- Gejala dan komplikasi bisa lebih berat
Bahaya Campak pada Ibu Hamil, Bisa Pengaruhi Keselamatan Ibu dan Janin

- Campak pada ibu hamil bisa menyebabkan komplikasi berat seperti pneumonia, demam tinggi, dan peningkatan risiko rawat inap akibat daya tahan tubuh yang menurun selama kehamilan.
- Infeksi campak saat hamil meningkatkan risiko keguguran, bayi lahir mati, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, serta infeksi serius pada bayi baru lahir.
- Pencegahan terbaik dilakukan melalui vaksinasi MMR sebelum hamil, menjaga kekebalan kelompok, dan segera berkonsultasi dengan dokter jika terpapar virus campak.
Tak cuma anak-anak, campak juga dapat menyerang orang dewasa, termasuk ibu hamil. Bahkan, dampak campak selama kehamilan bisa jauh lebih serius karena tidak hanya memengaruhi kesehatan ibu, tetapi juga perkembangan janin.
Meski kasus campak dapat dicegah melalui vaksinasi, tetapi wabah penyakit ini masih sesekali terjadi di berbagai negara. Jika seorang ibu hamil terinfeksi campak, risiko komplikasi seperti pneumonia, keguguran, kelahiran prematur, hingga infeksi berat pada bayi baru lahir dapat meningkat. Karena itu, penting untuk memahami bahaya campak pada ibu hamil serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.
Table of Content
1. Apa itu campak?
Campak adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus measles. Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebar melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Virus campak bahkan dapat bertahan di udara dan pada permukaan benda selama beberapa jam setelah dilepaskan oleh penderita.
Saat hamil, sistem kekebalan tubuh mengalami perubahan alami agar tubuh dapat menerima keberadaan janin. Namun, perubahan ini juga membuat ibu hamil lebih rentan mengalami komplikasi ketika terkena infeksi tertentu, termasuk campak.
2. Risiko campak bagi ibu hamil
Dibanding orang dewasa yang tidak hamil, ibu hamil yang terkena campak cenderung mengalami penyakit yang lebih serius. Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi adalah pneumonia atau radang paru-paru.
Pneumonia akibat campak dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang berat sehingga memerlukan perawatan di rumah sakit. Pada kasus tertentu, pasien bahkan membutuhkan perawatan intensif.
Selain itu, campak juga dapat menyebabkan demam tinggi berkepanjangan, dehidrasi, serta penurunan kondisi kesehatan secara umum.
- Meningkatkan risiko rawat inap
Ibu hamil yang terinfeksi campak memiliki kemungkinan lebih besar untuk dirawat di rumah sakit dibanding orang dewasa lainnya. Risiko ini kian meningkat jika ibu hamil memiliki penyakit penyerta, seperti asma, gangguan jantung, atau masalah kesehatan kronis lainnya.
Campak dapat memperburuk kondisi yang sudah ada sebelumnya sehingga proses pemulihan menjadi lebih sulit.
3. Risiko campak bagi janin dan kehamilan

- Meningkatkan risiko keguguran
Infeksi campak selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran, terutama jika terjadi pada trimester pertama atau trimester kedua.
Demam tinggi dan respons peradangan yang muncul akibat infeksi diduga menjadi salah satu faktor yang dapat mengganggu perkembangan janin pada masa awal kehamilan.
- Risiko bayi lahir mati
Selain keguguran, terdapat peningkatan risiko bayi lahir mati (stillbirth) pada ibu yang mengalami campak saat hamil.
Meski tidak semua kasus berakhir demikian, tetapi risiko ini tetap menjadi alasan mengapa campak tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan selama kehamilan.
- Kelahiran prematur
Campak dapat meningkatkan kemungkinan persalinan prematur, yaitu ketika bayi lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Bayi prematur memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan, masalah makan, infeksi, hingga hambatan tumbuh kembang pada masa berikutnya.
- Berat badan lahir rendah
Ibu yang mengalami campak saat hamil juga lebih berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah atau ukuran tubuh yang lebih kecil dibanding usia kehamilannya. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan bayi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
- Infeksi pada bayi baru lahir
Meskipun campak tidak menyebabkan sindrom cacat bawaan khas seperti rubella, tetapi virus tetap dapat menular dari ibu ke janin atau bayi yang baru lahir. Risiko ini terutama meningkat apabila ibu terinfeksi menjelang waktu persalinan. Bayi yang lahir dalam kondisi tersebut dapat mengalami campak sejak lahir atau beberapa hari setelah dilahirkan.
- Komplikasi serius pada neonatus
Bayi baru lahir yang terinfeksi campak memiliki risiko lebih tinggi mengalami pneumonia, ensefalitis (radang otak), hingga kematian. Karena sistem kekebalan tubuh bayi belum berkembang sempurna, mereka belum mampu melawan infeksi seefektif anak yang lebih besar maupun orang dewasa.
4. Waktu terjadinya infeksi sangat berpengaruh
Dampak campak pada kehamilan dapat berbeda tergantung kapan infeksi terjadi.
Jika campak muncul pada awal kehamilan, risiko keguguran cenderung lebih tinggi. Sementara itu, infeksi yang terjadi mendekati waktu persalinan lebih sering dikaitkan dengan infeksi pada bayi baru lahir dan komplikasi neonatal.
Meski demikian, komplikasi tetap bisa terjadi pada semua tahap kehamilan sehingga pencegahan tetap menjadi langkah terbaik.
5. Cara mencegah campak pada ibu hamil
- Vaksinasi sebelum hamil
Cara paling efektif untuk mencegah campak adalah melalui vaksin MMR. Namun, karena vaksin ini merupakan vaksin hidup yang dilemahkan, vaksin MMR tidak dianjurkan diberikan selama kehamilan.
Oleh karena itu, perempuan yang berencana hamil sebaiknya memastikan status kekebalannya terlebih dahulu dan mendapatkan vaksin sebelum konsepsi, idealnya setidaknya satu bulan sebelum hamil.
- Menjaga kekebalan kelompok
Tingginya cakupan vaksinasi di masyarakat membantu membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. Kondisi ini penting untuk melindungi ibu hamil dan bayi yang belum bisa menerima vaksin. Makin banyak orang yang terlindungi, makin kecil peluang virus campak menyebar di lingkungan sekitar.
- Segera berkonsultasi jika terpapar
Apabila ibu hamil terpapar campak dan tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut, dokter dapat mempertimbangkan pemberian imunoglobulin (IG).
Terapi ini paling efektif jika diberikan dalam waktu enam hari setelah paparan dan dapat membantu mengurangi risiko atau tingkat keparahan penyakit.
6. Apa yang harus dilakukan jika terkena campak saat hamil?

Ibu hamil yang mengalami gejala campak perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis. Gejala khas campak meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam merah pada kulit.
Dokter dapat memastikan diagnosis melalui pemeriksaan laboratorium seperti PCR atau tes antibodi.
Penanganan umumnya berfokus pada perawatan suportif, menjaga hidrasi tubuh, mengatasi komplikasi, serta memantau kondisi janin secara berkala. Dalam kasus yang berat, perawatan di rumah sakit mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi serius.
Referensi
American College of Obstetricians and Gynecologists. "Measles, Mumps, Rubella (MMR) Vaccination and Management of Obstetric–Gynecologic Patients During a Measles Outbreak." Diakses pada Juni 2026.
CDC. "Measles Symptoms and Complications." Diakses pada Juni 2026.
CDC. "Vaccine Safety for Moms-To-Be." Diakses pada Juni 2026.
Medscape. "Guidance Highlights Dangers of Measles in Pregnancy." Diakses pada Juni 2026.
Student's Journal of Health Research Africa. "Measles in Pregnancy: Clinical Considerations & Challenges. Systematic Review." Diakses pada Juni 2026.













![[QUIZ] Dari Genre Film Favoritmu, Ini Tipe Overthinking Kamu](https://image.idntimes.com/post/20251219/2147894400_fea19e48-814b-4860-81de-e256dce996c7.jpg)





