ilustrasi infeksi saluran kemih atau ISK (freepik.com/freepik)
Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika bakteri atau mikroorganisme masuk ke saluran kemih dan berkembang biak di dalamnya. Normalnya, tubuh dapat membuang bakteri melalui urine, tetapi dalam kondisi tertentu, pertahanan ini bisa melemah sehingga infeksi lebih mudah terjadi. Berikut beberapa penyebab utama infeksi saluran kemih yang perlu kamu ketahui.
Penyebab paling umum ISK adalah bakteri E. coli yang berasal dari anus. Bakteri ini dapat berpindah ke urethra, terutama pada pasien perempuan, biasanya karena cara membersihkan area intim yang salah, seperti dari arah belakang ke depan setelah buang air besar.
Beberapa infeksi menular seksual seperti klamidia, gonore, herpes genital, dan trikomoniasis juga dapat memicu ISK. Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya peradangan pada saluran kemih akibat infeksi yang menyebar di area genital.
Umumnya, infeksi pada IMS lebih sering menyebabkan urethritis (infeksi pada urethra). Jika tidak ditangani, urethritis dapat berkembang menjadi striktur urethra, yaitu penyempitan saluran urethra sehingga menyebabkan sulit BAK.
Kebiasaan menahan urine terlalu lama dapat membuat bakteri lebih mudah berkembang di kandung kemih. Urine yang stasis (tidak bergerak) saat menahan BAK, menjadi media untuk berkembang biaknya bakteri di kandung kemih.
Kebersihan area intim yang kurang terjaga, seperti jarang mengganti pakaian dalam atau cara membersihkan yang tidak tepat, dapat memicu pertumbuhan bakteri. Bakteri yang tumbuh pada pakaian dalam yang lembab dapat masuk ke urethra dan menyebabkan ISK.
Beberapa kondisi juga dapat meningkatkan risiko ISK, seperti penggunaan kateter dalam jangka panjang, kehamilan, menopause yang menurunkan kadar estrogen, sistem imun yang lemah, serta adanya batu ginjal yang menghambat aliran urine. Jika tidak ditangani, infeksi bisa menyebar ke ginjal dan menyebabkan komplikasi serius.