Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apakah Makan Pisang sebelum Olahraga Membantu Membakar Lemak?

Apakah Makan Pisang sebelum Olahraga Membantu Membakar Lemak?
ilustrasi pisang (commons.wikimedia.org/SwarmCheng)
Intinya Sih
  • Pisang sebelum olahraga bukan pembakar lemak langsung, melainkan sumber karbohidrat sekitar 105 kalori yang membantu menyediakan energi untuk latihan.
  • Pembakaran lemak lebih ditentukan durasi, intensitas, dan total energi yang dikeluarkan; pisang mendukung stamina agar kualitas latihan tetap terjaga.
  • Kalium, magnesium, dan vitamin B6 pada pisang mendukung fungsi otot; konsumsi satu buah sekitar 30–60 menit sebelum latihan dapat disesuaikan dengan kenyamanan tubuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyak orang memilih makan pisang sebelum olahraga karena praktis, mengenyangkan, dan dipercaya bisa membantu tubuh membakar lebih banyak lemak. Anggapan tersebut makin populer di media sosial, terutama di kalangan orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

Namun, benarkah makan pisang sebelum latihan membuat proses pembakaran lemak menjadi lebih efektif, atau justru hanya mitos yang terus beredar? Sebelum menjadikannya rutinitas, yuk pahami dulu bagaimana pisang bekerja di dalam tubuh saat berolahraga.

1. Pisang bukan makanan pembakar lemak, tetapi sumber energi yang mudah digunakan tubuh

ilustrasi pisang
ilustrasi pisang (unsplash.com/Eiliv Aceron)

Pisang tidak mengandung zat khusus yang mampu mempercepat pembakaran lemak secara langsung. Buah ini justru dikenal sebagai sumber karbohidrat sederhana dan kompleks yang mudah dicerna sehingga dapat meningkatkan kadar glukosa darah sebelum aktivitas fisik dimulai. Dalam satu buah pisang ukuran sedang dengan berat sekitar 118 gram terdapat sekitar 105 kalori, 27 gram karbohidrat, dan sekitar 14 gram gula alami yang bisa segera digunakan sebagai bahan bakar tubuh selama berolahraga.

Ketika berolahraga, tubuh akan menggunakan campuran karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi, tergantung intensitas latihan yang dilakukan. Jika kamu melakukan latihan intensitas tinggi seperti HIIT, lari cepat, atau angkat beban berat, tubuh cenderung lebih banyak memanfaatkan glikogen yang berasal dari karbohidrat, termasuk dari pisang yang baru dikonsumsi. Artinya, makan pisang sebelum olahraga memang membantu menyediakan energi agar performa tetap optimal, tetapi bukan berarti lemak otomatis terbakar lebih banyak hanya karena mengonsumsi buah tersebut.

2. Pembakaran lemak lebih dipengaruhi intensitas olahraga daripada makanan sebelum latihan

ilustrasi pisang
ilustrasi pisang (vecteezy.com/NARONG KHUEANKAEW)

Banyak penelitian menunjukkan bahwa jumlah lemak yang dibakar tubuh lebih dipengaruhi oleh durasi, intensitas, dan total pengeluaran energi selama berolahraga dibandingkan satu jenis makanan tertentu. Saat latihan berlangsung pada intensitas sedang, sekitar 50–65 persen VO₂ max, tubuh memang menggunakan proporsi lemak lebih besar dibandingkan latihan yang sangat berat. Namun, total kalori yang terbakar tetap menjadi faktor utama dalam proses penurunan berat badan.

Karena itu, makan pisang sebelum olahraga sebaiknya dipandang sebagai cara menjaga stamina, bukan sebagai strategi membakar lemak. Jika energi tercukupi, seseorang biasanya mampu berolahraga lebih lama atau dengan intensitas lebih baik sehingga total kalori yang dikeluarkan juga meningkat. Efek inilah yang sering disalahartikan seolah-olah pisang memiliki kemampuan khusus untuk membakar lemak, padahal manfaat utamanya adalah membantu tubuh mempertahankan performa selama latihan berlangsung.

3. Kandungan kalium dalam pisang membantu fungsi otot selama olahraga

ilustrasi pisang
ilustrasi pisang (vecteezy.com/ Andrey Starostin)

Selain karbohidrat, pisang juga mengandung sekitar 420–450 mg kalium per buah ukuran sedang. Mineral ini berperan penting dalam menjaga fungsi saraf, kontraksi otot, serta keseimbangan cairan tubuh. Meskipun kalium sering dikaitkan dengan pencegahan kram otot, penelitian menunjukkan bahwa penyebab kram saat olahraga jauh lebih kompleks dan tidak hanya dipengaruhi kadar elektrolit.

Meski begitu, mencukupi kebutuhan kalium tetap penting agar kerja otot berlangsung optimal, terutama jika latihan dilakukan dalam waktu lama atau disertai banyak keringat. Pisang juga mengandung sedikit magnesium dan vitamin B6 yang ikut mendukung proses metabolisme energi. Kombinasi nutrisi tersebut membuat pisang menjadi camilan sebelum olahraga yang baik, meskipun manfaatnya lebih berkaitan dengan performa fisik daripada peningkatan pembakaran lemak.

4. Makan pisang sebelum olahraga bisa membantu menjaga performa saat defisit kalori

ilustrasi pisang
ilustrasi pisang (commons.wikimedia.org/Deyvid Aleksandr Raffo Setti)

Saat menjalani program diet, sebagian orang sengaja berolahraga dengan perut kosong karena mengira cara ini akan mempercepat pembakaran lemak. Padahal, kondisi tersebut tidak selalu meningkatkan penurunan lemak tubuh dalam jangka panjang. Beberapa penelitian menemukan bahwa latihan setelah mengonsumsi karbohidrat dapat membantu mempertahankan intensitas olahraga sehingga total energi yang dikeluarkan selama sesi latihan tetap tinggi.

Pisang bisa menjadi pilihan karena mudah dicerna dan tidak terlalu berat di lambung jika dikonsumsi sekitar 30–60 menit sebelum berolahraga. Asupan energi yang cukup juga membantu mengurangi rasa lemas dan menjaga kualitas latihan, terutama pada olahraga berdurasi lebih dari 60 menit. Dengan kata lain, pisang mendukung keberhasilan latihan melalui peningkatan performa, bukan karena secara langsung mengubah tubuh menjadi lebih cepat membakar lemak.

5. Waktu dan porsi makan pisang juga memengaruhi kenyamanan saat berolahraga

ilustrasi pisang
ilustrasi pisang (vecteezy.com/NARONG KHUEANKAEW)

Tidak semua orang memiliki respons pencernaan yang sama terhadap makanan sebelum olahraga. Mengonsumsi pisang dalam jumlah berlebihan tepat sebelum latihan bisa membuat sebagian orang merasa begah, terutama jika dipadukan dengan makanan tinggi lemak atau tinggi serat lainnya. Karena itu, porsi dan waktu konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan jenis olahraga serta kondisi tubuh masing-masing.

Untuk olahraga ringan hingga sedang, satu buah pisang ukuran sedang umumnya sudah cukup sebagai sumber energi awal. Jika latihan berlangsung lebih lama atau intensitasnya tinggi, pisang dapat dipadukan dengan sedikit protein seperti yogurt atau selai kacang agar rasa kenyang bertahan lebih lama dan pemulihan otot menjadi lebih baik. Cara seperti ini jauh lebih efektif dibanding berharap satu jenis makanan saja mampu mempercepat pembakaran lemak.

Menurunkan lemak tubuh tetap bergantung pada keseimbangan antara asupan kalori hingga pola makan. Pisang bisa menjadi pilihan camilan sebelum olahraga karena praktis dan kaya nutrisi, tetapi manfaat utamanya adalah membantu tubuh memiliki energi yang cukup untuk berlatih dengan optimal. Jadi, sudahkah pola makan dan rutinitas olahragamu saling mendukung untuk mencapai target kebugaran?

Referensi

"Should You Eat Bananas Before a Workout?" Vinmec. Diakses pada Agustus 2026.

"Should You Eat a Banana Before Your Workout?" Healthline. Diakses pada Agustus 2026.

"The Best Time to Eat a Banana for Energy, Digestion, and Weight Loss". Verywell Health. Diakses pada Agustus 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More