ilustrasi mosquito repellent dalam botol spray (pexels.com/Michelangelo Buonarroti)
Zika terutama menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes, tetapi virus juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual, termasuk dari orang yang tidak pernah merasa sakit.
Dianjurkan untuk menggunakan repelan yang terdaftar, pakaian yang menutupi kulit, serta perlindungan terhadap nyamuk di dalam dan sekitar tempat tinggal.
Setelah kemungkinan terpapar Zika, ada pula batas waktu untuk mencegah penularan seksual. Laki-laki dianjurkan menggunakan kondom atau tidak berhubungan seksual selama setidaknya tiga bulan, sedangkan perempuan selama setidaknya dua bulan, dihitung sejak kembali dari perjalanan atau sejak gejala/diagnosis jika mengalami infeksi.
Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, waktu tersebut menjadi penting karena virus dapat bertahan lebih lama dalam air mani.
Jika setelah berada di Bali muncul demam, ruam, sakit kepala, nyeri otot atau sendi, atau mata merah, sebaiknya cari pertolongan medis.
Referensi
Ingrid B. Rabe et al., “A Review of the Recent Epidemiology of Zika Virus Infection,” American Journal of Tropical Medicine and Hygiene 112, no. 5 (2025): 1026–35, https://doi.org/10.4269/ajtmh.24-0420.
Zika Virus Individual Participant Data Consortium, “Adverse Fetal and Perinatal Outcomes Associated with Zika Virus Infection during Pregnancy: An Individual Participant Data Meta-Analysis,” eClinicalMedicine 83 (2025): 103231, https://doi.org/10.1016/j.eclinm.2025.103231.
Centers for Disease Control and Prevention, “Zika in Indonesia,” Travelers’ Health, August 7, 2026.
European Centre for Disease Prevention and Control, Communicable Disease Threats Report, Week 16, 11–17 April 2026 (Stockholm: ECDC, 2026).
World Health Organization, “Zika Epidemiology Update—May 2026,” diakses Agustus 2026.
World Health Organization, “Zika Virus,” diakses Agustus 2026.