Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Daftar Komplikasi Kanker Ginjal yang Bisa Mengancam Nyawa

Daftar Komplikasi Kanker Ginjal yang Bisa Mengancam Nyawa
ilustrasi kanker ginjal (pexels.com/Anna Tarazevich)
Intinya Sih
  • Kanker ginjal dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, baik di ginjal maupun organ lain.

  • Banyak komplikasi terjadi karena penyebaran kanker atau gangguan fungsi ginjal.

  • Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang mengancam nyawa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tak hanya memengaruhi ginjal, kanker ginjal juga dapat berdampak luas pada berbagai sistem tubuh. Ketika sel kanker tumbuh dan berkembang, itu dapat mengganggu fungsi ginjal, menyebar ke organ lain, dan memicu berbagai komplikasi serius.

Kanker ginjal, terutama jenis renal cell carcinoma, berpotensi menyebar melalui aliran darah maupun sistem limfatik. Kondisi ini menyebabkan munculnya berbagai komplikasi, baik akibat kerusakan organ secara langsung maupun efek sistemik dari tumor.

Memahami komplikasi kanker ginjal sangat penting bagi pasien maupun keluarga. Dengan mengenali risiko sejak dini, dokter dapat memantau kondisi pasien lebih ketat dan memberikan terapi yang tepat untuk mencegah kondisi yang lebih berbahaya.

Berikut beberapa komplikasi kanker ginjal yang dapat terjadi.

Table of Content

1. Gagal ginjal

1. Gagal ginjal

Salah satu komplikasi utama kanker ginjal adalah penurunan fungsi ginjal hingga gagal ginjal.

Tumor dapat merusak jaringan ginjal secara langsung atau menghambat aliran urine. Selain itu, jika pasien harus menjalani operasi pengangkatan ginjal (nefrektomi), kapasitas penyaringan tubuh juga dapat menurun.

Gagal ginjal dapat menyebabkan penumpukan racun dalam darah dan memerlukan terapi seperti dialisis pada kondisi tertentu.

2. Kanker menyebar (metastasis)

Kanker ginjal memiliki kecenderungan menyebar ke berbagai organ tubuh.

Menurut penelitian, lokasi metastasis yang paling sering meliputi:

  • Paru-paru.
  • Tulang.
  • Hati.
  • Otak.

Metastasis ini merupakan penyebab utama komplikasi serius dan kematian pada pasien kanker ginjal.

3. Anemia

Ilustrasi gejala anemia akibat kanker ginjal.
ilustrasi gejala anemia akibat kanker ginjal (unsplash.com/@silverkblack)

Kanker ginjal dapat mengganggu produksi hormon erythropoietin, yaitu hormon yang merangsang pembentukan sel darah merah.

Akibatnya, banyak pasien mengalami anemia yang ditandai dengan gejala seperti:

  • Kelelahan ekstrem.
  • Pucat.
  • Sesak napas.
  • Penurunan stamina.

Penelitian menjelaskan bahwa anemia sering terjadi pada kanker karena kombinasi peradangan kronis dan gangguan produksi sel darah merah.

4. Hipertensi

Ginjal memiliki peran penting dalam mengatur tekanan darah melalui sistem renin–angiotensin.

Ketika tumor mengganggu fungsi ginjal, produksi hormon yang mengatur tekanan darah bisa menjadi tidak seimbang. Akibatnya, pasien kanker ginjal sering mengalami hipertensi.

Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat memperburuk kerusakan ginjal dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

5. Hiperkalsemia

Beberapa pasien kanker ginjal mengalami hiperkalsemia, yaitu kadar kalsium yang terlalu tinggi dalam darah.

Kondisi ini dapat terjadi karena tumor menghasilkan zat yang memicu pelepasan kalsium dari tulang.

Hiperkalsemia dapat menimbulkan gejala seperti:

  • Mual dan muntah.
  • Kebingungan.
  • Kelemahan otot.
  • Gangguan irama jantung.

6. Pembekuan darah (trombosis)

Ilustrasi trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis.
ilustrasi trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis (commons.wikimedia.org/BruceBlaus)

Kanker dapat meningkatkan kecenderungan darah untuk membeku.

Pasien kanker ginjal memiliki risiko lebih tinggi mengalami trombosis vena dalam/deep vein thrombosis (DVT) atau emboli paru. Kondisi ini terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di pembuluh darah dan dapat berpindah ke paru-paru.

Komplikasi ini berpotensi fatal jika tidak segera ditangani.

7. Nyeri kronis

Pertumbuhan tumor dapat menekan saraf, jaringan, atau organ di sekitarnya sehingga menimbulkan nyeri kronis.

Nyeri paling sering muncul di area:

  • pinggang
  • punggung bawah
  • perut

Pada kasus metastasis tulang, nyeri dapat menjadi lebih parah dan menetap.

8. Kerusakan tulang

Jika kanker menyebar ke tulang, pasien dapat mengalami berbagai komplikasi seperti:

  • Nyeri tulang.
  • Patah tulang patologis.
  • Kompresi saraf tulang belakang.

Menurut studi, metastasis tulang merupakan komplikasi serius yang dapat sangat menurunkan kualitas hidup pasien.

9. Gangguan hati

Ilustrasi kanker ginjal.
ilustrasi kanker ginjal (IDN Times/NRF)

Kanker ginjal yang menyebar ke hati dapat menyebabkan hepatomegali (pembesaran hati) serta gangguan fungsi hati.

Pasien dapat mengalami gejala seperti:

  • Kelelahan.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Penurunan berat badan.
  • Gangguan metabolisme.

10. Sindrom paraneoplastik

Komplikasi kanker ginjal lainnya adalah paraneoplastic syndrome, yaitu gangguan sistemik akibat zat yang diproduksi tumor.

Beberapa kondisi yang termasuk dalam sindrom ini antara lain:

  • Demam tanpa sebab jelas.
  • Peningkatan jumlah sel darah merah (polisitemia).
  • Gangguan fungsi hati tanpa metastasis (sindrom Stauffer).

Sindrom ini terjadi pada sebagian pasien kanker ginjal dan dapat muncul bahkan sebelum kanker terdiagnosis.

Mengapa komplikasi kanker ginjal perlu diwaspadai?

Komplikasi kanker ginjal sering kali tidak hanya disebabkan oleh tumor itu sendiri, tetapi juga oleh efek sistemik kanker terhadap tubuh. Ketika penyakit berkembang atau menyebar ke organ lain, berbagai fungsi vital tubuh dapat terganggu.

Pemantauan medis yang rutin sangat penting bagi pasien kanker ginjal. Dengan pengobatan yang tepa, banyak komplikasi dapat dicegah atau dikelola dengan lebih baik.

Kesadaran terhadap risiko komplikasi juga membantu pasien memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Deteksi dini dan penanganan yang cepat menjadi kunci utama untuk meningkatkan kualitas hidup serta peluang kesembuhan pasien kanker ginjal.

Referensi

National Cancer Institute. “Kidney Cancer (Renal Cell Cancer).” Diakses Maret 2026.

Börje Ljungberg et al., “Renal Cell Carcinoma Guideline,” European Urology 51, no. 6 (March 29, 2007): 1502–10, https://doi.org/10.1016/j.eururo.2007.03.035.

Novick AC, Bukowski RM, Campbell SC. "Renal tumours." In: Wein AJ, Kavoussi LR, Novick AC, Partin AV, Peters CA (eds). Campbell-Walsh Urology. Philadelphia: WB Saunders, 2007.

Rose, Tracy L., and William Y. Kim. “Renal Cell Carcinoma.” JAMA 332, no. 12 (August 28, 2024): 1001. https://doi.org/10.1001/jama.2024.12848.

Hsieh, James J., Mark P. Purdue, Sabina Signoretti, Charles Swanton, Laurence Albiges, Manuela Schmidinger, Daniel Y. Heng, James Larkin, and Vincenzo Ficarra. “Renal Cell Carcinoma.” Nature Reviews Disease Primers 3, no. 1 (March 9, 2017): 17009. https://doi.org/10.1038/nrdp.2017.9.

Guenter Weiss and Lawrence T. Goodnough, “Anemia of Chronic Disease,” New England Journal of Medicine 352, no. 10 (March 9, 2005): 1011–23, https://doi.org/10.1056/nejmra041809.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. “High Blood Pressure and Kidney Disease.” Diakses Maret 2026.

National Comprehensive Cancer Network. “Cancer-Related Hypercalcemia.” Diakses Maret 2026.

Toni K. Choueiri and Robert J. Motzer, “Systemic Therapy for Metastatic Renal-Cell Carcinoma,” New England Journal of Medicine 376, no. 4 (January 25, 2017): 354–66, https://doi.org/10.1056/nejmra1601333.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More