Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini yang Terjadi pada Tekanan Darah Jika Kamu Minum Lebih Banyak Air

Ini yang Terjadi pada Tekanan Darah Jika Kamu Minum Lebih Banyak Air
ilustrasi minum air putih (pexels.com/Artem Podrez)
Intinya Sih
  • Dehidrasi dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dan memicu pelepasan vasopresin yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah serta peningkatan tekanan darah.
  • Kekurangan cairan ekstrem menurunkan volume darah, membuat tekanan darah turun drastis hingga berisiko menyebabkan organ kekurangan oksigen dan nutrisi.
  • Menjaga hidrasi membantu kestabilan tekanan darah, namun konsumsi air berlebihan bisa memicu hipervolemia; kebutuhan cairan ideal sekitar enam hingga delapan gelas per hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Peran air dalam menjaga keseimbangan tubuh sangat besar, termasuk dalam mengatur tekanan darah. Selama ini, banyak orang lebih fokus pada konsumsi garam atau faktor stres sebagai penyebab tekanan darah tidak stabil, padahal asupan cairan juga punya pengaruh yang tidak kalah penting.

Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air, sehingga perubahan kecil dalam hidrasi bisa berdampak pada berbagai fungsi vital. Saat tubuh kekurangan cairan, volume darah dapat menurun dan membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Sebaliknya, ketika kamu mulai minum lebih banyak air, tubuh akan menyesuaikan kembali keseimbangan cairannya.

Bagaimana sebenarnya perubahan ini memengaruhi tekanan darah, dan apakah minum air lebih banyak benar-benar bisa membantu menjaganya tetap stabil?

Table of Content

1. Dehidrasi dan tekanan darah tinggi

1. Dehidrasi dan tekanan darah tinggi

Dehidrasi terjadi saat tubuh kehilangan lebih banyak air daripada yang masuk. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya minum cairan atau kehilangan terlalu banyak air melalui keringat, muntah, diare, atau sering buang air kecil.

Ketika kamu mengalami dehidrasi, keseimbangan mineral penting dalam tubuh (elektrolit) menjadi terganggu. Elektrolit seperti natrium membantu otot berkontraksi dan mengatur pergerakan cairan masuk dan keluar dari sel.

Natrium adalah elektrolit yang sangat penting untuk tekanan darah:

  • Natrium membantu tubuh menjaga keseimbangan cairan (homeostasis).
  • Natrium mendukung kontraksi dan relaksasi otot, termasuk otot-otot di pembuluh darah.

Ketika kadar natrium menjadi terlalu tinggi (hipernatremia) atau terlalu rendah (hiponatremia), sistem ini dapat berhenti berfungsi dengan baik. Bahkan, perubahan ringan pada kadar natrium dapat memiliki efek yang nyata.

Ketika dehidrasi, ada lebih sedikit air dalam aliran darah sehingga natrium menjadi lebih terkonsentrasi. Peningkatan natrium ini memicu pelepasan vasopresin, hormon yang membantu tubuh menahan air.

Vasopresin juga menyebabkan pembuluh darah menyempit (vasokonstriksi), yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

2. Dehidrasi dan tekanan darah rendah

Ilustrasi tekanan darah.
ilustrasi tekanan darah (IDN Times/NRF)

Tekanan darah rendah adalah kondisi ketika tekanan darah lebih rendah dari 90/60 mmHg. Dehidrasi dapat menyebabkan tekanan darah rendah karena penurunan volume darah.

Volume darah adalah jumlah cairan yang beredar di pembuluh darah. Mempertahankan volume darah normal diperlukan agar darah dapat mencapai semua jaringan tubuh dengan memadai.

Ketika kamu sangat dehidrasi, volume darah dapat menurun, yang menyebabkan penurunan tekanan darah.

Ketika tekanan darah turun terlalu rendah, organ-organ tidak akan menerima oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Akibatnya, kamu berpotensi mengalami syok.

3. Bisakah hidrasi membantu menurunkan tekanan darah

Tetap terhidrasi dengan baik dapat membantu mencegah lonjakan tekanan darah sementara. Namun, minum air bukanlah pengobatan untuk tekanan darah tinggi. Bahkan, minum terlalu banyak air terkadang dapat meningkatkan tekanan darah.

Hal ini dapat menyebabkan hipervolemia (kelebihan cairan), suatu kondisi tubuh menahan terlalu banyak cairan alih-alih membuangnya. Hipervolemia biasanya terjadi pada orang dengan masalah jantung atau hati, seperti gagal jantung kongestif atau sirosis, tetapi juga dapat terjadi jika kamu mengonsumsi terlalu banyak garam.

Hipervolemia berat dapat menyebabkan:

  • Tekanan darah tinggi karena terlalu banyak cairan dalam pembuluh darah.
  • Pembengkakan pada lengan dan kaki (edema perifer).
  • Penumpukan cairan di perut (asites).
  • Kesulitan bernapas karena cairan di paru-paru (edema paru).

Minum banyak air biasanya tidak akan menyebabkan gejala yang ekstrem ini. Namun, menggandakan asupan air yang biasa (menambahkan sekitar 2 liter ekstra per hari) dapat meningkatkan tekanan darah di siang hari.

Bagi kebanyakan orang, efek ini bersifat jangka pendek dan tidak berbahaya. Namun, jika kamu memiliki kondisi seperti gagal jantung kongestif atau sirosis, atau mengonsumsi banyak natrium, minum terlalu banyak air bisa lebih berbahaya daripada bermanfaat.

4. Berapa banyak air yang harus dikonsumsi?

Minum air putih.
ilustrasi minum air putih (pexels.com/www.kaboompics.com)

Sebagian besar ahli menyarankan minum enam hingga delapan gelas air (2,7 liter) setiap hari, selain air dari makanan. Namun, untuk orang yang lebih tua, lebih aktif, atau mengonsumsi obat-obatan seperti diuretik, kebutuhan cairan mungkin meningkat.

Kebutuhan setiap orang berbeda. Jika kamu memiliki atau berisiko mengalami hipertensi, bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan untuk mengetahui apa yang tepat untukmu.

5. Cara mengelola tekanan darah tinggi

Hidrasi hanyalah salah satu dari banyak faktor yang dapat memengaruhi tekanan darah. Minum air dapat membantu sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk kesehatan kardiovaskular yang mencakup pendekatan gaya hidup sehat jantung lainnya. Tips ini dapat membantu:

  • Ubah pola makan: Tingkatkan asupan kalium dan kurangi garam (natrium). Juga, tingkatkan konsumsi buah-buahan segar, sayuran, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak.
  • Hindari merokok: Merokok meningkatkan tekanan darah, tetapi menghindari kebiasaan ini membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
  • Aktif berolahraga: Usahakan untuk berolahraga setidaknya 150 menit dengan intensitas sedang dan 75 menit dengan intensitas tinggi setiap minggu.
  • Tidur nyenyak: Usahakan untuk tidur tujuh hingga sembilan jam tanpa gangguan setiap malam, dengan menjaga waktu tidur dan bangun yang konsisten.
  • Batasi konsumsi alkohol: Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat memengaruhi tekanan darah, tetapi mengurangi konsumsinya dapat membantu.
  • Kelola berat badan: Capai atau pertahankan berat badan yang sehat melalui diet, olahraga, atau cara lain.
  • Kelola stres: Meditasi, latihan kesadaran, olahraga fisik, dan aktivitas relaksasi, seperti mendengarkan musik, dapat membantu.

Pada akhirnya, menjaga asupan air yang cukup bukan hanya soal menghilangkan rasa haus, tapi juga langkah sederhana yang bisa membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan tubuh berfungsi optimal.

Referensi

Health. Diakses pada Maret 2026. "What Happens to Your Blood Pressure When You Drink More Water."

Healthline. Diakses pada Maret 2026. "Can Dehydration Affect Your Blood Pressure?"

Verywell Health. Diakses pada Maret 2026. "Does Drinking Water Lower Blood Pressure?"

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More