mempercepat penyembuhan kulit.

Lidah buaya memiliki potensi dalam mengurangi peradangan dan mendukung penyembuhan luka ringan. Penelitian juga menunjukkan bahwa lidah buaya dapat membantu memperbaiki kondisi kulit yang teriritasi. Teksturnya yang ringan membuatnya cocok untuk area sensitif tanpa menambah kelembapan berlebih.

4. Cuka apel

Botol cuka apel organik Bragg di atas meja bersama semprotan ungu dan sendok takar di dekat tanaman hias hijau.
ilustrasi cuka apel untuk obat alami gatal di selangkangan (pexels.com/Rosana Solis)

Cuka apel memiliki sifat asam yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. Ini membuatnya sering digunakan sebagai pengobatan rumahan untuk infeksi ringan.

Studi menunjukkan bahwa cuka memiliki aktivitas antimikroba terhadap berbagai patogen. Namun, bukti spesifik pada penggunaan kulit masih terbatas.

Penggunaan cuka apel harus sangat hati-hati. Selalu encerkan dengan air sebelum diaplikasikan, karena konsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi atau bahkan luka pada kulit sensitif.

5. Ekstrak bawang putih

Bawang putih mengandung allicin, senyawa dengan efek antijamur dan antibakteri. Secara teori, ini dapat membantu melawan infeksi kulit ringan.

Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih memiliki aktivitas terhadap berbagai jamur patogen. Namun, penggunaan langsung pada kulit sering tidak disarankan karena risiko iritasi cukup tinggi. Jika digunakan, sebaiknya dalam bentuk yang sudah diformulasikan (misalnya krim), bukan bawang mentah.

6. Yoghurt (probiotik topikal)

Semangkuk yoghurt putih kental di atas meja dengan sendok berisi yoghurt di atasnya, dikelilingi hiasan renda dan peralatan dapur.
ilustrasi yoghurt untuk obat alami gatal di selangkangan (unsplash.com/Sara Cervera)

Yoghurt mengandung bakteri baik seperti Lactobacillus, yang dapat membantu menyeimbangkan mikrobiota kulit.

Beberapa studi menunjukkan bahwa probiotik memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan jamur. Namun, bukti untuk penggunaan topikal masih terbatas dan belum menjadi standar terapi.

Meski demikian, yoghurt bisa memberikan efek menenangkan sementara pada kulit. Pastikan menggunakan yoghurt tanpa tambahan gula atau bahan lain yang bisa memperburuk iritasi.

Penting untuk diingat: tidak semua yang "alami" aman untuk semua orang

Tidak semua bahan alami cocok untuk semua jenis kulit. Area selangkangan cenderung sensitif, sehingga risiko iritasi tetap ada.

Penting untuk melakukan uji coba kecil (patch test) sebelum menggunakan bahan baru pada kulit.

Jika gejala tidak membaik dalam beberapa hari, atau justru memburuk, kemungkinan besar penyebabnya adalah infeksi yang memerlukan obat medis seperti antijamur topikal.

Penyebab selangkangan gatal sering berakar pada kombinasi dari kelembapan, gesekan, dan mikroorganisme. Beberapa bahan alami seperti tea tree oil, minyak kelapa, dan lidah buaya berpotensi membantu, terutama pada kasus ringan. Namun, walaupun alami, tetapi penggunaannya tetap harus bijak. Jika gejala menetap, meluas, atau disertai kemerahan dan nyeri, sebaiknya temui dokter.

Referensi

C. F. Carson, K. A. Hammer, and T. V. Riley, “Melaleuca Alternifolia(Tea Tree) Oil: A Review of Antimicrobial and Other Medicinal Properties,” Clinical Microbiology Reviews 19, no. 1 (January 1, 2006): 50–62, https://doi.org/10.1128/cmr.19.1.50-62.2006.

D.O. Ogbolu et al., “In Vitro Antimicrobial Properties of Coconut Oil on Candida Species in Ibadan, Nigeria,” Journal of Medicinal Food 10, no. 2 (June 1, 2007): 384–87, https://doi.org/10.1089/jmf.2006.1209.

National Center for Complementary and Integrative Health. “Aloe Vera.” Diakses April 2026.

“Aloe Vera in Dermatology: A Brief Review,” PubMed, February 1, 2009, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19218914/.

Darshna Yagnik, Vlad Serafin, and Ajit J. Shah, “Antimicrobial Activity of Apple Cider Vinegar Against Escherichia Coli, Staphylococcus Aureus and Candida Albicans; Downregulating Cytokine and Microbial Protein Expression,” Scientific Reports 8, no. 1 (January 23, 2018): 1732, https://doi.org/10.1038/s41598-017-18618-x.

Serge Ankri and David Mirelman, “Antimicrobial Properties of Allicin From Garlic,” Microbes and Infection 1, no. 2 (February 1, 1999): 125–29, https://doi.org/10.1016/s1286-4579(99)80003-3.

M. E. Falagas, “Probiotics for Prevention of Recurrent Vulvovaginal Candidiasis: A Review,” Journal of Antimicrobial Chemotherapy 58, no. 2 (May 30, 2006): 266–72, https://doi.org/10.1093/jac/dkl246.

American Academy of Dermatology. “Home Remedies for Skin Conditions.” Diakses April 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Rifki Wuda
3+
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More