Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ciri Perempuan yang Terkena Kanker Serviks, Kenali Gejala Awalnya!

Ciri Perempuan yang Terkena Kanker Serviks, Kenali Gejala Awalnya!
ilustrasi organ serviks pada wanita (freepik.com/Freepik)
Intinya Sih
  • Kanker serviks menjadi salah satu kanker paling umum pada perempuan, dengan sekitar 660 ribu kasus baru di dunia pada tahun 2022 menurut data WHO.
  • Infeksi virus HPV merupakan penyebab utama kanker serviks, terutama dari 13 jenis virus berisiko tinggi yang menular melalui kontak seksual.
  • Gejala kanker serviks biasanya muncul saat sudah berkembang, seperti pendarahan tidak normal, keputihan berbau, nyeri panggul, dan disarankan melakukan tes skrining untuk deteksi dini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kanker masih menjadi salah satu mimpi buruk bagi banyak orang, terutama bagi perempuan. Gimana gak, dari sekian banyak jenis kanker, beberapa di antaranya lebih banyak menyerang perempuan. Salah satu di antaranya adalah kanker serviks. Dilansir World Health Organization, kanker serviks merupakan 1 dari 4 kanker yang paling umum menyerang perempuan. Di mana kasus terbanyak terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Pada tahun 2022 lalu, terdapat sekitar 660 ribu kasus baru terjadi di seluruh dunia. Meski menyeramkan, kanker serviks sebenarnya bisa disembuhkan dengan catatan pengobatannya dilakukan sejak dini. Lalu bagaimana cara mengetahui apakah kita menderita kanker serviks atau tidak? Apa ciri-ciri perempuan yang terkena kanker serviks? Berikut penjelasannya!

1. Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus HPV

Virus Human papillomavirus (HPV)
ilustrasi virus Human papillomavirus (HPV) (unsplash.com/National Institute of Allergy and Infectious Disease)

Serviks merupakan saluran berbentuk silinder berongga yang menghubungkan bagian bawah rahim dengan vagina. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel pada lapisan serviks tumbuh secara tidak normal. Dilansir Healthline, meski saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kanker serviks, penelitian menunjukkan bahwa infeksi persisten dengan beberapa jenis virus Human papillomavirus (HPV) menjadi pemicu utama pada sebagian besar kasus kanker serviks.

Human papillomavirus (HPV) sendiri merupakan virus yang menyebar melalui sentuhan, biasanya terjadi selama hubungan seksual. Virus ini sebetulnya merupakan virus yang cukup umum menyerang manusia, di mana lebih dari 85 persen populasi pernah terinfeksi. Kabar baiknya, gak semua virus HPV berkembang menjadi kanker serviks. Dari seratus lebih jenis virus HPV yang ditemukan, hanya 13 jenis yang diketahui dapat memicu terjadinya kanker.

2. Penderita HIV dan perokok memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker serviks

Sebatang rokok
gambar sebatang rokok (unsplash.com/Mathew MacQuarrie)

Sampai saat ini, orang yang terinfeksi virus human papillomavirus alias HPV merupakan kelompok yang paling berisiko terkena kanker serviks. Namun hanya karena kelompok ini yang paling rawan, bukan berarti yang lain aman. Dilansir Medical News Today, selain mereka yang terinfeksi virus HPV, orang yang pernah mengalami transplantasi, mengonsumsi obat-obatan imunosupresif, dan penderita HIV juga memiliki risiko tinggi terkena kanker serviks.

Ini karena pasien HIV memiliki sistem kekebalan yang lemah sehingga tubuh mereka hampir gak memiliki kemampuan untuk melawan virus, maupun bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Perempuan yang menderita HIV bahkan memiliki risiko 6 kali lipat lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan dengan orang lain. Selain pasien HIV, kelompok lain yang memiliki risiko tinggi adalah para perokok, mereka yang aktif secara seksual di usia muda, memiliki banyak pasangan, menderita penyakit menular seksual, dan mengonsumsi pil KB. 

3. Apa ciri-ciri perempuan yang terkena kanker serviks?

Pendarahan pada perempuan
gambar pendarahan pada perempuan (unsplash.com/Monika Kozub)

Kanker serviks sebetulnya bisa disembuhkan asalkan pengobatannya dilakukan sejak stadium awal. Sayangnya perubahan pra kanker pada sel kanker serviks jarang menimbulkan gejala dan satu-satunya cara untuk mengetahui mutasi sel kanker ini salah dengan melakukan tes skrining serviks. Dilansir Mayo Clinic, biasanya ciri-ciri atau gejala kanker serviks baru muncul setelah sel kanker berkembang. Gejalanya sendiri meliputi:

  • Pendarahan yang gak biasa di antara periode menstruasi, setelah menopause, atau setelah melakukan hubungan seksual.
  • Frekuensi keputihan yang meningkat disertai bau tidak sedap.
  • Nyeri secara terus-menerus di bagian punggung, kaki, atau panggul.
  • Penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, dan kelelahan.
  • Ketidaknyamanan pada vagina.
  • Pembengkakan pada kaki.

Satu yang perlu diingat, gejala-gejala di atas sebetulnya gejala umum yang bisa disebabkan oleh kondisi lain. Meski begitu, jika kamu mengalaminya, pemeriksaan dan melakukan tes skrining serviks tetap perlu dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.

Referensi

“Cervical Cancer.” World Health Organization (WHO). Diakses pada April 2026.

“Cervical Cancer.” Cleveland Clinic. Diakses pada April 2026.

“Cervical Cancer.” Cancer Council Australia. Diakses pada April 2026.

“Cervical Cancer: What You Need to Know.” Medical News Today. Diakses pada April 2026.

“Cervical Cancer: Symptoms, Causes, Treatment.” Healthline. Diakses pada April 2026.

“Cervical Cancer — Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses pada April 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Health

See More