American Heart Association. Diakses pada Agustus 2026. "Do You Really Need Compression Socks on Long Flights?"
Breezy Scroll. Diakses pada Agustus 2026. "Think Twice Before Flying In Leggings Or Tight Jeans, Experts Warn: Here’s Why."
Sciencing. Diakses pada Agustus 2026. "Scientists Say This Air Travel Mistake Could Put Your Health At Risk."
The Sun. Diakses pada Agustus 2026. "The 4 Things You Should Never Wear on Flights, According to a GP."
Verywell Health. Diakses pada Agustus 2026. "Doctors Explain Whether Wearing Tight Clothing on a Plane Can Be Dangerous."
Menurut Dokter, Mengenakan Pakaian Ketat di Pesawat Bisa Berbahaya

Pakaian terlalu ketat saat di pesawat dapat menambah tekanan pada tubuh, mengganggu sirkulasi, serta memicu bengkak, kebas, dan rasa tidak nyaman, terutama ketika duduk lama.
Pada penerbangan sekitar 4 jam atau lebih, minim gerak meningkatkan risiko DVT; tekanan pakaian ketat dapat menjadi faktor tambahan, terutama bagi penumpang dengan faktor risiko tertentu.
Pilih pakaian longgar dan lentur, tetap bergerak dengan berjalan atau latihan kaki, jaga hidrasi, serta konsultasikan dokter bila berisiko DVT sebelum penerbangan panjang.
Tak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa pakaian yang dikenakan saat bepergian dengan pesawat tak cuma soal gaya ataupun kenyamanan, tetapi juga membawa risiko bagi kesehatan. Salah satunya adalah mengenakan pakaian yang terlalu ketat.
Para ahli memperingatkan, pakaian yang terlalu membatasi gerak dapat mengganggu sirkulasi darah dan membuat kaki terasa lebih bengkak, kebas, atau tidak nyaman.
Pada penerbangan jarak jauh, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih karena duduk dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah.
Table of Content
1. Mengapa pakaian ketat bisa menjadi masalah di pesawat?
Saat berada di pesawat, penumpang biasanya menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk dengan ruang gerak yang terbatas. Kondisi ini membuat aliran darah dari kaki kembali menuju jantung menjadi lebih lambat.
Pakaian yang terlalu ketat, seperti skinny jeans, legging yang sangat menekan, atau celana dengan karet pinggang yang kuat, dapat menambah tekanan pada bagian tubuh tertentu. Jika digabungkan dengan duduk terlalu lama, kondisi ini bisa membuat kaki terasa makin tidak nyaman dan berpotensi mengganggu sirkulasi.
Meski pakaian ketat saja umumnya tidak secara langsung menyebabkan penggumpalan darah pada orang yang sehat, pengaruhnya bisa menjadi salah satu faktor tambahan ketika tubuh sudah berada dalam kondisi kurang bergerak selama penerbangan panjang.
2. Meningkatkan risiko deep vein thrombosis (DVT)
Salah satu hal yang paling perlu diperhatikan saat melakukan penerbangan panjang adalah DVT, yaitu terbentuknya gumpalan darah di pembuluh darah vena dalam, biasanya di kaki.
Risiko DVT dapat meningkat ketika seseorang tidak banyak bergerak selama sekitar 4 jam atau lebih. Darah dapat lebih mudah berkumpul di bagian kaki sehingga meningkatkan kemungkinan terbentuknya gumpalan.
Pakaian yang terlalu ketat di area paha, betis, atau selangkangan dapat memberikan tekanan tambahan pada pembuluh darah. Jika gumpalan tersebut terlepas dan bergerak menuju paru-paru, kondisi ini dapat menyebabkan emboli paru yang berpotensi mengancam nyawa.
Namun, mengenakan celana ketat bukan berarti seseorang pasti akan mengalami DVT. Risiko setiap orang berbeda dan dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti riwayat DVT, operasi baru-baru ini, kehamilan, kanker, atau gangguan pembekuan darah.
3. Keluhan yang bisa muncul selain DVT

ilustrasi penumpang dalam pesawat duduk di kursi jendela (pexels.com/Hasan Gulec) Selain berkaitan dengan sirkulasi darah, pakaian yang terlalu ketat selama penerbangan juga dapat menimbulkan sejumlah masalah lain. Salah satunya adalah penekanan saraf.
Celana atau pakaian yang terlalu ketat di sekitar paha dapat menekan saraf tertentu dan menyebabkan sensasi seperti kesemutan, mati rasa, atau rasa terbakar pada bagian luar paha.
Pakaian ketat juga dapat membuat pembengkakan kaki terasa lebih buruk. Duduk dalam waktu lama memang dapat menyebabkan cairan menumpuk di tungkai. Tekanan dari celana atau pakaian dalam yang terlalu ketat bisa membuat rasa sesak dan tidak nyaman makin terasa.
Selain itu, ruang gerak yang terbatas dapat membuat seseorang lebih sulit menggerakkan kaki secara bebas. Padahal, gerakan sederhana seperti menggerakkan pergelangan kaki dan mengangkat tumit dapat membantu menjaga aliran darah selama penerbangan.
4. Pakaian seperti apa yang sebaiknya dipakai
Untuk penerbangan, terutama yang berlangsung selama berjam-jam, pakaian yang longgar dan nyaman menjadi pilihan yang lebih baik.
Celana dengan bahan lentur, jogger, atau pakaian dengan potongan yang tidak terlalu menekan bagian pinggang, paha, dan betis dapat memberikan ruang gerak yang lebih leluasa.
Bahan yang ringan dan menyerap keringat juga dapat membuat perjalanan terasa lebih nyaman.
Tidak ada salahnya mengutamakan kenyamanan daripada sekadar penampilan ketika harus duduk lama di dalam pesawat.
Bagi orang yang memiliki risiko DVT lebih tinggi, dokter mungkin menyarankan penggunaan stoking kompresi saat melakukan penerbangan jarak jauh. Stoking kompresi medis dirancang untuk memberikan tekanan tertentu yang membantu aliran darah dari kaki.
5. Jangan lupa bergerak selama penerbangan
Selama penerbangan panjang, usahakan untuk sesekali berdiri dan berjalan di lorong pesawat jika kondisi memungkinkan.
Saat masih duduk, gerakan sederhana seperti memutar pergelangan kaki, mengangkat tumit, atau melakukan gerakan betis juga bisa dilakukan. Hindari duduk dengan posisi kaki menyilang terlalu lama.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga dapat membantu menjaga kenyamanan selama perjalanan. Jika memiliki faktor risiko DVT, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai langkah pencegahan yang sesuai sebelum melakukan penerbangan panjang.
Jadi, untuk penerbangan jarak jauh, memilih pakaian yang longgar, nyaman, dan memungkinkan tubuh bergerak bebas merupakan pilihan yang lebih aman. Jangan lupa sesekali menggerakkan kaki atau berjalan agar tubuh tetap aktif selama perjalanan.
Referensi











![[QUIZ] Dari Kuis Ini, Kami Tahu Jenis Vitamin yang Paling Kamu Butuhkan](https://image.idntimes.com/post/20260811/gambar-artikel-88_a0d2c204-98d6-41f0-954e-b4f448a7c9b1.png)










