Tidak.
Beberapa kondisi jinak seperti kista epididimis, hidrokel, atau varikokel juga dapat menyebabkan benjolan atau perubahan pada area skrotum. Namun, kamu tidak bisa memastikan penyebabnya hanya dengan meraba sendiri.
Karena itu, setiap perubahan baru yang menetap sebaiknya diperiksa oleh dokter.
Prinsipnya adalah, lebih baik memeriksa benjolan yang ternyata tidak berbahaya daripada mengabaikan kondisi serius yang sebenarnya dapat diobati jika ditemukan lebih awal.
Pemeriksaan mandiri secara berkala, menjaga berat badan sehat, menghindari panas berlebih, melindungi diri dari cedera, mencegah infeksi, dan rutin berolahraga, merupakan langkah-langkah sederhana dalam menjaga kesehatan testis.
Selain itu, jangan mengabaikan gejala atau perubahan apa pun. Banyak masalah kesehatan testis dapat ditangani dengan baik jika ditemukan sejak dini.
Referensi
Damayanthi Durairajanayagam et al., “Testicular Heat Stress and Sperm Quality,” in Male Infertility, 2014, 105–25, https://doi.org/10.1007/978-1-4939-1040-3_8.
Nicole O. Palmer et al., “Impact of Obesity on Male Fertility, Sperm Function and Molecular Composition,” Spermatogenesis 2, no. 4 (October 1, 2012): 253–63, https://doi.org/10.4161/spmg.21362.
American Urological Association. "Urology Health." Diakses Juni 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. "Epididymitis Treatment Guidelines." Diakses Juni 2026
Diana Vaamonde et al., “Physically Active Men Show Better Semen Parameters and Hormone Values Than Sedentary Men,” European Journal of Applied Physiology 112, no. 9 (January 10, 2012): 3267–73, https://doi.org/10.1007/s00421-011-2304-6.
National Institute on Drug Abuse. "Anabolic Steroids and Health Effects." Diakses Juni 2026.
Mayo Clinic. "Testicular Torsion." Diakses Juni 2026.
Andrew Stephenson et al., “Diagnosis and Treatment of Early-Stage Testicular Cancer: AUA Guideline Amendment 2023,” The Journal of Urology 211, no. 1 (September 14, 2023): 20–25, https://doi.org/10.1097/ju.0000000000003694.