Comscore Tracker

Mengapa Gas Air Mata Menyebabkan Rasa Perih?

Gas air mata dapat mengiritasi hidung, mata, dan kulit

Dunia sepak bola Indonesia kembali berduka. Ratusan nyawa melayang akibat kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Salah satu akibatnya adalah gas air mata.

Gas air mata umumnya digunakan untuk membubarkan kerumunan massa atau membubarkan demonstrasi. Kandungan yang terdapat pada gas air mata menimbulkan berbagai reaksi pada tubuh. 

Seseorang yang tidak sengaja menghirup gas air mata dapat merasakan rasa tidak nyaman, misalnya terasa perih atau rasa terbakar pada hidung dan mata. Lantas, mengapa gas air mata menyebabkan rasa perih? Berikut penjelasannya!

1. Mengenal gas air mata

Mengapa Gas Air Mata Menyebabkan Rasa Perih?ilustrasi gas air mata (unsplash.com/ev)

Dilansir Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), gas air mata merupakan senyawa kimia yang dapat menyebabkan iritasi pada mata, mulut, tenggorokan, kulit, dan paru-paru untuk sementara. Healthline menyebutkan bahwa gas air mata biasa digunakan oleh aparat penegak hukum sebagai pengendali massa.

Kandungan gas air mata bervariasi, namun kandungan paling umum digunakan diantaranya chloroacetophenone (CN) dan chlorobenzylidenemalononitrile (CS). Beberapa contoh lain kandungan gas air mata yaitu chloropicrin (PS), bromobenzilsianida (CA), dan dibenzoxazepine (CR).

2. Gas air mata membentuk partikel halus di udara

Mengapa Gas Air Mata Menyebabkan Rasa Perih?ilustrasi gas air mata (freepik.com/freepik)

Meskipun bernama gas air mata, tetapi bentuknya bukanlah gas. Seperti dijelaskan Healthline, gas air mata berbentuk bubuk bertekanan sehingga membentuk kabut ketika digunakan. CDC juga menjelaskan bahwa gas air mata dapat dilepaskan ke udara membentuk droplet atau partikel halus.

Tingkat paparan gas air mata tergantung dari jumlah gas air mata, lokasi paparan, dan lamanya waktu paparan. Seseorang yang terkena gas air mata dapat menyebabkan iritasi pada bagian tubuh yang terpapar dalam beberapa detik setelah kontak.

Baca Juga: Dampak Serius Gas Air Mata Bagi Pernapasan

3. Efek gas air mata

Mengapa Gas Air Mata Menyebabkan Rasa Perih?ilustrasi sesak napas (freepik.com/8photo)

Paparan gas air mata menimbulkan rasa tidak nyaman pada hidung ataupun mata. Menurut CDC, beberapa keluhan yang dirasakan setelah terpapar gas air mata diantaranya:

  • Mata: Keluar air mata berlebihan, rasa terbakar, penglihatan kabur, mata merah.
  • Hidung: Hidung berair, hidung terasa terbakar.
  • Mulut: Mulut tarasa terbakar, kesulitan menelan, keluarnya air liur berlebihan.
  • Paru-paru: Dada terasa sesak, batuk, terasa tercekik, sesak napas.
  • Kulit: Kulit terasa terbakar, ruam kulit.
  • Gejala lain: Mual, muntah.

4. Mengapa gas air mata menyebabkan rasa perih?

Mengapa Gas Air Mata Menyebabkan Rasa Perih?ilustrasi iritasi mata (pexels.com/Karolina Grabowska)

Paparan gas air mata akan menimbulkan iritasi pada hidung, mata, dan kulit. Adanya paparan tersebut menimbulkan keluhan yang bervariasi.

Menurut Healthline, gas air mata menimbulkan rasa nyeri karena zat kimia pada gas air mata berikatan dengan reseptor TRPA1 dan TRPV1. Keduanya termasuk reseptor rasa nyeri sehingga akan menimbulkan rasa tidak nyaman ketika reseptor berikatan dengan zat tertentu. 

Tingkat keparahan gejala yang dirasakan tergantung dari beberapa faktor, seperti jarak dengan gas air mata hingga jumlah gas air mata yang digunakan. Menambahkan Medical News Today, biasanya efek gas air mata akan hilang dalam 15 sampai 20 menit.

5. Cara melindungi diri dari gas air mata

Mengapa Gas Air Mata Menyebabkan Rasa Perih?ilustrasi gas air mata (unsplash.com/ev)

Menghirup gas air mata kemungkinan merupakan rute paparan utama. Menurut CDC, sebisa mungkin menjauhi area gas air mata dilepaskan dan mendapatkan udara segar. Untuk meminimalkan paparan gas air mata sebisa mungkin menutupi mata, hidung, dan kulit.

Jika gas air mata menyebabkan mata terasa terbakar, maka basuh mata menggunakan air selama 10 sampai 15 menit. Perlu juga mengganti pakaian yang terkontaminasi dan mandi untuk menghilangkan partikel yang menempel di kulit. Apabila mengalami keluhan yang makin berat, maka segera mengunjungi layanan kesehatan untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Paparan gas air mata akan menimbulkan iritasi pada hidung, mata, dan kulit. Gas air mata menimbulkan rasa nyeri karena zat kimia pada gas air mata berikatan dengan reseptor nyeri sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti rasa perih. Biasanya efek gas air mata akan hilang dalam beberapa menit. 

Baca Juga: Korban Meninggal di Kanjuruhan Kebanyakan Trauma Kepala 

Dewi Purwati Photo Verified Writer Dewi Purwati

Health enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya