Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Narsisme Diturunkan dalam Keluarga?

Ilustrasi narsisme.
ilustrasi narsisme (pexels.com/Ron Lach)
Intinya sih...
  • Narsisme memiliki komponen genetik, tetapi tidak diwariskan secara mutlak.
  • Lingkungan keluarga berperan besar dalam membentuk pola narsistik.
  • Gejala biasanya muncul sejak remaja akhir hingga dewasa awal.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Narsisme sering dibicarakan dalam konteks hubungan yang melelahkan, seperti orang tua yang selalu ingin dipuji, pasangan yang haus validasi, atau figur otoritas yang sulit menerima kritik. Dari situ, berbagai pertanyaan muncul, salah satunya apakah narsisme turun-temurun dalam keluarga?

Pertanyaan tersebut wajar. Penelitian psikologi selama puluhan tahun menunjukkan bahwa kepribadian, termasuk sifat narsistik, terbentuk dari perpaduan antara faktor biologis dan pengalaman hidup. Keluarga menjadi ruang pertama tempat seseorang belajar mengenali diri, membangun harga diri, dan memahami relasi dengan orang lain.

Namun, narsisme bukan sekadar sifat percaya diri yang berlebihan. Dalam bentuk klinisnya—narcissistic personality disorder (NPD)—narsisme adalah gangguan kepribadian yang dapat berdampak signifikan pada relasi sosial, kesehatan mental, dan kualitas hidup, baik bagi penderitanya maupun orang-orang di sekitarnya.

Apakah narsisme bisa diturunkan secara genetik?

Penelitian menunjukkan bahwa narsisme memiliki komponen genetik yang moderat. Studi kembar besar menemukan bahwa sekitar 40–64 persen variasi sifat narsistik dapat dijelaskan oleh faktor genetik, sementara sisanya dipengaruhi oleh lingkungan.

Artinya, narsisme bukan gen tunggal yang diwariskan, melainkan kecenderungan biologis yang dapat muncul atau tidak, tergantung konteks lingkungan. Jika kamu memiliki orang tua dengan kecenderungan narsistik, kamu mungkin mewarisi kerentanan biologis tertentu, seperti sensitivitas tinggi terhadap penghargaan atau penolakan.

Inilah mengapa narsisme sering terlihat “menurun” dalam keluarga. Bukan hanya karena gen, tetapi juga karena anak tumbuh dalam sistem relasi yang menormalisasi pola narsistik, seperti kurangnya empati, relasi yang bersyarat, atau tuntutan untuk selalu tampil sempurna.

Kapan biasanya narsisme mulai muncul?

Ilustrasi gangguan kepribadian narsistik.
ilustrasi orang berkepribadian narsistik (pixels.com/Andrea Piacquadio)

Secara perkembangan, ciri narsistik mulai terlihat pada masa remaja akhir atau dewasa awal. Pada anak-anak, perilaku egosentris masih dianggap bagian dari perkembangan normal. Diagnosis NPD tidak ditegakkan sebelum usia 18 tahun, karena kepribadian belum terbentuk sepenuhnya.

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5-TR), pola narsistik harus konsisten, menetap, dan muncul di berbagai konteks kehidupan, bukan hanya fase sementara. Banyak individu dengan NPD baru teridentifikasi di usia 20–30-an, ketika tuntutan relasi dan tanggung jawab hidup makin kompleks.

Penyebab dan faktor risiko

Selain genetik, berbagai penelitian menunjukkan faktor berikut berkontribusi pada narsisme dan NPD:

  • Pola asuh ekstrem, baik terlalu memuja anak (misalnya orang tua atau pengasuh sering mengatakan, “Kamu istimewa dan lebih baik dari yang lain”) maupun terlalu mengkritik dan mengabaikan.
  • Trauma masa kecil, termasuk pengabaian emosional atau kekerasan psikologis.
  • Kelekatan tidak aman (insecure attachment) dalam hubungan dengan pengasuh utama.
  • Budaya yang menekankan prestasi, status, dan citra diri secara berlebihan.

Narsisme sering berkembang sebagai mekanisme pertahanan untuk melindungi diri dari rasa tidak aman yang dalam.

Gejala narsisme yang bisa dikenali

Seorang pria menerima kritik.
ilustrasi seseorang menerima kritik (freepik.com/Drazen Zigic)

Beberapa tanda narsisme patologis meliputi:

  • Perasaan diri sangat penting dan superior.
  • Kebutuhan berlebihan akan pujian dan validasi.
  • Minim empati terhadap perasaan orang lain.
  • Sensitif terhadap kritik, tetapi sering merendahkan orang lain.
  • Hubungan interpersonal yang dangkal atau manipulatif.
  • Fantasi tentang kesuksesan, kekuasaan, atau kecantikan tanpa batas.

Penting dicatat, tidak semua orang dengan sifat narsistik mengalami NPD. Diagnosis hanya dapat ditegakkan oleh profesional kesehatan mental.

Penanganan dan dukungan

NPD bukan kondisi yang mudah ditangani, tetapi bukan tidak mungkin dikelola. Pendekatan utamanya meliputi:

  • Psikoterapi jangka panjang, terutama psychodynamic therapy dan schema therapy.
  • Terapi untuk komorbid seperti depresi atau kecemasan.
  • Edukasi bagi anggota keluarga untuk membangun batasan sehat.

Penelitian menunjukkan bahwa perubahan memang lambat, tetapi terapi konsisten dapat membantu meningkatkan empati dan fungsi relasi.

Narsisme memang memiliki jejak genetik, tetapi tidak diwariskan sebagai "takdir". Lingkungan keluarga, pola asuh, dan pengalaman relasional memegang peran yang sama besarnya dalam membentuk kepribadian seseorang.

Memahami bahwa narsisme adalah hasil interaksi kompleks antara biologi dan lingkungan membantu kamu melihatnya dengan lebih manusiawi. Bukan untuk membenarkan perilaku yang menyakitkan, tetapi untuk membuka ruang pemulihan, batasan sehat, dan perubahan yang realistis.

Referensi

Luo, Y.L.L., Cai, H. (2018). The Etiology of Narcissism: A Review of Behavioral Genetic Studies. In: Hermann, A., Brunell, A., Foster, J. (eds) Handbook of Trait Narcissism. Springer, Cham. https://doi.org/10.1007/978-3-319-92171-6_16

Svenn Torgersen et al., “A Twin Study of Personality Disorders,” Comprehensive Psychiatry 41, no. 6 (November 1, 2000): 416–25, https://doi.org/10.1053/comp.2000.16560.

W J Livesley et al., “Genetic and Environmental Contributions to Dimensions of Personality Disorder,” American Journal of Psychiatry 150, no. 12 (December 1, 1993): 1826–31, https://doi.org/10.1176/ajp.150.12.1826.

American Psychiatric Association. "DSM-5-TR: Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders." Washington, DC: APA Publishing, 2022.

Elsa Ronningstam, “Narcissistic Personality Disorder,” Journal of Psychiatric Practice 17, no. 2 (March 1, 2011): 89–99, https://doi.org/10.1097/01.pra.0000396060.67150.40.

“Is Narcissism Genetic?” Verywell Mind. Diakses Januari 2026.

“Is Narcissism Genetic?” Healthline. Diakses Januari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

[QUIZ] Playlist Favoritmu Ungkap Cara Kamu Cari Validasi

18 Jan 2026, 13:45 WIBHealth