- Zat besi memperlambat kontraksi otot usus, membuat makanan bergerak lebih lambat.
- Zat besi yang tidak terserap di usus besar dapat menarik air keluar dari tinja, membuatnya kering.
- Beberapa orang lebih sensitif terhadap formulasi zat besi tertentu, misalnya ferosulfat.
Mengapa Suplemen Zat Besi Bisa Menyebabkan Sembelit?

Suplemen zat besi dibutuhkan untuk mencegah anemia defisiensi besi, namun dapat menimbulkan efek samping seperti sembelit akibat perlambatan kontraksi usus dan penyerapan air dari tinja.
Penelitian menunjukkan sekitar 12 persen pengguna suplemen zat besi oral mengalami sembelit, sementara risiko jauh lebih rendah pada terapi infus intravena.
Sembelit akibat suplemen bisa diatasi dengan minum cukup air, konsumsi serat, olahraga rutin, atau konsultasi dokter bila gejala tak membaik.
Zat besi penting untuk memproduksi sel darah merah, yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Jika kadar zat besi dalam tubuh rendah, ini dapat menyebabkan anemia defisiensi besi, suatu kondisi yang dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk melakukan fungsi-fungsi penting. Kadar zat besi yang rendah dikaitkan dengan perubahan suasana hati, kelelahan, dan kesulitan berkonsentrasi.
Kamu mungkin perlu mengonsumsi suplemen zat besi jika hasil lab menyatakan kadar zat besi terlalu rendah atau jika kamu mengidap anemia defisiensi besi. Suplemen ini dapat membantu menjaga kadar zat besi dalam kisaran yang sehat. Namun, seperti halnya obat-obatan lainnya, suplemen zat besi dapat menyebabkan efek samping, termasuk beberapa gejala perut termasuk sembelit.
Table of Content
1. Suplemen zat besi dan efek samping sembelit
Suplemen zat besi dapat menyebabkan tinja yang lebih keras dan jarang karena:
Memahami mekanisme ini membantu kamu memilih strategi yang tepat untuk menjaga kelancaran buang air besar.
2. Seberapa umum sembelit akibat suplemen zat besi
Tidak jelas seberapa sering orang mengalami sembelit saat mengonsumsi suplemen zat besi. Sebuah tinjauan studi melaporkan sekitar 12 persen orang yang mengonsumsi suplemen zat besi secara oral mengalami sembelit (PLOS ONE, 2015).
Meskipun risiko pastinya tidak diketahui, tetapi sebagian besar orang tampaknya tidak mengalami sembelit saat mengonsumsi suplemen zat besi melalui mulut.
Kabar baik lainnya adalah bahwa studi menunjukkan bahkan lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami sembelit jika kamu mendapatkan zat besi melalui infus intravena. Dalam satu studi klinis, kurang dari 1 persen orang mengalami sembelit saat menerima infus zat besi (Journal of Family Medicine and Primary Care, 2020).
3. Efek samping lain yang mungkin disebabkan suplemen zat besi

Efek samping potensial lain dari suplementasi zat besi oral, meliputi:
- Mual.
- Muntah.
- Diare.
- Gas.
- Rasa logam di mulut.
- Pewarnaan gigi.
- Tinja berwarna hitam atau hijau seperti tar.
- Sakit perut.
4. Cara mengatasi sembelit yang disebabkan oleh suplemen zat besi
Jika kamu mengalami sembelit atau buang air besar lebih jarang akibat mengonsumsi suplemen zat besi, pertimbangkan strategi berikut untuk meredakan atau mengatasi sembelit:
- Konsumsi zat besi saat perut kosong: Tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik saat kamu mengonsumsinya dalam keadaan perut kosong. Penyerapan yang lebih baik dapat berarti lebih sedikit sembelit.
- Minum banyak air: Minum lebih banyak air atau cairan lain dapat membantu menjaga tinja tetap lunak, karena zat besi cenderung menarik air dari usus besar.
- Konsumsi lebih banyak serat: Makanan kaya akan serat, seperti pir, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh dapat membantu menjaga tinja tetap lunak.
- Cobalah latihan buang air besar: Latih diri sendiri untuk buang air besar pada waktu yang sama setiap hari guna membantu membangun rutinitas.
- Olahraga: Lakukan olahraga setidaknya 30 menit setiap hari. Olahraga sederhana setiap hari, seperti berjalan kaki, terbukti membantu mengatasi sembelit.
- Pertimbangkan untuk menggunakan pelunak tinja: Jika perubahan gaya hidup tidak membantu, pertimbangkan pelunak tinja atau pencahar untuk membantu memudahkan buang air besar.
- Kurangi dosis: Bicarakan dengan dokter tentang mengurangi jumlah atau frekuensi konsumsi zat besi untuk membantu meminimalkan risiko efek samping.
5. Kapan harus menghubungi dokter?
Orang yang mengalami sembelit yang tidak kunjung sembuh sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat merekomendasikan obat-obatan bebas, seperti:
- Pelunak tinja.
- Agen osmotik, seperti magnesium.
- Suplemen serat.
- Pelumas seperti minyak mineral.
- Pencahar stimulan.
Selain itu, dokter dapat meresepkan obat-obatan berikut:
- Lubiprostone.
- Linaclotide.
- Prucalopride.
Tergantung pada riwayat kesehatan individu, dokter juga dapat merekomendasikan terapi biofeedback atau operasi.
Individu juga harus berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan apakah mereka memiliki kondisi medis yang mendasari terkait dengan sembelit atau kekurangan zat besi. Selain itu, jika seseorang yang mengalami sembelit memiliki salah satu gejala berikut, mereka harus segera mencari pertolongan medis:
- Darah dalam tinja.
- Pendarahan dubur.
- Nyeri perut terus-menerus.
- Muntah.
- Kesulitan mengeluarkan gas.
- Nyeri punggung bawah.
- Demam.
- Penurunan berat badan yang tidak direncanakan.
Jadi, sembelit setelah mengonsumsi suplemen zat besi adalah hal yang normal. Untungnya, ini dapat dikelola secara efektif dengan perubahan gaya hidup. Namun, penting untuk memperhatikan tanda-tanda peringatan yang menunjukkan masalah yang lebih serius.
Referensi
Das, S. N., Devi, A., Mohanta, B. B., Choudhury, A., Swain, A., & Thatoi, P. K. (2020). "Oral versus intravenous iron therapy in iron deficiency anemia: An observational study." Journal of Family Medicine and Primary Care, 9(7), 3619–3622. https://doi.org/10.4103/jfmpc.jfmpc_559_20.
GoodRx. Diakses pada Juli 2026. "Iron Supplements and Constipation: What’s the Link?"
Health. Diakses pada Juli 2026. "What Happens to Your Digestion When You Take Iron Supplements."
Medical News Today. Diakses pada Juli 2026. "Do Iron Supplements Cause Constipation?"
Tolkien, Z., Stecher, L., Mander, A. P., Pereira, D. I. A., & Powell, J. J. (2015). Ferrous sulfate supplementation causes significant gastrointestinal side-effects in adults: A systematic review and meta-analysis. PLOS ONE, 10(2), e0117383. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0117383
Ubie Health. Diakses pada Juli 2026. "How to Manage Constipation Caused by Iron Pills."






![[QUIZ] Apa Trauma Batin yang Diam-Diam Kamu Simpan? Cari Tahu di Sini](https://image.idntimes.com/post/20260119/1000238238_de41ac8b-06a3-4b60-a767-12fdbfce907f.jpg)


![[QUIZ] Mitos atau Fakta: Uji Pengetahuanmu tentang Lari Interval!](https://image.idntimes.com/post/20260710/upload_458ef4f6ebcaec66d64bac800be78a4f_2c7f274f-590a-4ae7-bca9-c80737341e3e.jpg)
![[QUIZ] Ini Jenis Pilates Terbaik Berdasarkan Tujuan dan Gaya Hidupmu](https://image.idntimes.com/post/20260718/upload_81eef7479c8aeb23b53726edf15fecd4_1085b833-0382-4947-ba19-8d7bad3edfd5.png)
![[QUIZ] Dari Keluhan Punggung Kamu, Waspadai Jenis Sakit Pinggang Ini](https://image.idntimes.com/post/20260714/upload_fb55bb03ef8e096afd1d12b06f081ef9_8b5cfdf7-0ac7-4ed9-a9bc-2057765b9daa.png)
![[QUIZ] Dari Genre Musik Favorit, Kami Tahu Caramu Mengatasi Burnout](https://image.idntimes.com/post/20250524/frustrated-28-444e1146cca562b350101aba61264e15-ec456a4cda87df226568f0319e1ce04d.jpg)


![[QUIZ] Apakah Kamu Mulai Ketergantungan AI? Cari Tahu Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20250524/pexels-theshantanukr-17603742-1-6c6a1669e817ff8e87b5ca629e8363cc-870f20e35bbce1dc96c6860147a680f8.jpg)



![[QUIZ] Dari Jajanan Pasar Favoritmu, Ini Penyakit yang Harus Kamu Waspadai](https://image.idntimes.com/post/20231023/aldrin-rachman-pradana-isfbyt8o8-8-unsplash-48000545ae5650e238716a6882164dd5.jpg)

