Temuan penelitian tidak menunjukkan parasetamol berbahaya jika digunakan sesuai petunjuk. Yang menjadi masalah adalah paparan berlebihan atau penggunaan yang tidak tepat.
Overdosis parasetamol dapat menyebabkan gagal hati dan kematian. Pada tahap awal, gejalanya dapat berupa mual, muntah, atau nyeri perut, sementara tanda kerusakan hati berat seperti penyakit kuning dan gangguan kesadaran dapat muncul kemudian.
Karena itu, jangan menambah dosis hanya karena nyeri atau demam belum hilang, periksa kandungan semua obat yang diminum bersamaan, dan ikuti dosis pada kemasan atau arahan dokter.
Jika kamu merasa telah mengonsumsi parasetamol terlalu banyak, jangan menunggu muncul gejala sebelum mencari pertolongan medis, karena terapi antidotum bekerja paling baik jika diberikan sejak dini.
Referensi
Eleanor Blair Towers, Christopher P. Holstege, Scott Schmalzried, and Rita Farah, “Xenobiotic-Induced Liver Injury in the United States: A 25-Year Retrospective Analysis of National Poison Data System,” Clinical Gastroenterology and Hepatology, published online August 13, 2026, https://doi.org/10.1016/j.cgh.2026.07.032.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, “Acetaminophen,” LiverTox: Clinical and Research Information on Drug-Induced Liver Injury, diakses Agustus 2026.
U.S. Food and Drug Administration, “Don’t Overuse Acetaminophen,” diakses Agustus 2026.
UVA Health, "Poison Centers See Nearly 400% Increase in Liver Injury Calls," diakses Agustus 2026.