Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Running Economy? Istilah Penting untuk Pelari Pemula

Apa Itu Running Economy? Istilah Penting untuk Pelari Pemula
ilustrasi seseorang wanita sedang lari (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Running economy menggambarkan efisiensi energi tubuh saat mempertahankan kecepatan lari tertentu, bukan semata-mata soal berlari paling cepat atau paling jauh.
  • Teknik yang nyaman dan stabil, kekuatan otot, serta pola langkah natural dapat mendukung efisiensi; pemula tidak perlu memaksakan angka cadence atau teknik seragam.
  • Latihan lari dan kekuatan secara konsisten, disertai pemulihan cukup serta peningkatan intensitas bertahap, membantu tubuh beradaptasi dan meningkatkan efisiensi berlari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau kamu baru mulai rutin berlari, mungkin ada banyak istilah yang terdengar asing. Salah satunya adalah running economy. Secara sederhana, running economy menggambarkan seberapa efisien tubuh menggunakan energi ketika berlari pada kecepatan tertentu. Dua orang bisa berlari dengan kecepatan yang sama, tetapi jumlah energi yang digunakan tubuhnya belum tentu sama. Pelari dengan running economy yang lebih baik dapat mempertahankan kecepatan tertentu dengan pengeluaran energi yang relatif lebih rendah. Karena itu, konsep ini penting dipahami, terutama ketika kamu mulai ingin meningkatkan kemampuan berlari.

Running economy bukan berarti siapa yang berlari paling cepat atau memiliki jarak tempuh paling jauh. Konsep ini lebih berkaitan dengan seberapa efisien tubuh bekerja ketika mempertahankan kecepatan tertentu. Faktor seperti teknik berlari, kekuatan otot, elastisitas tubuh, kebiasaan latihan, hingga karakteristik fisik dapat memengaruhinya.

Kabar baiknya, efisiensi berlari bukan sesuatu yang hanya dimiliki pelari profesional. Pelari pemula juga bisa mengembangkannya secara bertahap melalui latihan yang tepat. Lalu, apa sebenarnya running economy dan bagaimana cara memahaminya?

  1. 1. Running economy berkaitan dengan efisiensi energi

    Bayangkan kamu dan temanmu berlari dengan kecepatan yang sama. Kalian menempuh jarak dan durasi yang sama, tetapi tubuh salah satu dari kalian mungkin membutuhkan energi lebih sedikit. Semakin sedikit energi yang diperlukan untuk mempertahankan kecepatan tertentu, semakin efisien gerakan lari seseorang. Kondisi ini bisa membuat pelari lebih mampu mempertahankan performa tanpa cepat merasa kehabisan tenaga. Karena itu, efisiensi energi menjadi salah satu bagian penting dalam performa lari.

    Konsep ini berbeda dari sekadar merasa kuat atau gak cepat lelah. Running economy biasanya dinilai melalui pengukuran fisiologis seperti konsumsi oksigen saat berlari pada kecepatan tertentu. Pemeriksaan tersebut umumnya dilakukan dalam kondisi laboratorium menggunakan alat khusus. Namun, pelari pemula gak perlu langsung melakukan tes tersebut untuk memahami konsepnya. Kamu cukup melihatnya sebagai kemampuan tubuh untuk menggunakan energi secara efektif ketika berlari.

  2. 2. Teknik lari bisa memengaruhinya

    Cara tubuh bergerak ketika berlari dapat memengaruhi jumlah energi yang digunakan. Gerakan yang terlalu banyak atau kurang terkontrol bisa membuat tubuh mengeluarkan energi tambahan. Misalnya, ayunan tangan yang berlebihan atau gerakan tubuh yang gak efisien dapat meningkatkan beban kerja. Postur tubuh juga berperan dalam bagaimana gaya dari setiap langkah diterima dan diteruskan. Namun, gak ada satu teknik lari yang harus diterapkan sama persis oleh semua orang. Bentuk tubuh, pengalaman, dan kemampuan setiap pelari berbeda.

    Karena itu, pelari pemula sebaiknya gak terlalu terobsesi mencari teknik yang terlihat sempurna. Fokus utama bisa diarahkan pada gerakan yang terasa nyaman, stabil, dan gak menimbulkan rasa sakit. Latihan teknik secara bertahap dapat membantu tubuh menjadi lebih terbiasa dengan gerakan yang efisien. Kamu juga bisa memperhatikan apakah langkah terasa terlalu panjang atau tubuh terlalu banyak bergerak naik turun. Perubahan kecil sebaiknya dilakukan secara perlahan agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi. Jika mengalami keluhan yang menetap, evaluasi bersama pelatih atau tenaga profesional dapat membantu.

  3. 3. Kekuatan otot ikut berperan

    Otot kaki dan bagian tubuh lainnya bekerja sama untuk menghasilkan gerakan saat berlari. Kekuatan otot yang baik dapat membantu tubuh mempertahankan posisi dan menghasilkan dorongan secara lebih efektif. Otot inti atau core juga berperan dalam menjaga kestabilan tubuh selama bergerak. Ketika otot mampu bekerja secara terkoordinasi, gerakan dapat menjadi lebih efisien. Hal ini dapat membantu mengurangi energi yang terbuang pada gerakan yang gak diperlukan. Karena itu, latihan lari sebaiknya gak hanya berisi aktivitas berlari.

    Latihan kekuatan dapat menjadi pelengkap bagi pelari pemula. Kamu bisa memasukkan latihan sederhana seperti squat, lunges, calf raises, atau latihan core sesuai kemampuan. Gak perlu langsung menggunakan beban berat karena teknik gerakan tetap menjadi prioritas. Latihan kekuatan yang dilakukan secara konsisten dapat membantu tubuh menghadapi tuntutan berlari. Namun, beri waktu istirahat agar otot memiliki kesempatan untuk pulih. Kombinasi latihan lari dan kekuatan yang teratur dapat membantu membangun dasar fisik yang lebih baik.

  4. 4. Cadence dan panjang langkah bisa berpengaruh

    Cadence adalah jumlah langkah yang dilakukan dalam satu menit ketika berlari. Sementara itu, panjang langkah menggambarkan jarak yang ditempuh dalam setiap langkah. Kedua hal tersebut berhubungan dengan cara seseorang mempertahankan kecepatan lari. Namun, gak ada angka cadence yang otomatis paling baik untuk semua pelari. Memaksakan angka tertentu justru bisa membuat gerakan terasa gak alami. Yang lebih penting adalah menemukan pola langkah yang sesuai dengan tubuh dan kecepatanmu.

    Pelari pemula terkadang mengambil langkah terlalu panjang karena ingin bergerak lebih cepat. Padahal, langkah yang terlalu panjang dapat membuat kaki mendarat terlalu jauh di depan tubuh dan berpotensi meningkatkan beban pada beberapa bagian tubuh. Kamu bisa mencoba langkah yang lebih natural dan gak memaksakan jarak setiap pijakan. Perubahan cadence juga sebaiknya dilakukan secara bertahap. Perhatikan bagaimana tubuh merespons setelah latihan. Kenyamanan dan konsistensi lebih penting daripada mengejar angka tertentu.

  5. 5. Berat badan bukan satu-satunya penentu

    Karena berlari melibatkan perpindahan seluruh tubuh, berat badan memang dapat memengaruhi kebutuhan energi. Namun, running economy gak bisa ditentukan hanya berdasarkan berat badan seseorang. Dua pelari dengan berat dan tinggi yang mirip tetap bisa memiliki efisiensi berlari yang berbeda. Teknik, kekuatan otot, elastisitas jaringan, pengalaman latihan, dan karakteristik tubuh juga ikut berperan. Karena itu, gak tepat jika menganggap pelari dengan tubuh tertentu otomatis memiliki running economy lebih baik. Setiap orang memiliki kombinasi faktor yang berbeda.

    Pelari pemula juga gak perlu menjadikan berat badan sebagai fokus utama ketika ingin meningkatkan efisiensi. Membangun kekuatan, meningkatkan kebugaran secara bertahap, dan memperbaiki kebiasaan latihan jauh lebih bermanfaat. Kamu juga perlu memastikan kebutuhan energi dan pemulihan tetap terpenuhi. Tubuh membutuhkan bahan bakar yang cukup untuk menjalankan aktivitas fisik. Perubahan komposisi tubuh, jika memang menjadi tujuan, sebaiknya dilakukan secara sehat dan gak mengorbankan performa. Fokus pada kemampuan tubuh bekerja dengan baik dapat memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan.

  6. 6. Latihan teratur membantu tubuh beradaptasi

    Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi terhadap aktivitas berlari. Ketika kamu berlatih secara konsisten, sistem otot, jantung, paru-paru, dan koordinasi gerakan dapat mengalami perubahan. Adaptasi tersebut dapat membuat aktivitas yang sebelumnya terasa berat menjadi lebih nyaman. Seiring waktu, tubuh dapat menjadi lebih terbiasa mempertahankan pola gerak tertentu. Inilah salah satu alasan mengapa pelari pemula gak perlu terburu-buru meningkatkan jarak atau kecepatan. Konsistensi biasanya lebih penting daripada memaksakan latihan berat dalam waktu singkat.

    Kamu bisa memulai dengan kombinasi easy run, jalan kaki, dan latihan kekuatan sesuai kemampuan. Intensitas dapat ditingkatkan secara bertahap setelah tubuh mulai terbiasa. Jangan mengabaikan pemanasan, pendinginan, tidur, dan hari istirahat. Semua bagian tersebut membantu tubuh pulih dan beradaptasi terhadap latihan. Jika setiap sesi selalu dilakukan dengan intensitas tinggi, tubuh justru bisa mengalami kelelahan berlebihan. Latihan yang terukur membuat proses membangun efisiensi menjadi lebih aman dan realistis.

  7. 7. Running economy bukan hanya untuk pelari profesional

    Istilah running economy memang sering terdengar dalam pembahasan performa pelari jarak jauh dan atlet kompetitif. Namun, konsep ini sebenarnya tetap relevan bagi pelari pemula. Memahami efisiensi gerak dapat membantu kamu melihat bahwa peningkatan kemampuan gak selalu berarti harus berlari lebih cepat. Kamu bisa menjadi pelari yang lebih baik dengan membuat tubuh bekerja lebih efektif pada kecepatan yang sama. Perubahan tersebut dapat membuat latihan terasa lebih nyaman dari waktu ke waktu. Jadi, gak perlu menunggu menjadi pelari berpengalaman untuk mulai memperhatikan efisiensi gerakan.

    Yang paling penting adalah membangun kebiasaan latihan yang sesuai dengan kondisi tubuh. Jangan membandingkan running economy milikmu dengan pelari lain karena setiap tubuh memiliki karakteristik berbeda. Fokuslah pada perkembangan pribadi, seperti berlari dengan rasa lebih ringan atau mampu mempertahankan kecepatan tanpa cepat kelelahan. Catat perkembangan latihan jika itu membantu kamu memahami perubahan kemampuan. Berikan tubuh waktu untuk beradaptasi dan jangan takut mengambil hari istirahat. Dengan pendekatan seperti ini, konsep running economy bisa menjadi bagian dari perjalananmu mengenal kemampuan tubuh sendiri.

    Running economy merupakan gambaran tentang seberapa efisien tubuh menggunakan energi ketika berlari pada kecepatan tertentu. Pelari pemula gak perlu langsung mengejar teknik yang sempurna atau angka tertentu. Konsistensi latihan, latihan kekuatan, pemulihan yang cukup, dan peningkatan intensitas secara bertahap justru menjadi dasar yang lebih penting. Jadi, ketika kemampuan lari mulai meningkat, jangan hanya mengejar kecepatan, tetapi perhatikan juga bagaimana tubuhmu bisa berlari secara lebih efisien.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More