U.S. Food and Drug Administration, “Information Regarding Insulin Storage and Switching Between Products in an Emergency,” diakses Agustus 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Managing Insulin in an Emergency,” diakses Agustus 2026.
Beatrice Kaufmann et al., “Heat-Stability Study of Various Insulin Types in Tropical Temperature Conditions: New Insights towards Improving Diabetes Care,” PLOS ONE 16, no. 2 (2021): e0245372, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0245372.
Bernd Richter, Brenda Bongaerts, and Maria-Inti Metzendorf, “Thermal Stability and Storage of Human Insulin,” Cochrane Database of Systematic Reviews, no. 11 (2023): CD015385, https://doi.org/10.1002/14651858.CD015385.pub2.
American Diabetes Association, “Insulin Storage and Syringe Safety,” diakses Agustus 2026.
Listrik Padam setelah Gempa, Bagaimana Cara Menyimpan Insulin?

Insulin idealnya disimpan di lemari es pada suhu 2–8 derajat Celcius, tetapi dalam keadaan darurat sebagian insulin masih dapat digunakan sementara tanpa kulkas.
Jangan meletakkan insulin langsung di atas es atau ice pack karena insulin yang membeku tidak boleh digunakan, bahkan setelah mencair.
Panas ekstrem dapat mengurangi efektivitas insulin. Jika penyimpanan tidak ideal, pantau gula darah lebih sering dan ganti dengan insulin yang tersimpan dengan benar sesegera mungkin.
Listrik padam setelah gempa bisa menjadi masalah besar bagi orang yang bergantung pada insulin. Kulkas tidak bekerja, sementara mencari listrik, es, atau fasilitas kesehatan mungkin tidak mudah. Namun, insulin yang sempat berada di luar kulkas tidak otomatis harus langsung dibuang.
Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan insulin yang belum digunakan disimpan dalam lemari es sekitar 2–8 derajat Celcius. Dalam kondisi darurat ketika pendingin tidak tersedia, insulin dalam vial atau cartridge asli produsen—baik sudah maupun belum dibuka—secara umum dapat tetap bekerja hingga 28 hari pada suhu sekitar 15–30 derajat Celcius. Batas sebenarnya dapat berbeda menurut jenis dan merek insulin, sehingga petunjuk pada kemasan harus tetap diperhatikan.
Table of Content
Kalau kulkas mati, usahakan insulin tetap dingin, tetapi jangan dibekukan
Jika listrik baru saja mati, tidak perlu berkali-kali membuka pintu kulkas. Sambil mencari tempat penyimpanan alternatif, insulin harus dijauhkan dari sinar matahari langsung dan sumber panas. Insulin tidak boleh membeku karena pembekuan dapat merusaknya dan membuatnya kurang efektif.
Jika tersedia cooler atau tas pendingin dengan gel pack, insulin dapat dibawa di dalamnya, tetapi jangan sampai insulin bersentuhan langsung dengan es atau gel pack. Saran ini juga berlaku ketika membawa insulin dalam kondisi panas.
Bungkus insulin atau pisahkan dengan kain atau lapisan lain sehingga tetap sejuk tanpa berisiko membeku.
Bagaimana kalau suhu lingkungan panas?
Situasi pascagempa tidak selalu memungkinkan penyimpanan ideal. Jika insulin terpapar suhu di atas 30 derajat Celcius, insulin mungkin tetap perlu digunakan dalam keadaan darurat karena menghentikan terapi dapat lebih berbahaya. Namun, makin lama terkena suhu ekstrem, makin besar kemungkinan potensinya berkurang. Karena itu, gula darah perlu dipantau lebih sering dan insulin tersebut sebaiknya diganti begitu persediaan yang tersimpan dengan benar tersedia.
Ada bukti bahwa insulin tidak langsung rusak hanya karena beberapa kali terkena suhu tropis. Penelitian laboratorium menguji sejumlah formulasi insulin pada suhu yang naik-turun antara 25–37 derajat Celcius, menyerupai kondisi rumah di kamp pengungsi Kenya. Setelah empat minggu, insulin yang diuji tetap memenuhi standar potensi dan mempertahankan aktivitas biologis.
Studi lainnya juga menemukan sejumlah studi laboratorium yang menunjukkan beberapa jenis human insulin dapat mempertahankan aktivitas pada suhu lebih tinggi daripada rekomendasi konvensional. Namun, sebagian besar bukti berasal dari laboratorium, hasilnya berbeda menurut formulasi dan kondisi penyimpanan, sehingga temuan tersebut tidak menggantikan petunjuk penyimpanan masing-masing produk.
Jangan cuma mengandalkan tampilan insulin

ilustrasi suntik insulin untuk mengelola diabetes (unsplash.com/Sweet Life) Insulin yang rusak akibat suhu tidak selalu menunjukkan perubahan yang terlihat. Meski demikian, insulin sebaiknya tidak digunakan jika tampilannya tidak sesuai dengan kondisi normal produk tersebut, misalnya terlihat partikel, gumpalan, kristal, atau perubahan warna yang tidak semestinya. Selalu cek sebelum menggunakannya.
Yang tidak boleh dilakukan adalah menghentikan insulin hanya karena kulkas mati. Orang dengan diabetes tipe 1 butuh insulin untuk bertahan hidup, dan kekurangan insulin dapat memicu ketoasidosis diabetik, kondisi darurat yang bisa mengancam nyawa.
Jadi, saat listrik padam setelah terjadi gempa, atau kondisi lainnya, jaga insulin tetap sesejuk mungkin, hindarkan dari panas dan matahari, jangan sampai membeku, dan jangan langsung membuangnya hanya karena sempat berada di luar kulkas.
Jika penyimpanannya meragukan atau gula darah menjadi lebih sulit dikontrol dari biasanya, cari bantuan medis atau apoteker sesegera mungkin saat kondisi memungkinkan.
Referensi




![[QUIZ] Warna Tumbler Kamu Bisa Ungkap Tipe Self-Care Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260503/pexels-cottonbro-3737803_749b93ce-12fb-4e36-a427-a18f836f46ef.jpg)




![[QUIZ] Tebak Risiko Penyakit dari Kebiasaan Kamu Minum Kopi](https://image.idntimes.com/post/20260326/16576_5a2f7a67-3d4e-4672-9881-c5c068073f61.jpg)








![[QUIZ] Uji Pengetahuan Kamu soal Sosiopat, Mana yang Mitos dan Fakta](https://image.idntimes.com/post/20230311/pexels-mart-production-7278806-feeb9d49d6ab3b201b4525c030a4f62b.jpg)


